GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Daerah Eksbis
Beranda / Eksbis / Bupati TTU Menyambut Rajutan Baru Bali–NTB–NTT

Bupati TTU Menyambut Rajutan Baru Bali–NTB–NTT

Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo (belakang, kelima dari kanan) ketika menghadiri penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Regional Bali–NTB–NTT di Golo Mori, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat Rabu (28/1/2026).Foto : Prokopim Setda TTU

Dari Golo Mori, Dukungan Daerah Perbatasan Menguatkan Kerja Sama Bali–NTB–NTT

LABUAN BAJO,SELATANINDONESIA.COM — Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menegaskan dukungannya terhadap penguatan kerja sama regional Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang kembali dihidupkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Regional Bali–NTB–NTT di Golo Mori, Labuan Bajo, Rabu (28/1/2026).

Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo hadir langsung dalam agenda strategis tersebut. Kehadirannya mencerminkan komitmen pemerintah daerah perbatasan untuk memastikan bahwa kerja sama lintas provinsi tidak berhenti pada level kebijakan, tetapi memberi dampak nyata hingga ke kabupaten, termasuk wilayah terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL).

“Bagi daerah seperti TTU, kerja sama regional ini membuka ruang konektivitas dan akses pasar yang selama ini menjadi tantangan utama wilayah perbatasan,” ujar Yosep Falentinus di sela kegiatan.

PKS yang ditandatangani Pemerintah Provinsi Bali, NTB, dan NTT tersebut mencakup sektor-sektor strategis, antara lain pariwisata, energi, konektivitas transportasi, serta perdagangan yang meliputi pertanian, perikanan, dan peternakan. Kerja sama ini dipandang sebagai upaya menjawab persoalan klasik kawasan timur Indonesia, mulai dari fragmentasi wilayah hingga tingginya biaya logistik.

Dukung PON 2028, Dr. Umbu Rudi Kabunang Dorong Pembangunan Arena Pacuan Kuda Nasional di Sumba Barat Daya

Bagi TTU, yang memiliki pelabuhan laut dan posisi geografis strategis sebagai gerbang NTT di wilayah perbatasan, kolaborasi ini dinilai membuka peluang integrasi ekonomi yang lebih luas. Penguatan konektivitas antarpulau dan antarprovinsi diharapkan mampu memperlancar arus barang, meningkatkan daya saing produk lokal, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.

Penandatanganan PKS ini juga menjadi momentum kebangkitan kembali semangat persaudaraan kawasan Sunda Kecil yang selama bertahun-tahun berkembang dengan ritme pembangunan yang berbeda. Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyebut kerja sama ini sebagai tekad kolektif untuk membangun arah baru pembangunan Indonesia Timur melalui kolaborasi, bukan kompetisi antardaerah.

Dukungan dari pemerintah kabupaten, termasuk TTU, menjadi elemen penting agar kerja sama regional tersebut berkelanjutan. Menurut Yosep Falentinus, sinergi lintas provinsi harus diikuti dengan keterlibatan aktif pemerintah kabupaten sebagai pelaksana di lapangan.

“Daerah kabupaten adalah ujung tombak. Kami siap menyelaraskan kebijakan daerah agar manfaat kerja sama ini benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Melalui kerja sama Bali–NTB–NTT, pemerintah daerah berharap terbentuk ekosistem pembangunan yang lebih terintegrasi, memperkuat posisi kawasan timur Indonesia dalam peta ekonomi nasional, sekaligus memastikan wilayah perbatasan tidak lagi berada di pinggiran pembangunan.*/Apson/Kominfotik TTU/llt

Derap Tradisi di Tanah Sumba: Pacuan Kuda Non Pelana Menuju PON XXII

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement