Wabup Sumba Tengah Tanam Kopi Robusta, Dorong Ekonomi Warga Desa Holur Kambata
WAIBAKUL,SELATANINDONESIA.COM — Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah terus mendorong penguatan sektor perkebunan sebagai penopang ekonomi masyarakat. Salah satunya melalui pengembangan kopi robusta yang mulai ditanam secara bertahap di Desa Holur Kambata, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Tengah.
Wakil Bupati Sumba Tengah, M. Umbu Djoka, Selasa (3/2/2026), turun langsung ke desa tersebut untuk melakukan penanaman anakan kopi robusta bersama kelompok tani setempat. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengembangan komoditas unggulan daerah yang diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani dalam jangka panjang.
Kunjungan kerja tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Sumba Tengah Bernad Gella, staf ahli bupati, pimpinan perangkat daerah, camat Umbu Ratu Nggay Tengah, Kepala Desa Holur Kambata, Kelompok Tani Pakidi Wiki, serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
Kepala Desa Holur Kambata, Markus R. Gana, menyampaikan bahwa desa menerima bantuan sebanyak 2.000 anakan kopi robusta. Hingga saat ini, sebanyak 250 anakan telah ditanam, sementara 1.750 lubang tanam lainnya telah disiapkan untuk penanaman lanjutan.
“Penanaman hari ini dilakukan langsung oleh Wakil Bupati bersama rombongan. Selanjutnya akan dilanjutkan oleh Kelompok Tani Pakidi Wiki,” ujar Markus. Ia juga menyatakan komitmennya untuk terlibat aktif sebagai relawan komunitas kopi robusta serta menyiapkan lahan seluas satu hektare guna mendukung pengembangan kopi di wilayahnya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Umbu Djoka menegaskan bahwa kopi robusta memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Sumba Tengah, baik dari sisi agroklimat maupun peluang pasar. Menurut dia, pengelolaan yang serius dan pendampingan berkelanjutan menjadi kunci keberhasilan program ini.
Kelompok Tani Pakidi Wiki yang beranggotakan 20 orang, kata dia, diharapkan menanam masing-masing 100 anakan kopi. Dengan demikian, kopi tidak hanya menjadi tanaman jangka panjang, tetapi juga sumber penghidupan yang mampu menopang kebutuhan keluarga, termasuk biaya pendidikan anak.
“Dua ribu anakan kopi ini harus tertanam semua, dirawat, dan dijaga sampai berbuah. Penyuluh pertanian harus terus mendampingi petani agar hasilnya maksimal,” tegas Umbu Djoka.
Ia juga mengungkapkan bahwa dari seluruh Pulau Sumba, hanya Kabupaten Sumba Tengah yang memperoleh bantuan anakan kopi robusta tersebut. Hal ini, menurutnya, menjadi peluang strategis yang harus dimanfaatkan secara optimal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Umbu Djoka optimistis, jika kopi robusta dikelola secara konsisten dan berkelanjutan, sektor perkebunan dapat menjadi salah satu motor penggerak perubahan ekonomi masyarakat Sumba Tengah di masa depan.*/ProkopimSTeng/llt












Komentar