PLN Uji Jarak KupangโAtambua dengan Mobil Listrik, Tepis Kekhawatiran Soal Baterai
ATAMBUA,SELATANINDONESIA.COM โ Deru mesin tak terdengar ketika sebuah mobil listrik meluncur memasuki Pelataran Plaza Perizinan Atambua, Selasa (11/2/2029). Kendaraan itu baru saja menempuh perjalanan panjang dari Kupang. Tanpa asap knalpot, tanpa getaran kasar. Di balik kemudi, tersimpan pesan tentang masa depan energi yang tengah diperkenalkan kepada masyarakat perbatasan.
PT PLN (Persero) melalui kegiatan PLN EV Tour NTT bertema โMelaju Bersama Energi Masa Depanโ memilih Atambua sebagai salah satu titik penting sosialisasi kendaraan listrik di Nusa Tenggara Timur. Wilayah ini bukan sekadar kota kedua di NTT, tetapi juga beranda terdepan Indonesia yang berbatasan langsung dengan Timor Leste.
Manajer PLN UP3 Kupang, Nikolaus Denis Adrian, mengatakan perjalanan darat dari Kupang ke Atambua sengaja dilakukan untuk menjawab keraguan publik, terutama soal jarak tempuh dan daya tahan baterai.
โKami berangkat dari Kupang dengan baterai 100 persen. Tiba di Atambua masih tersisa sekitar 40 persen,โ ujar Nikolaus. Bahkan, mobil tersebut sebelumnya telah digunakan untuk kegiatan serupa di Kabupaten Soe sebelum melanjutkan perjalanan ke Belu.
Menurut dia, kekhawatiran masyarakat terhadap risiko kehabisan daya di tengah perjalanan menjadi salah satu tantangan utama dalam adopsi kendaraan listrik di wilayah timur Indonesia yang memiliki bentang jarak antarkota cukup jauh.
Selain jarak tempuh, PLN juga menekankan aspek kenyamanan dan dampak lingkungan. Kendaraan listrik disebut lebih senyap, minim perawatan mesin konvensional, serta tidak menghasilkan emisi gas buang.
โIni bagian dari progres pemerintah menuju transportasi ramah lingkungan. Zero emission bukan lagi konsep, tetapi sudah kita gunakan langsung,โ kata Nikolaus.
Sebagai daerah perbatasan, Atambua dinilai memiliki nilai strategis. PLN berharap pemanfaatan teknologi kendaraan listrik dapat menjadi simbol kemajuan infrastruktur energi nasional di kawasan terluar.
โSebagai wajah NKRI, kita ingin teknologi terbaru, baik dari sisi kelistrikan maupun transportasi, bisa tampil di sini,โ ujarnya.
Namun, sejumlah pertanyaan tetap mengemuka. Bupati Belu Willybrodus Lay menyoroti beberapa aspek yang menurutnya masih menjadi perhatian masyarakat, mulai dari performa kendaraan hingga layanan purna jual.
โMobil bensin punya akselerasi tertentu. Apakah mobil listrik juga demikian?โ kata Bupati Willy dalam sambutannya.
Ia juga menekankan pentingnya jaminan after sales service, terutama terkait umur pakai dan garansi baterai. Menurut dia, masyarakat perlu mendapatkan kepastian agar tidak terbebani risiko teknis di kemudian hari.
โJangan sampai masyarakat dibuat repot dengan persoalan baterai karena ini yang belum dipahami dengan baik,โ ujarnya.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Belu menyampaikan apresiasi atas inisiatif PLN membawa kendaraan ramah lingkungan ke wilayah perbatasan. Willy berharap langkah ini sejalan dengan kebijakan nasional untuk menekan emisi gas buang dan mendorong transisi energi bersih.
Upaya memperkenalkan kendaraan listrik di NTT menunjukkan bahwa transisi energi tidak lagi terpusat di kota-kota besar. Di beranda timur Indonesia, peralihan menuju mobilitas rendah emisi mulai diujiโbukan sekadar wacana, melainkan perjalanan nyata yang menempuh ratusan kilometer jalan darat.*/prokopimbelu/llt












Komentar