Natal KORPRI Sumba Tengah: Dari Spirit Pelayanan hingga Harapan Kopi Robusta
WAIBAKUL,SELATANINDONESIA.COM — Perayaan Natal tidak sekadar menjadi momentum ibadah bagi aparatur sipil negara di Kabupaten Sumba Tengah. Di lobi Kantor Bupati Sumba Tengah, Kamis (15/1/2026), Natal KORPRI menjelma menjadi ruang refleksi tentang pelayanan, solidaritas, dan arah pembangunan daerah.
Bupati Sumba Tengah Paulus S. K. Limu bersama Wakil Bupati M. Umbu Djoka hadir langsung dalam perayaan Natal bersama Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) lingkup Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah. Kehadiran jajaran pimpinan daerah mulai dari Sekretaris Daerah, anggota DPRD, pimpinan perangkat daerah, hingga ASN dan PPPK menandai kuatnya kebersamaan dalam perayaan tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Paulus Limu mengajak seluruh ASN memaknai Natal sebagai peristiwa iman yang menegaskan kehadiran Tuhan di tengah realitas sosial masyarakat Sumba Tengah. Ia menekankan bahwa kelahiran Yesus Kristus sebagai hamba membawa pesan tentang pengorbanan dan kedamaian, terutama bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan.
“Tuhan hadir di tengah KORPRI Sumba Tengah. Ia juga hadir bagi sekitar 8.000 kepala keluarga miskin dan 24.000 masyarakat miskin di daerah ini,” ujar Bupati Paulus.
Pesan itu menjadi pengingat bahwa tugas ASN bukan semata menjalankan administrasi pemerintahan, melainkan menghadirkan negara melalui pelayanan yang tulus dan berkeadilan. Bupati Paulus menegaskan, pelayanan yang dilakukan dengan kasih akan melahirkan damai sejahtera, baik bagi masyarakat maupun bagi aparatur itu sendiri.
Natal tahun ini juga menjadi panggung untuk menegaskan arah pembangunan Kabupaten Sumba Tengah. Di hadapan seluruh ASN, Paulus menyampaikan visinya menjadikan Sumba Tengah sebagai Kabupaten Kopi Robusta. Ia mengapresiasi dukungan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang telah menyerahkan bantuan 50.000 anakan kopi sebagai langkah awal pengembangan komoditas unggulan daerah.
Sebagai bentuk komitmen bersama, Bupati menginstruksikan setiap ASN untuk berpartisipasi menanam 100 anakan kopi. Langkah ini diharapkan tidak hanya memperkuat ekonomi rakyat, tetapi juga menumbuhkan rasa kepemilikan ASN terhadap program pembangunan daerah.
Perayaan Natal KORPRI kemudian ditutup dengan penyerahan bantuan polibag dari Bank NTT Cabang Waibakul untuk mendukung penanaman kopi robusta. Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada Bupati Sumba Tengah, disusul pembagian hadiah perlombaan dan kuis yang menambah suasana sukacita.
Di tengah lantunan pujian dan kebersamaan, Natal KORPRI Sumba Tengah tahun ini menegaskan satu pesan: pelayanan publik, kepedulian terhadap masyarakat miskin, dan pembangunan ekonomi daerah dapat berangkat dari nilai-nilai iman, kebersamaan, dan tanggung jawab bersama.*/ProkopimSTeng/laurens leba tukan












Komentar