Bupati Rote Ndao Dorong Reformasi Layanan Kesehatan Berbasis Disiplin dan Inovasi
BA’A,SELATANINDONESIA.COM — Upaya memperkuat layanan kesehatan dasar terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Rote Ndao. Bupati Rote Ndao Paulus Henuk menegaskan pentingnya disiplin, kepemimpinan lapangan, serta inovasi di tingkat puskesmas sebagai fondasi pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berkeadilan bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Bupati Henuk saat bertemu jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao dan para Kepala Puskesmas se-Kabupaten Rote Ndao, Kamis (8/1/2026). Pertemuan tersebut membahas kondisi riil pelayanan kesehatan di puskesmas, pustu, dan posyandu, termasuk kebutuhan tenaga kesehatan dan ketersediaan logistik di lapangan.
Bupati menilai, tantangan pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan seperti Rote Ndao tidak bisa diselesaikan hanya melalui laporan administratif. Kepala puskesmas, menurut dia, perlu hadir langsung di tengah masyarakat untuk memahami persoalan secara utuh.
“Pemimpin layanan kesehatan harus turun ke lapangan, melihat sendiri kondisi puskesmas dan posyandu, serta memastikan pelayanan benar-benar berjalan,” ujar Bupati Paulus Henuk.
Dalam pertemuan itu, Bupati juga mendorong dilakukannya analisis SWOT dan telaah kebutuhan tenaga kesehatan secara serius. Hasil analisis tersebut diharapkan menjadi dasar pengambilan kebijakan, baik melalui optimalisasi tenaga yang ada maupun pengusulan tambahan tenaga—termasuk dokter—kepada Kementerian Kesehatan.
Selain aspek pelayanan, Bupati Paulus Henuk menyinggung kontribusi sektor kesehatan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia menekankan bahwa peningkatan PAD harus sejalan dengan peningkatan kualitas layanan, bukan sebaliknya. Untuk mendorong kinerja, Pemkab Rote Ndao berencana menerapkan sistem reward dan punishment bagi puskesmas berdasarkan capaian pelayanan dan kinerja.
Pada hari yang sama, Bupati Rote Ndao menghadiri perayaan Natal dan Tahun Baru bersama masyarakat Loaholu di Desa Tasilo. Perayaan tersebut berlangsung dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan, sekaligus dimanfaatkan sebagai ruang edukasi kesehatan masyarakat.
Berbagai isu kesehatan disampaikan kepada warga, mulai dari pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat hingga pencegahan stunting. Dalam kesempatan itu pula, Bupati memperkenalkan gagasan program “Kintal Gizi”, yang ke depan dirancang sebagai salah satu upaya menekan angka stunting dan meningkatkan ketahanan pangan serta kesejahteraan keluarga.
Di hadapan masyarakat, Paulus Henuk merefleksikan hampir sepuluh bulan kepemimpinannya bersama Wakil Bupati. Ia menyebut terdapat sejumlah capaian yang patut disyukuri, namun juga tidak menutup mata terhadap berbagai pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan.
“Pembangunan daerah tidak bisa dikerjakan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi, kerja sama, dan komitmen semua pihak,” katanya.
Bupati pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergandengan tangan membangun Rote Ndao, tanah Nusa Fua Funi, agar tumbuh sebagai daerah yang sehat, sejahtera, dan berdaya saing.*/ph/laurens leba tukan












Komentar