GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Ekonomi Gubernur NTT
Beranda / Gubernur NTT / Dari Doa ke Sawah: Gubernur Melki dan Yosef Lede Dorong Jemaat Pukdale Kemas Beras Premium OVOP

Dari Doa ke Sawah: Gubernur Melki dan Yosef Lede Dorong Jemaat Pukdale Kemas Beras Premium OVOP

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dan Bupati Kupang Yosef Lede ketika Syukuran HUT Jemaat Ebenhaezer Pukdale ke 68, Senin (25/8/2025). Foto: Dio.

Dari Mimbar Gereja ke Lahan Sawah: Gubernur Melki Ajak Jemaat Ebenhaezer Pukdale Dukung Gerakan OVOP

KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Suasana Desa Pukdale, Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Senin jelang malam (25/8/2025), diselimuti cahaya lampu sederhana yang berpadu dengan alunan pujian syukur. Jemaat GMIT Ebenhaezer Pukdale merayakan usia ke-68 gereja mereka dengan sukacita yang hangat. Di tengah perayaan iman itu, hadir dua pemimpin daerah: Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan Bupati Kupang Yoseph Lede.

Bagi Melki, panggilan akrab sang gubernur, ulang tahun jemaat bukan sekadar seremoni rohani. Dari mimbar gereja, ia menyelipkan pesan tentang masa depan desa. “Ebenhaezer artinya Batu Pertolongan. Biarlah gereja ini juga menjadi batu penolong bagi masyarakat sekitar, lewat iman dan juga kerja nyata,” ucapnya, disambut tepuk tangan jemaat.

Gubernur Melki menyinggung potensi pertanian Pukdale yang menurutnya luar biasa. Ia bahkan mengaku sudah lebih dari lima kali menginjakkan kaki di desa ini, selalu terkesan dengan hamparan sawah dan hasil bumi yang melimpah. “Kalau bisa, beras dari Pukdale jangan hanya dijual curah. Mari kita kemas jadi beras premium, supaya punya nilai tambah dan jadi produk unggulan desa,” katanya.

Ajakan itu bukan tanpa alasan. Sejak awal pemerintahannya, Gubernur Melki bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma mendorong program One Village One Product (OVOP) sebagai motor ekonomi desa. Ia ingin setiap wilayah di NTT punya produk khas yang bisa masuk pasar luas, tidak hanya lokal tetapi juga nasional. Pukdale, dengan kekuatan pertaniannya, ia anggap mampu menjadi contoh.

Paulus Henuk Satukan Birokrasi Berintegritas dan Investasi Produktif di Rote Ndao

Di hadapan jemaat, Gubernur Melki juga menyambungkan pesan rohani dengan mandat politik. Ia meminta doa restu agar pemerintah provinsi tetap bisa bekerja sejalan dengan agenda pembangunan nasional di bawah Presiden Prabowo Subianto. “Kami butuh dukungan doa agar bisa bekerja sungguh-sungguh demi rakyat NTT,” ujarnya.

Bupati Kupang Yoseph Lede menimpali dengan nada serupa. Ia menyebut gereja bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga mitra pemerintah dalam membangun masyarakat. “Kehadiran saya dan pak Gubernur di sini menandakan bahwa sukacita jemaat juga adalah sukacita pemerintah,” katanya.

Acara syukuran malam itu ditutup dengan santap malam bersama. Meja panjang dipenuhi hidangan lokal, dari jagung titi hingga sayur kelor. Jemaat, pemerintah, dan para pemimpin daerah larut dalam tawa, menandai sebuah malam di mana doa dan pembangunan bertemu di bawah atap gereja tua Ebenhaezer Pukdale.*/Baldus Sae/Laaurens Leba Tukan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement