GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Golkar Gubernur NTT
Beranda / Gubernur NTT / Melki Laka Lena dan Umbu Rudi Kabunang: Dua Kraeng di Panggung IKMR

Melki Laka Lena dan Umbu Rudi Kabunang: Dua Kraeng di Panggung IKMR

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan anggota DPR RI Komisi XIII, Dr. Umbu Rudi Kabunang pose bersama tokoh Ikatakan Keluarga Manggarai Raya (IKMR) Kupang, Sabtu (31/1/2026). Foto: Dok.IKMR

Rayakan Nataru, Solidaritas, dan Bicara Tantangan NTT

KUPANG,SELATANINDONESIA.COM — Nuansa budaya Manggarai menyelimuti ruang pertemuan Hotel Cahaya Bapa, Kupang, Sabtu (31/1/2026). Ribuan warga Ikatan Keluarga Manggarai Raya (IKMR) hadir mengenakan sarung dan songke—penanda identitas yang tak sekadar simbolik, melainkan juga pernyataan tentang akar budaya yang tetap hidup di tanah rantau.

Di panggung kebersamaan itu hadir dua figur politik nasional asal Nusa Tenggara Timur (NTT): Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan anggota DPR RI Komisi XIII, Dr. Umbu Rudi Kabunang. Keduanya berasal dari Partai Golkar, namun dalam acara syukuran Natal bersama IKMR Kupang, identitas politik seolah melebur ke dalam ikatan kekerabatan dan budaya.

Kehadiran Umbu Rudi Kabunang mendapat sambutan khusus dari tokoh Manggarai sekaligus pembina IKMR, Frans Sarong. Dengan sapaan “Selamat datang, kraeng Umbu Rudi Kabunang”, Sarong—mantan wartawan Kompas—secara simbolik “mengangkat” legislator asal Sumba itu sebagai bagian dari keluarga besar Manggarai.

Sapaan tersebut bukan sekadar basa-basi. Ia mencerminkan tradisi Manggarai yang terbuka dan inklusif: persaudaraan dibangun melalui kehadiran, penghormatan, dan keterlibatan nyata dalam kehidupan komunitas.

Di Mata Misbakhun, OJK Berganti Nahkoda Tanpa Menggoyang Ombak

Dalam acara itu, Umbu Rudi Kabunang hadir bersama sang istri, Ny. Wiwiek Umbu Kabunang, yang turut menyumbangkan sebuah lagu dalam bahasa Manggarai. Lagu tersebut menambah kehangatan suasana dan menegaskan pesan lintas budaya yang menjadi roh pertemuan malam itu.

 

Ancaman Baru di Genggaman Anak

Dalam sambutannya, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengajak peserta Natal untuk tidak hanya larut dalam sukacita perayaan, tetapi juga membuka mata terhadap tantangan serius yang tengah dihadapi masyarakat NTT, khususnya terkait anak dan keluarga.

Melki mengungkapkan adanya kasus anak-anak NTT yang terpapar paham ekstremisme melalui gawai. Fenomena ini, menurut dia, sering luput dari pengawasan orang tua.

Praperadilan di Ujung Penetapan Tersangka

“Tantangan terbesar hari ini ada di handphone kita. Lewat teknologi ini, anak-anak bisa direkrut ke dalam kelompok ekstrem. Data terakhir menunjukkan ada empat anak NTT yang terpapar paham terorisme lintas agama, dan ini terjadi tanpa disadari keluarga,” ujar Melki.

Ia menegaskan, dunia saat ini “tidak sedang baik-baik saja”. Karena itu, keluarga harus menjadi benteng terakhir perlindungan anak, selain sekolah dan komunitas sosial.

“Kalau keluarga rapuh, kita akan terlambat menyadari ketika anak-anak sudah masuk dalam pengaruh yang berbahaya,” katanya.

 

Manggarai Raya: Terpisah Administrasi, Menyatu Budaya

Uang, Bukti Setor, dan Bantahan Seorang Komisaris Utama

Pada kesempatan itu, Melki Laka Lena juga dikukuhkan sebagai Penasihat Kehormatan IKMR Kupang. Ia menekankan bahwa meskipun Manggarai Raya kini terbagi secara administratif menjadi tiga kabupaten, ikatan budaya dan sosialnya tetap satu.

“Manggarai Raya adalah satu hikayat keluarga besar. Terpisah wilayah administrasi, tetapi persaudaraan tetap utuh,” ujar Melki.

Ia mengingatkan bahwa Natal bukan semata ritual keagamaan, melainkan momentum memperbarui hati, merawat solidaritas, dan menghidupkan kembali nilai-nilai budaya seperti duduk bersama, bermusyawarah, dan menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

“Orang Manggarai dikenal berani bekerja keras dan memiliki solidaritas tinggi. Nilai ini harus terus hidup di mana pun kita berada,” katanya.

 

Pendidikan, Kemiskinan, dan Demokrasi Ekonomi

Selain isu sosial, Gubernur menyoroti tantangan kemiskinan ekstrem dan pendidikan di Manggarai Raya dan NTT secara umum. Ia mengakui reputasi Manggarai sebagai salah satu wilayah dengan tradisi pendidikan yang kuat, namun tantangan global dan kemajuan teknologi menuntut adaptasi yang lebih cepat.

Melki juga menyinggung ketimpangan antara demokrasi politik dan demokrasi ekonomi di Indonesia.

“Demokrasi politik kita berjalan cepat, tetapi demokrasi ekonomi tertinggal. Produksi dan distribusi ekonomi belum merata, sehingga kekayaan terkonsentrasi pada kelompok tertentu,” ujarnya.

Untuk menjawab persoalan itu, Pemerintah Provinsi NTT mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui berbagai program, seperti One Village One Product, One Community One Product, serta pengembangan produk berbasis sekolah dan komunitas.

Menurut Melki, IKMR memiliki modal sumber daya manusia yang kuat untuk terlibat aktif dalam pengembangan produk unggulan daerah, termasuk kopi Manggarai.

“Kalau kopi dijual mentah, harganya sekitar Rp100 ribu. Tapi jika dikemas dan dikelola dengan baik, nilainya bisa mencapai Rp800 ribu di Jakarta, bahkan menembus pasar luar negeri,” ujarnya.

Ia menambahkan, ekosistem UMKM di NTT kini semakin siap, mulai dari akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Rp500 juta dengan bunga rendah, pendampingan teknis, literasi keuangan, hingga akses pasar.

“Jangan sampai kita hanya jadi penonton di daerah sendiri. Kita punya potensi dan produk, tinggal kita kelola dengan serius,” kata Melki.

Menutup sambutannya, Melki menyatakan komitmennya menjalankan peran sebagai Penasihat Kehormatan IKMR Kupang.

“IKMR harus menjadi matahari bagi masyarakat Manggarai dan menjadi bulan serta bintang bagi masyarakat NTT,” ujarnya.

Ketua IKMR Kupang, Anton Ali, menegaskan bahwa perayaan Natal dan Tahun Baru ini menjadi momentum merajut kembali kebersamaan yang sempat renggang oleh kesibukan.

“Solidaritas sesama orang Manggarai harus terus kita rawat, karena kekuatan sejati hanya lahir dari persatuan,” katanya.*/JP/llt

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement