GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Golkar Gubernur NTT
Beranda / Gubernur NTT / GMKI Diminta Menjadi “Lentera Perubahan” bagi NTT

GMKI Diminta Menjadi “Lentera Perubahan” bagi NTT

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena ketika berbicara dalam Ibadah Syukuran Dies Natalis ke-76 GMKI di Gedung Kebaktian GMIT Karmel Fatululi, Kupang, Senin (9/2/2026). Foto: Angel

KUPANG,SELATANINDONESIA.COM — Perayaan Dies Natalis ke-76 Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi lebih bermakna dengan peluncuran buku Lentera Perubahan: Jejak Gagasan dan Pelayanan Kader GMKI Cabang Kupang.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa GMKI harus terus hadir sebagai “lentera perubahan” yang menerangi kehidupan sosial, ekonomi, dan kemanusiaan di NTT.

Hal itu disampaikan Gubernur Melki saat menghadiri Ibadah Syukuran Dies Natalis ke-76 GMKI sekaligus peluncuran buku tersebut di Gedung Kebaktian GMIT Karmel Fatululi, Kupang, Senin (9/2/2026). Menurutnya, peringatan hari lahir GMKI kali ini tidak berhenti pada seremoni, tetapi ditandai dengan kontribusi intelektual yang nyata.

“Momentum Dies Natalis ke-76 GMKI menjadi istimewa karena dirangkaikan dengan peluncuran buku Lentera Perubahan. Ini bukti bahwa kader GMKI terus berpikir, menulis, dan berkarya bagi daerah dan bangsa,” ujar Gubernur Melki.

Ia mengapresiasi inisiatif GMKI Cabang Kupang yang menghadirkan karya tulis di tengah tantangan rendahnya literasi dan menguatnya pragmatisme di kalangan generasi muda. Menurut Melki, pilihan untuk menulis dan membukukan gagasan merupakan langkah strategis dan visioner.

Dari Tepi Samudra, Sumba Barat Daya Menata Masa Depan

“Judul Lentera Perubahan adalah metafora yang kuat. Lentera adalah cahaya yang menerangi jalan di tengah kegelapan. Sejak 76 tahun lalu, GMKI telah menempatkan diri sebagai lentera yang menerangi ruang-ruang gelap ketidakadilan, kemiskinan, dan krisis moral melalui gagasan dan pelayanan kadernya,” kata Gubernur Melki.

Gubernur menilai buku tersebut bukan sekadar kumpulan tulisan, melainkan rekam jejak pemikiran dan respons kader GMKI terhadap realitas sosial. Kehadiran buku ini menunjukkan bahwa kader GMKI tidak hanya aktif dalam diskusi dan mimbar ibadah, tetapi juga hadir di tengah masyarakat dengan sikap kritis, kerja nyata, dan nilai iman sebagai fondasi.

Dalam refleksi usia ke-76 GMKI, Melki menekankan pentingnya kedewasaan organisasi dalam bersikap dan bertindak. Ia mengingatkan agar GMKI tidak terjebak dalam romantisme masa lalu, melainkan terus menjawab tantangan zaman.

“GMKI harus tetap menjadi kekuatan moral dan intelektual—menjadi garam dan terang di kampus, gereja, dan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gubernur Melki mengajak GMKI menjadi mitra strategis pemerintah daerah, terutama dalam mendorong transformasi ekonomi NTT. Ia menyinggung sejumlah program prioritas Pemerintah Provinsi NTT, seperti One Village One Product (OVOP), One Community One Product (OCOP), One School One Product (OSOP), NTT Mart, serta Gerakan Beli NTT sebagai upaya memperkuat ekonomi lokal.

Sorak Futsal di Sumba Barat Daya: Bupati Ratu Wulla Meresmikan Gedung, Teratai Raih Juara

“Bayangkan jika setiap kader GMKI menjadi lentera perubahan di komunitasnya masing-masing—menjadi guru yang menginspirasi, pendamping desa yang solutif, atau penggerak ekonomi kreatif. Inilah kontribusi nyata untuk membangun NTT yang lebih maju dan sejahtera,” kata Gubernur Melki.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga idealisme, integritas, dan kepekaan sosial. “Kita membutuhkan mahasiswa yang bukan hanya vokal, tetapi juga solutif dan berpihak pada nilai keadilan serta kemanusiaan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Cabang GMKI Kupang, Usi Andraviani Laiya, mengatakan bahwa buku Lentera Perubahan lahir dari pergumulan iman kader GMKI dalam merespons realitas sosial di NTT.

“Buku ini adalah persembahan iman dan budaya bagi NTT. Ia lahir dari kegelisahan melihat kemiskinan, ketidakadilan, dan berbagai persoalan sosial di sekitar kita. Harapannya, buku ini dapat memotivasi generasi muda NTT untuk terus berpikir dan berbagi,” ujarnya.

Perwakilan senior GMKI sekaligus penulis buku, Winston Neil Rondo, menegaskan bahwa buku tersebut bukan untuk dibanggakan, melainkan untuk diperjuangkan.

Di Balik 80,5 Persen: Bagi Melki–Johni, Kepuasan Publik Bukan Selebrasi, Melainkan Amanah

“GMKI dilahirkan dari kegelisahan terhadap kondisi gereja dan masyarakat. Karena itu, kita membutuhkan kader yang jelas sikapnya, berintegritas, dan konsisten dalam memperjuangkan nilai-nilai organisasi,” kata Winston.

Buku Lentera Perubahan kini tersedia melalui NTT Mart dengan harga Rp150.000 per eksemplar. Kehadirannya diharapkan menjadi titik awal penguatan gerakan literasi kader GMKI serta memperkokoh peran organisasi dalam pembangunan NTT.*/Fara Therik – Andri/llt

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement