GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Ekonomi Sumba Tengah
Beranda / Berita Hari Ini NTT / Sumba Tengah / Dari Sambali Loku, Paulus Limu Menyemai Mimpi Kabupaten Robusta

Dari Sambali Loku, Paulus Limu Menyemai Mimpi Kabupaten Robusta

Bupati Sumba Tengah, Paulus S. K. Limu bersama pimpinan OPD, Pimpinan Bank NTT Cabang Waibakul, Gilberth Daud dan masyarakat ketika menanam anakn kopi robusta di Desa Sambali Loku, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Tengah, Bupati Sumba Tengah, Selasa (27/1/2026). Foto: ProkopimSTeng

Menanam Harapan dari Sambali Loku, Paulus Limu Dorong Sumba Tengah Menjadi Kabupaten Robusta

WAIBAKUL,SELATANINDONESIA.COM — Dari Desa Sambali Loku, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Tengah, Bupati Sumba Tengah Paulus S. K. Limu menanam lebih dari sekadar anakan kopi Robusta. Ia menanam harapan, arah pembangunan, sekaligus visi besar menjadikan Sumba Tengah sebagai Kabupaten Robusta, pusat pengembangan kopi unggulan di Nusa Tenggara Timur.

Pada Selasa (27/1/2026), Bupati Paulus turun langsung ke kebun bersama jajaran pemerintah daerah, penyuluh pertanian lapangan (PPL), Pimpinan Bank NTT Cabang Waibakul Gilbert Daud dan masyarakat setempat untuk melakukan penanaman perdana anakan kopi Robusta. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang konkret dari strategi jangka panjang penguatan ekonomi berbasis pertanian rakyat.

Sebanyak 2.475 anakan kopi Robusta direncanakan ditanam di Desa Sambali Loku. Pj. Kepala Desa Persiapan Kambata Ratu, Tayang Umbu Hunggar, menyampaikan bahwa saat ini telah tersedia 75 lubang tanam, dan pemerintah desa berkomitmen mengawal program ini agar berjalan optimal hingga tanaman berbuah dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Di hadapan petani dan aparat desa, Bupati Paulus menekankan bahwa pembangunan tidak cukup berhenti pada perencanaan.

Dukung PON 2028, Dr. Umbu Rudi Kabunang Dorong Pembangunan Arena Pacuan Kuda Nasional di Sumba Barat Daya

“Apapun yang kita kerjakan harus didoakan, dan apapun yang didoakan harus dikerjakan. Cara berpikir kita menentukan hasil yang kita capai,” ujar Bupati Paulus.

Bagi dia, kopi bukan sekadar komoditas, melainkan instrumen perubahan ekonomi dan mentalitas kerja masyarakat.

Bupati Paulus secara tegas menginstruksikan agar seluruh anakan kopi Robusta yang disiapkan harus tertanam tanpa sisa. Ia meminta PPL memastikan distribusi berjalan merata, melakukan pendampingan intensif, serta mengalihkan anakan kepada petani lain jika Calon Petani Calon Lahan (CPCL) belum siap. Baginya, keberhasilan program ditentukan oleh kedisiplinan eksekusi di lapangan.

Langkah di Sambali Loku ini menjadi fondasi menuju agenda yang lebih besar. Bupati Paulus menargetkan peluncuran program PK-POM Plus pada November–Desember 2026, dengan penanaman 100.000 anakan kopi Robusta secara serentak. Anakan tersebut akan bersumber dari komunitas Robusta Sumba Tengah, didukung Bank NTT melalui penyediaan 100.000 polibag, serta Dinas Pertanian yang menyiapkan benih unggul mulai disemaikan pada Juli 2026.

Visi Bupati Paulus jelas: membangun ekosistem kopi dari hulu ke hilir—dari benih, petani, pendampingan, hingga pasar. Dengan pendekatan ini, kopi Robusta diharapkan menjadi identitas baru Sumba Tengah, sekaligus penggerak peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Derap Tradisi di Tanah Sumba: Pacuan Kuda Non Pelana Menuju PON XXII

“Sumba Tengah tidak boleh hanya dikenal sebagai daerah kering. Kita bisa tumbuh dengan kopi, dengan kerja keras, dan dengan keberanian berpikir besar,” kata Bupati Paulus.

Dari Sambali Loku, Sumba Tengah mulai menapaki jalannya sebagai Kabupaten Robusta—sebuah cita-cita yang bertumbuh dari tanah, dirawat oleh petani, dan diarahkan oleh kepemimpinan yang menaruh keyakinan pada kekuatan pertanian rakyat.*/ProkopimSTeng/llt

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement