GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Eksbis Sumba Tengah
Beranda / Berita Hari Ini NTT / Sumba Tengah / Gotong Royong di Antara Pohon Kopi Robusta: Semangat Baru Sumba Tengah

Gotong Royong di Antara Pohon Kopi Robusta: Semangat Baru Sumba Tengah

Bupati Sumba Tengah, Paulus S. K. Limu dan Anggota Komisi IV DPR RI, Usman Husin saat penyerahan anakan kopi robusta untuk masyarakat Sumba Tengah, Senin (19/1/2026). Foto: ProkopimSTeng

Sumba Tengah Genjot Penanaman Kopi Robusta, Bupati Paulus S.K. Limu Turun Langsung ke Lapangan

WAIBAKUL,SELATANINDONESIA.COM – Bupati Sumba Tengah Paulus S.K. Limu mendorong percepatan program penanaman kopi robusta di Kecamatan Umbu Ratu Nggay. Tidak hanya memberikan arahan, Bupati Limu menegaskan akan turun langsung ke lapangan untuk menanam pohon kopi sebagai bentuk teladan bagi masyarakat.

Pengarahan berlangsung di Kantor Camat Umbu Ratu Nggay, Kamis (22/1/2025), dihadiri lima kepala desa, Ketua Gapoktan, Ketua Poktan, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), tokoh masyarakat, Camat, serta pejabat Pemkab lainnya. Dalam arahannya, Camat Enos Kala Opung meminta semua pihak, terutama kepala desa, segera mempersiapkan lahan sesuai kemampuan masing-masing.

Bupati Paulus menekankan pentingnya kepemimpinan yang memberi contoh nyata. “Target kita pada Februari, kopi sudah tertanam 70 persen. Kepala desa harus menggerakkan masyarakat, khususnya para petani, melalui semangat gotong royong untuk menyiapkan lahan,” ujarnya.

Bupati Paulus menambahkan, pola pikir pertanian di Sumba Tengah perlu diubah dari “satu kali tanam” menjadi “seribu kali panen”. Setiap desa ditargetkan menanam 3.000 pohon kopi, yang memerlukan lahan sekitar tiga hektare. “Siapa pun yang siap lahan dan pupuk, itulah yang akan menerima anakan kopi. Saya pun akan menanam langsung, dengan syarat lahannya siap,” kata Bupati Paulus.

Uang Berputar, Harapan UMKM Lokal Tumbuh di NTT Mart Sumba Tengah

Selain itu, Bupati memperkenalkan program Komunitas Sejuta Robusta, yang menargetkan 100 pionir berkomitmen menanam kopi pada November mendatang. Pionir ini diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat lainnya dan mendorong Sumba Tengah menuju kesejahteraan melalui pertanian berkelanjutan.

“Kita ingin kopi robusta bukan hanya tanaman, tetapi menjadi simbol perubahan ekonomi dan semangat gotong royong masyarakat Sumba Tengah,” pungkas Bupati Paulus.*/prokopimSTeng/llt

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement