SMK St. Isidorus Boawae: Dari SPMA Pertanian hingga Sekolah Vokasi Berbasis OSOP, Menginjak Usia 58 Tahun
MBAY,SELATANINDONESIA.COM – Sebuah perjalanan panjang pendidikan vokasi tersaji di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. SMK Swasta Katolik St. Isidorus Boawae, yang pada awalnya dikenal sebagai SPMA Boawae, merayakan Dies Natalis ke-58 tahun ini. Dari sekolah pertanian sederhana, kini St. Isidorus telah menjadi pusat pendidikan vokasi yang menyiapkan generasi muda NTT untuk menghadapi dunia kerja dan berwirausaha.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, berkunjung ke sekolah ini pada Selasa (27/1/2026) untuk memberikan arahan sekaligus penguatan program One School One Product (OSOP). Dalam kunjungannya, Gubernur menekankan pentingnya pendidikan vokasi yang tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan siswa.
“SPMA Boawae menjadi rujukan utama bagi anak-anak muda NTT yang ingin menjadi tenaga ahli di bidang pertanian, pada masa ketika sekolah dengan model pendidikan terapan masih sangat terbatas,” ujar Gubernur Melki.
Sejak berdiri, sekolah ini telah melahirkan ribuan alumni yang tersebar di berbagai wilayah NTT. Banyak dari mereka mengambil peran strategis di sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan, membuktikan bahwa pendidikan vokasi yang tepat sasaran mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah.
Kini, sebagai SMK St. Isidorus, sekolah ini terus mengembangkan program OSOP untuk menghasilkan produk unggulan berbasis potensi lokal. Para siswa diajarkan untuk tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja baru, dan menjadi penggerak ekonomi lokal.
Gubernur Melki menegaskan, Pemerintah Provinsi NTT akan terus mendukung pendidikan vokasi sebagai fondasi penting pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan berkeadilan. “Ini adalah bentuk nyata dari kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat untuk mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan global sekaligus memajukan daerah,” pungkasnya.
Dengan usia 58 tahun, St. Isidorus Boawae kini menjadi simbol keberlanjutan pendidikan vokasi di Flores, sekaligus bukti bahwa sekolah pertanian yang sederhana dapat bertransformasi menjadi pusat inovasi pendidikan yang relevan bagi masa depan.*/llt












Komentar