GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Golkar Politik
Beranda / Politik / Nama Frans Sarong Dicatut untuk Proyek, Keluarga Besar Manggarai Nyatakan Sikap Tempuh Proses Hukum 

Nama Frans Sarong Dicatut untuk Proyek, Keluarga Besar Manggarai Nyatakan Sikap Tempuh Proses Hukum 

Tokoh IKMR, Frans Sarong

KUPANG,SELATANINDONESIA.COM — Keluarga besar Manggarai di Kota Kupang menyatakan sikap tegas atas maraknya pencatutan nama Frans Sarong untuk kepentingan proyek dan pinjaman dana. Mereka mengimbau masyarakat Nusa Tenggara Timur agar tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan Frans Sarong demi keuntungan pribadi.

Dalam pernyataan bersama yang disampaikan para tokoh Manggarai di Kupang, Senin (2/2/2026) ditegaskan bahwa Frans Sarong tidak pernah menjanjikan proyek, jabatan, maupun bantuan dana dalam bentuk apa pun. Segala klaim yang membawa-bawa nama beliau dinilai sebagai tindakan menyesatkan dan mencederai integritas seorang tokoh yang selama ini dikenal luas karena keteladanan moralnya.

“Kami menegaskan kepada publik NTT agar tidak terbuai oleh pihak-pihak yang menjual nama Frans Sarong. Itu tidak benar. Beliau tidak pernah menjanjikan proyek atau pinjaman dana,” demikian pernyataan yang disampaikan keluarga besar Manggarai di Kupang diantaranya Dr. Alex Madur, Hendra Jasmin dan Matheus Dasar dan sejumlah tokoh lain.

Tokoh Pemersatu dan Panutan Moral

Frans Sarong dikenal luas di kalangan masyarakat Manggarai, khususnya di Kota Kupang, sebagai figur pemersatu dan tua golo yang merangkul semua kalangan. Perannya dalam menyatukan warga Manggarai lintas latar belakang disebut sangat besar, baik dalam kegiatan sosial, kekeluargaan, maupun komunitas.

Menyelamatkan Anak dari Jerat Sunyi Medsos, DPR Dr. Umbu Rudi Kabunang Dorong Larangan Pengguna Akun di Bawah 16 Tahun

Dr. Alex Madar menilai bahwa ketokohan Frans Sarong dibangun dari integritas dan konsistensi moral, bukan dari kepentingan pragmatis.

“Dari segi ketokohan dan integritas, beliau jauh di atas kepentingan sesaat. Banyak peran beliau dalam menyatukan orang Manggarai. Karena itu, ketika ada pihak yang memanfaatkan kemurahan hati beliau, kami sebagai warga Manggarai merasa sangat terluka,” ujar Alex.

Ia menambahkan, cerita-cerita miring yang beredar terkait pencatutan nama Frans Sarong sangat mengganggu nurani komunitas Manggarai.

Kekecewaan dan Kemarahan Komunitas

Kekecewaan serupa disampaikan Wakil Ketua Ikatan Kluarga Manggarai Raya (IKMR) Kupang, Matheus Dasar. Ia menyatakan bahwa keluarga besar Manggarai mengecam keras pihak-pihak yang mencatut nama Frans Sarong untuk kepentingan proyek dan jabatan.

Dr. Umbu Rudi Kabunang: Saat Prabowo Membawa Indonesia ke Meja Perdamaian Dunia

“Frans Sarong adalah tokoh pemersatu dan suri teladan kami. Jika ada yang mengklaim membawa nama besar beliau untuk proyek atau jabatan, itu sama saja mendegradasi ketokohan dan kehormatan beliau,” kata Matheus.

Menurutnya, jaringan yang dimiliki Frans Sarong lahir dari kepercayaan dan moralitas, bukan dari praktik transaksional. Karena itu, segala upaya memanfaatkan nama beliau untuk kepentingan tidak baik dinilai sebagai perbuatan tercela.

IKMR Pertimbangkan Langkah Hukum

Pengurus Ikatan Keluarga Manggarai Raya (IKMR) juga menyatakan kekecewaan mendalam. Wakil Ketua IKMR menyebut bahwa pencatutan nama Frans Sarong bahkan diduga dilakukan oleh salah satu kontraktor asal Manggarai.

“Kami sangat kecewa. Jika perlu, kami akan menempuh proses hukum untuk memulihkan nama baik Frans Sarong. Ini bukan soal pribadi, tetapi soal kehormatan tokoh Manggarai,” ujarnya.

Melki Laka Lena dan Umbu Rudi Kabunang: Dua Kraeng di Panggung IKMR

IKMR juga mengingatkan masyarakat agar ke depan tidak mempercayai pihak mana pun yang kembali melakukan praktik serupa.

Suara Orang Muda Manggarai

Kekecewaan juga datang dari generasi muda. Hendra Jasmin, perwakilan orang muda Manggarai, menyatakan bahwa pencatutan nama Frans Sarong melukai perasaan kaum muda.

“Sebagai orang muda Manggarai, kami sangat kecewa dan terluka. Kami menegaskan kepada publik NTT agar jangan percaya pihak-pihak yang menjual nama Frans Sarong untuk proyek atau pinjaman uang,” kata Hendra.

Ia menegaskan bahwa generasi muda Manggarai berdiri untuk menjaga nilai integritas dan keteladanan yang selama ini ditunjukkan oleh Frans Sarong.

Imbauan kepada Publik

Keluarga besar Manggarai menutup pernyataan mereka dengan jaminan penuh atas integritas Frans Sarong. Mereka meminta semua pihak yang telah mencatut nama beliau untuk segera menghentikan praktik tersebut dan membersihkan nama baiknya.

“Pencatutan nama Frans Sarong benar-benar mengganggu nurani kami sebagai orang Manggarai. Pernyataan ini mewakili suara keluarga besar Manggarai,” demikian penegasan mereka.

Frans Sarong menegaskan, ia tidak pernah berurusan dengan proyek. “Saya tidak berutang dengan siapapun berkaitan dengan proyek. Sehingga meminta publik NTT jangan percaya dengan godaan seseorang yang membawa nama saya untuk mendapatkan proyek dan pinjaman,” tegas Frans Sarong.*/llt

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement