Waikabubak Bersiap Jadi Pusat Pacuan Kuda Non Pelana Nasional 2026
JAKARTA,SELATANINDOENSIA.COM – Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, kian menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat pacuan kuda non pelana di Indonesia. Sepanjang 2026, wilayah ini akan menjadi tuan rumah dua agenda nasional pacuan kuda non pelana yang digelar oleh Federasi Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Pacu.
Agenda pertama berupa Latihan Bersama dan Sosialisasi Tata Cara Pacuan Kuda Non Pelana akan berlangsung pada 22–30 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII, yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat sebagai tuan rumah bersama.
Sekitar 700 hingga 800 ekor kuda dari berbagai daerah di Indonesia diperkirakan akan ambil bagian dalam latihan bersama tersebut. Selain menjadi ajang pemantapan teknis, kegiatan ini juga diarahkan untuk menyeragamkan pemahaman mengenai regulasi pacuan kuda non pelana yang akan diterapkan pada kompetisi tingkat nasional.
Tak berhenti di situ, Waikabubak kembali dipercaya menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda Non Pelana yang dijadwalkan berlangsung pada 8–9 Agustus 2026. Kejurnas ini diproyeksikan akan diikuti sekitar 800 ekor kuda dari seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu ajang pacuan kuda non pelana terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Sekretaris Jenderal Federasi Pusat Pordasi Pacu, Aguspen, mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan pacuan kuda non pelana di Sumba Barat. Menurut dia, penunjukan Waikabubak bukan hanya karena kesiapan arena, tetapi juga karena kuatnya tradisi pacuan kuda dalam kehidupan masyarakat Sumba.
Federasi Pusat Pordasi Pacu, lanjut Aguspen, juga telah berkoordinasi dengan Anggota DPR RI Fraksi Golkar dari Daerah Pemilihan NTT II, Dr Umbu Rudi Kabunang, yang selama ini dikenal memiliki perhatian besar terhadap pengembangan pacuan kuda di Sumba dan NTT secara umum.
Umbu Rudi Kabunang menilai, kepercayaan nasional kepada Waikabubak untuk menggelar berbagai kejuaraan pacuan kuda non pelana merupakan momentum penting bagi Sumba. Selain mengangkat nama Sumba di tingkat nasional, ajang ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, pariwisata, serta pelestarian budaya pacuan kuda yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat.
Dengan dua agenda nasional besar pada 2026, Waikabubak tak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga etalase budaya dan olahraga tradisional yang terus beradaptasi dengan tata kelola olahraga modern di tingkat nasional.
Disebutkan Umbu Rudi Kabunang, dampak dari kejurnas pacuan kuda adalah meningkatkan patiwisata dan secara langsung menggerakan ekonomi masyarakat. ”Beberapa waktu lalu kami berjumpa Ketua DPP Pordasi dan segenap pengurus membahas dan mendorong kejuaraan Pacuan Kuda Tanpa Pelana masuk sebagai salah satu olah raga yang dipertandingkan di PON 2028 NTT-NTT dan Sumba kita dorong jadi tuan rumah,” tegas Umbu Rudi Kabunang.
Ketua Pordasi Sumba Barat, Frangky Tarawatu Susanto yang dihubungi SelatanIndonesia.com, Sabtu (31/1/2026) menyambut baik Waikabubak sebagai lokasi pelaksanaan Kejuarnas Pacuan Kuda Non Pelana. ”Kami apresiasi atas terpilihnya Sumba Barat sebagai lokasi digelarnya Latihan Bersama dan Sosialisasi Tata Cara Pacuan Kuda Non Pelana yang akan berlangsung pada 22–30 April 2026 mendatang,” sebutnya.
Berbagai persiapan telah dilakukan pihkanya untuk menyambut ajang tersebut. ”Kami Pordasi Sumba Barat sudah memeprsiapkan langkah-langkah seperti lapangan dan persiapan lain. Kami dari Pordasi Sumba Barat berterima kasih karena Kejurnas dilakuskan di Sumba Barat, dan sangat berharapan agar PON 2028 untuk Pacuan Kuda digelar di Sumba Barat,” ujar Frangky.*/llt












Komentar