Pimpin Konsolidasi KONI NTT, Melki Laka Lena Tetapkan Target Ambisius 37 Emas PON 2028
KUPANG,SELATANINDONESIA.COM โ Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan komitmen kuat Pemerintah Provinsi NTT dalam mengangkat prestasi olahraga dengan memasang target ambisius 37 medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028. Target tersebut diharapkan mampu mengantar NTT menembus 10 besar nasional, sekaligus mencatatkan sejarah baru sebagai tuan rumah berprestasi.
Penegasan itu disampaikan Melki Laka Lena selaku Ketua Umum KONI NTT saat memimpin Rapat Konsolidasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi NTT, Selasa (10/2/2026), di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT.
Rapat tersebut menjadi pertemuan perdana pengurus KONI NTT periode 2026โ2030 sekaligus momentum konsolidasi organisasi dan pemantapan arah kebijakan pembinaan olahraga menjelang PON 2028 yang akan digelar bersama Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
โTarget 37 medali emas ini bukan sekadar angka. Ini target yang realistis jika seluruh cabang olahraga bekerja serius, terukur, dan dimulai sejak sekarang. Kita ingin NTT tidak hanya sukses sebagai tuan rumah, tetapi juga sukses prestasi,โ ujar Melki Laka Lena.
Politisi Golkar ini menekankan bahwa posisi strategis NTT sebagai salah satu tuan rumah PON 2028 harus dimanfaatkan untuk mempercepat pembinaan atlet, memperkuat organisasi cabor, serta membenahi sarana dan prasarana olahraga secara menyeluruh.
Ia mendorong setiap cabang olahraga menggelar minimal satu kejuaraan tingkat nasional setiap tahun sebagai ajang uji coba dan pematangan atlet menuju PON. Turnamen tersebut diharapkan tersebar di berbagai kabupaten dan kota agar atmosfer kompetisi tumbuh merata sekaligus menggerakkan sport tourism di NTT.
Target 37 medali emas tersebut diproyeksikan berasal dari 12 cabang olahraga unggulan, antara lain atletik, pencak silat, shorinji kempo, cricket, tinju, taekwondo, gateball, karate, kick boxing, modern pentathlon, aerosport, dan aquatik.
Melki Laka Lena juga mengingatkan pentingnya pra-event yang terencana, khususnya bagi cabang olahraga potensial peraih emas. Namun demikian, cabang olahraga lain tetap harus mendapatkan ruang pembinaan agar ekosistem prestasi olahraga NTT tumbuh secara berkelanjutan.
โSemua cabor harus disiapkan. Yang berpotensi emas kita dorong lebih keras, tetapi yang lain tetap dibina melalui pra-event yang terstruktur. PON 2028 adalah kerja besar bersama,โ tegasnya.
Selain pembinaan atlet, rapat koordinasi juga membahas kesiapan teknis penyelenggaraan PON, termasuk penguatan bidang sarana dan prasarana. Dalam waktu dekat, jajaran KONI NTT dijadwalkan melakukan koordinasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga serta pihak terkait di tingkat nasional guna memastikan kesiapan NTT sebagai tuan rumah bersama.
Mengakhiri arahannya, Melki Laka Lena menyampaikan apresiasi kepada pengurus KONI NTT periode sebelumnya atas suksesnya Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) yang berlangsung lancar dan demokratis.
โRakor ini memberi gambaran awal arah besar kita menuju PON XXII 2028. Mari kita bergandengan tangan dan bekerja bersama demi prestasi terbaik olahraga NTT,โ ujar Melki Laka Lena menutup rapat.
Dengan target ambisius dan kepemimpinan langsung Gubernur sebagai Ketua Umum KONI, NTT kini menatap PON 2028 bukan hanya sebagai ajang penyelenggaraan, tetapi sebagai panggung pembuktian prestasi olahraga di tingkat nasional.*/js/llt/baldus sae












Komentar