GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Ekonomi Golkar Gubernur NTT
Beranda / Gubernur NTT / Gubernur Melki Bertemu Menteri KKP, NTT “Nanti Trenggono Tolong”

Gubernur Melki Bertemu Menteri KKP, NTT “Nanti Trenggono Tolong”

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena bertemu Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono di Bandara Halim, Jakarta, Rabu (25/2/2026). Foto: Dok.MLL

JAKARTA,SELATANINDONESIA.COM – Komitmen pemerintah pusat membangun Nusa Tenggara Timur kembali ditegaskan. Rabu (25/2/2026) pagi, Gubernur NTT bertemu Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono di Bandara Halim, Jakarta, sebelum bertolak melakukan kunjungan kerja ke sejumlah wilayah di NTT. Dukungan anggaran sekitar Rp10 triliun untuk sektor kelautan dan perikanan menjadi penanda kuat bahwa NTT kini masuk arus utama agenda strategis nasional.

Pertemuan singkat di Bandara Halim itu menjadi simbol sinergi pusat dan daerah. Menteri Kelautan dan Perikanan dijadwalkan mengunjungi Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Sikka, Sumba Timur, hingga Manggarai Barat. Fokusnya jelas: memastikan berbagai program strategis kelautan dan perikanan berjalan dan memberi dampak langsung bagi masyarakat.

Sejumlah agenda besar disiapkan. Pengembangan industri garam menjadi salah satu prioritas, terutama di Rote, Sabu, Kabupaten Kupang, dan Timor Tengah Utara (TTU). Pemerintah menargetkan NTT sebagai salah satu penopang swasembada garam nasional, bagian dari Program Strategis Nasional (PSN).

Tak hanya itu, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih akan diperluas secara merata di seluruh wilayah NTT. Program ini dirancang untuk memperkuat ekosistem pesisir, dari infrastruktur tambatan perahu, cold storage, hingga akses pembiayaan dan pasar.

Di Sumba Timur, pemerintah mendorong budidaya skala besar dan pengembangan industri udang vaname sebagai motor ekonomi baru. Sementara di wilayah lain, penguatan perikanan tangkap, industri rumput laut, pengembangan benur, hingga konservasi Laut Sawu masuk dalam peta jalan pembangunan kelautan NTT.

Bupati Paulus Henuk Lantik Gustaf Folla Pimpin PDAM, Tekankan Transformasi Layanan dan Kontribusi PAD

Gubernur Melki Laka Lena yang dihubungi SelatanIndonesia.com menyebut, total nilai program yang sedang dan akan berjalan diperkirakan mencapai Rp10 triliun. Skala anggaran tersebut menunjukkan besarnya perhatian pemerintah pusat terhadap provinsi kepulauan ini. Langkah ini juga sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kemandirian pangan dan ekonomi berbasis sumber daya maritim.

Di tingkat lokal, dukungan Menteri KKP bahkan melahirkan celetukan yang cepat menyebar: NTT diplesetkan menjadi “Nanti Trenggono Tolong”. Sebuah ungkapan bernada humor yang sekaligus mencerminkan harapan besar masyarakat terhadap percepatan pembangunan sektor kelautan dan perikanan.

Gubernur NTT sendiri belum dapat mendampingi langsung kunjungan tersebut karena harus melanjutkan agenda kerja di Jakarta. Ia dijadwalkan bertemu Menteri Kesehatan guna membahas dukungan pendidikan dokter spesialis bagi NTT, serta agenda perumahan layak huni bersama Menteri Perumahan dan Menteri Dalam Negeri.

Sinergi lintas kementerian ini menegaskan bahwa pembangunan NTT tidak lagi bersifat sektoral, melainkan terintegrasi. Kelautan, kesehatan, dan perumahan ditempatkan dalam satu kerangka besar peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Dengan potensi laut yang luas dan sumber daya pesisir yang melimpah, NTT memang menyimpan masa depan ekonomi biru Indonesia. Tantangannya kini adalah memastikan program berjalan tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberi nilai tambah bagi masyarakat lokal.

Di Antara Regulasi dan Harapan: Wacana Merumahkan 9.000 PPPK Belum Final, KUR Disiapkan sebagai Solusi

Semangat yang digaungkan tetap sama: gotong royong membangun dari pinggiran. “Ayo Bangun NTT.*/llt

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement