KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Federasi Nasional Pordasi Pacu Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi memiliki kepengurusan untuk periode 2026โ2030. Pelantikan tersebut menegaskan bahwa NTT telah sah menjadi salah satu provinsi yang menjalankan transformasi organisasi olahraga berkuda sebagaimana diarahkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat.
Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat (DPP) Federasi Nasional Pordasi Pacu, Prasetyo Oedjiantono, menyatakan bahwa kepengurusan Pordasi Pacu NTT telah dilantik pada Jumat (6/2/2026) oleh Ketua Umum DPP Federasi Nasional Pordasi Pacu, Drs. Teddy Soediro dihadiri Sekretaris KONI NTT (saat itu) Lambertus Ara Tukan.
โKami tegaskan bahwa NTT sudah memiliki pengurus Federasi Nasional Pordasi Pacu yang sah. Dengan pelantikan tersebut, NTT menjadi provinsi kelima di Indonesia yang telah membentuk kepengurusan Pordasi Pacu di tingkat daerah,โ ujar Sekjen Prasetyo saat ditemui di sela Musyawarah Olahraga Provinsi (Musprov) KONI NTT di Hotel Harper Kupang, Minggu (8/2/2026).
Kepengurusan Federasi Nasional Pordasi Pacu NTT diketuai oleh Dr. Umbu Rudi Kabunang. Sekjend Prasetyo berharap jajaran pengurus yang baru dapat membawa pembinaan pacuan kuda di NTT lebih terarah dan berorientasi pada prestasi.
โNTT memiliki potensi besar dalam pacuan kuda karena tradisi berkuda yang kuat. Ini modal penting untuk melahirkan atlet-atlet pacuan kuda berprestasi,โ katanya. Agenda selanjutnya adalah Ketua Fedrasi Nasional Pordasi Pacu NTT bersama pengurus melakukan konsolidasi di tingkat Kabupaten dan Kota se NTT. Dan sama-sama berjuang agar Pacuan Kuda Tradisioanl atau Pacuan Tanpa Pelana akan masuk dalam nomor yang diprlombakan di PON 2028.
Sekjen Prasetyo menjelaskan, pelantikan tersebut merupakan tindak lanjut dari surat edaran KONI Pusat Nomor 52 yang menginstruksikan seluruh KONI provinsi dan kabupaten/kota untuk segera melakukan transformasi organisasi cabang olahraga berkuda. Transformasi ini bertujuan memperkuat pembinaan prestasi atlet secara lebih fokus dan profesional.
Sekjen Prasetyo menjelaskan bahwa pada Musyawarah Nasional (Munas) Pordasi ke-14 pada November 2024 telah disepakati pemisahan organisasi Pordasi menjadi empat federasi, yakni Federasi Equestrian, Federasi Pacu, Federasi Polo, dan Federasi Berkuda Memanah. Masing-masing federasi memiliki struktur kepengurusan tersendiri agar dapat berkonsentrasi pada disiplin olahraga yang dikelolanya.
โDengan pembagian federasi ini, ruang kerja organisasi menjadi lebih sempit dan fokus. Harapannya, pembinaan atlet akan lebih efektif sehingga prestasi dapat meningkat, baik di level daerah, nasional, hingga internasional,โ ujar Sekjen Prasetyo.
Ia menambahkan, keberadaan Federasi Nasional Pordasi Pacu di NTT diharapkan menjadi momentum penting bagi pengembangan pacuan kuda di wilayah tersebut, sekaligus memperkuat posisi NTT dalam peta olahraga berkuda nasional.*/llt













Komentar