Di Tanah Rantau, Rindu Itu Bernama Kampung Halaman
BANJARMASIN,SELATANINDONESIA.COM — Di sela agenda kenegaraan Presiden Prabowo Subianto yang meresmikan Program Sekolah Rakyat di Kalimantan Selatan, sebuah perjumpaan berlangsung jauh dari hiruk-pikuk seremoni negara. Di sebuah ruang sederhana di Kota Banjarmasin, rindu para perantau Nusa Tenggara Timur menemukan tempatnya pulang.
Senin malam (12/1/2025), Gubernur NTT Emanuel Melki Laka Lena hadir di tengah diaspora NTT se-Pulau Kalimantan dalam perayaan Natal dan Tahun Baru bertema “Cahaya dari Kampung Halaman”. Pertemuan itu menjelma lebih dari sekadar acara rutin tahunan. Ia menjadi ruang emosional, tempat ingatan, identitas, dan harapan dirajut kembali oleh mereka yang hidup jauh dari tanah kelahiran.
Bagi warga Flobamora yang telah lama menanam akar kehidupan di Kalimantan, kehadiran Gubernur NTT bukan sekadar simbol kehadiran negara. Ia hadir sebagai representasi kampung halaman, tentang tanah kering yang ditinggalkan, laut yang dirindukan, serta keluarga yang hanya bisa disapa lewat jarak dan waktu.
Usai mendampingi Presiden dalam agenda nasional di Banjarbaru, Gubernur Melki Laka Lena memilih meluangkan waktu bersama warganya di perantauan. Restoran Lima Rasa, Banjarmasin, dipenuhi wajah-wajah dari berbagai generasi: tokoh masyarakat, pemuda, mahasiswa, hingga keluarga perantau. Di antara doa, nyanyian Natal, dan sapaan akrab, terjalin suasana kekeluargaan yang hangat dan intim.
Ketua Umum Flobamora Kalimantan Selatan, Capt. Theofilus Ruing, menyebut pertemuan itu sebagai momen yang meneguhkan rasa memiliki diaspora terhadap NTT. “Di tengah agenda besar Presiden, Bapak Gubernur tetap hadir bersama kami. Ini bukan sekadar kunjungan formal, tetapi kehadiran yang menyentuh dan memberi makna bagi kami sebagai orang NTT di tanah rantau,” ujarnya.
Perayaan tersebut juga dihadiri perwakilan diaspora dari Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara, para tokoh agama lintas denominasi, PMKRI Kota Banjarmasin, Remaja Flobamora Kalsel, serta para sesepuh Flobamora se-Kalimantan. Kehadiran lintas generasi ini mencerminkan kuatnya solidaritas dan jalinan persaudaraan yang tetap terawat, meski jarak memisahkan dari kampung halaman.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan apresiasi atas semangat kebersamaan diaspora NTT yang terus hidup di tanah rantau. Ia menekankan bahwa di mana pun orang NTT berada, nilai-nilai kampung halaman, persaudaraan, gotong royong, dan iman harus tetap menjadi cahaya yang menuntun langkah.
“Semoga cahaya dari kampung halaman ini terus menguatkan identitas kita, memberi kontribusi bagi daerah tempat kita hidup, dan pada saat yang sama menjadi energi untuk membangun NTT yang lebih maju dan bermartabat,” ujarnya.
Di Banjarmasin malam itu, perayaan Natal dan Tahun Baru berubah menjadi ruang perjumpaan batin. Kampung halaman mungkin jauh secara geografis, tetapi melalui pertemuan itu, NTT hadir kembali hidup dalam kenangan, harapan, dan ikatan yang tak pernah benar-benar putus.
Di tanah rantau, rindu itu menemukan namanya: kampung halaman.*/edy/llt












Komentar