GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Ekonomi Olahraga
Beranda / Olahraga / Dari Lewoleba Menuju Liga 3: Rp500 Juta dari CSR Bank NTT untuk Mimpi Persebata

Dari Lewoleba Menuju Liga 3: Rp500 Juta dari CSR Bank NTT untuk Mimpi Persebata

Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuak dan Wakil Bupati Muhamad Nasir dan Pimpinan Bank NTT Cabang Lembata, Egber Balukh usai penandatanganan kesepakatan Bantuan CSR Bank NTT sebesar Rp.500.000.000 dalam mendukung PERSEBATA Lembata untuk berlaga di Liga 3. Pendandatanganan dilakukan di Kantor Bupati Lembata, Senin (11/8/2025). Foto: HumasBankNTT

Di ruang kerja Bupati Lembata, kesepakatan lahir bukan sekadar soal dana CSR Bank NTT, tapi juga tentang mimpi dan kebanggaan warga pulau sembur paus. 

LEWOLEBA,SELATANINDONESIA.COM — Pagi itu, Lewoleba seperti bersolek. Angin laut membawa aroma asin bercampur wangi kopi dari warung-warung kecil di tepi jalan. Di Pelabuhan, kapal-kapal nelayan bergoyang perlahan, seolah ikut menyambut sebuah hari penting. Di pusat kota, langkah-langkah pegawai dan suara kendaraan mengalir menuju kantor bupati, tempat di mana nasib klub kebanggaan warga, Persebata Lembata, akan mendapat babak baru.

Sore menjelang, ruang kerja Bupati Lembata berubah menjadi saksi lahirnya sebuah janji. Di meja panjang berlapis kain hijau, sebuah dokumen menunggu tinta basah tanda tangan. Di ujung meja, Bupati Petrus Kanisius Tuak dan Wakil Bupati Muhamad Nasir duduk berdampingan dengan Pimpinan Bank NTT Cabang Lembata, Egber Balukh.

Hanya butuh beberapa detik bagi pena untuk bergerak, namun makna di baliknya akan bergema lebih lama: Rp500 juta dana CSR Bank NTT resmi mengalir untuk Persebata Lembata, klub sepak bola kebanggaan warga yang akan berlaga di Liga 3.

“Terima kasih buat Pak Plt. Dirut dan jajarannya. Saya mengajak masyarakat Lembata menjadi nasabah Bank NTT,” ujar Bupati Kanis Tuak, menatap para hadirin dengan senyum yang tak bisa disembunyikan. Ia juga mengirim apresiasi tinggi untuk Gubernur NTT dan jajaran pimpinan utama Bank NTT. “Dukungan ini adalah bukti nyata kepedulian, bukan hanya di sektor keuangan, tapi juga olahraga dan kebanggaan daerah.”

Paulus Henuk Satukan Birokrasi Berintegritas dan Investasi Produktif di Rote Ndao

Bagi Bank NTT, yang berdiri sejak 17 Juli 1962, dukungan ini bukan hal baru. Selama ini mereka menyalurkan kredit bagi pelaku UMKM di desa-desa, menggerakkan roda ekonomi, mendukung pembangunan, dan kini, membakar semangat olahraga. “Bantuan ini harus dimanfaatkan optimal. Semoga ini jadi langkah awal kemajuan Persebata,” kata Bupati.

Persebata Lembata bukan sekadar tim bola. Di setiap laga, ada sorak anak-anak dari tepi pantai, ada orang tua yang datang jauh dari desa, ada wajah-wajah yang percaya bahwa kemenangan di lapangan adalah kemenangan seluruh pulau.

Dan kelak, ketika peluit panjang berbunyi di stadion, entah di Kupang, Makassar, atau Jakarta, para pemain Persebata akan membawa bukan hanya skor kemenangan, tapi juga cerita tentang sebuah pulau kecil yang menolak dilupakan. Tentang Lembata yang percaya, dengan satu bola dan seribu doa, mimpi bisa terbang lebih jauh dari ombak laut Lamalera, tempat ikan paus bermain.*/Laurens Leba Tukan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement