MBAY,SELATANINDONESIA.COM — Komitmen Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam memperkuat sektor pendidikan berbasis keagamaan kembali ditunjukkan melalui penyaluran dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk pondok pesantren. Kali ini, perhatian itu mengalir ke Pondok Pesantren Al-Ummah Al-Islamiyah Mbay, Kabupaten Nagekeo.
Dana CSR sebesar Rp 15 juta yang merupakan bagian dari program Pemerintah Provinsi NTT di bawah kepemimpinan Gubernur Melki Laka Lena, diserahkan kepada pengelola pondok pesantren melalui Bank NTT Cabang Mbay. Penyerahan dilakukan langsung oleh Pemimpin Bank NTT Cabang Mbay, Petrus Soba Lewar, di lingkungan Pondok Pesantren Al-Ummah Al-Islamiyah Mbay, Kamis (22/1/2026).
Penyaluran CSR tersebut menjadi wujud kehadiran pemerintah daerah dalam mendukung lembaga pendidikan keagamaan yang berperan penting dalam pembinaan sumber daya manusia, khususnya di wilayah pedesaan NTT.
Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ummah Al-Islamiyah Mbay, Ustad Hasbil Rena, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur NTT atas perhatian dan kepedulian yang diberikan. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi pengembangan sarana pendidikan yang saat ini tengah dibangun.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur NTT atas perhatian beliau kepada pondok pesantren kami. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mendidik generasi muda,” ujar Ustad Hasbil.
Ia juga berharap Gubernur NTT dapat berkunjung langsung ke Pondok Pesantren Al-Ummah Al-Islamiyah Mbay untuk melihat aktivitas pendidikan yang berlangsung.
Sementara itu, Petrus Soba Lewar menegaskan bahwa Bank NTT mendapat kepercayaan dari Pemerintah Provinsi NTT untuk menyalurkan dana CSR secara langsung kepada lembaga penerima manfaat. Ia menekankan bahwa program CSR ini tidak hanya menyasar satu wilayah, tetapi menjangkau pondok pesantren di berbagai daerah di NTT.
“Ini merupakan bentuk sinergi antara Pemerintah Provinsi NTT dan Bank NTT dalam mendukung pendidikan. Kami berharap dana ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan pengembangan pondok pesantren,” kata Petrus.
Pondok Pesantren Al-Ummah Al-Islamiyah Mbay berdiri sejak tahun 2020 dan mulai membuka jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) pada tahun 2023. Saat ini, pesantren tersebut membina 78 siswa yang berasal dari berbagai daerah di NTT, seperti Nagekeo, Ende, Ngada, hingga Timor Tengah Selatan.
Selain fokus pada pembangunan gedung sekolah dua lantai dan asrama putra-putri, pondok pesantren ini juga mencatat sejumlah prestasi. Di antaranya, mewakili Provinsi NTT pada ajang Musabaqah Qira’atil Kutub Nasional (MQKN) tahun 2022 dan 2025, serta kejuaraan pencak silat tingkat regional dan nasional.
Melalui penyaluran CSR ini, Pemerintah Provinsi NTT berharap pondok pesantren dapat terus berkembang sebagai pusat pendidikan karakter, keagamaan, dan kebangsaan di Nusa Tenggara Timur.*/llt












Komentar