KUPANG,SELATANINDONESIA.COM — Perayaan Natal tidak sekadar menjadi seremoni keagamaan, melainkan ruang permenungan tentang nilai kasih, pengabdian, dan tanggung jawab sosial. Pesan itulah yang ditegaskan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam Ibadah dan Perayaan Natal Bersama Polda NTT Tahun 2025 yang berlangsung di GMIT Kaisarea BTN Kolhua, Kupang, Selasa (6/1/2026).
Di hadapan jajaran kepolisian, pemerintah daerah, tokoh agama, serta masyarakat, Gubernur Melki menekankan bahwa kelahiran Yesus Kristus adalah teladan kehidupan yang sarat dengan hikmat dan cinta kasih—nilai yang relevan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Perayaan Natal harus dimaknai sebagai ruang refleksi untuk meneladani kehidupan Yesus yang penuh kasih, hikmat, dan pengabdian bagi sesama,” ujar Melki dalam perayaan yang mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” (Matius 1:21–24).
Natal tahun ini, menurut Gubernur Melki, juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di NTT. Ia menyinggung persoalan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem, stunting, penyakit menular seperti HIV/AIDS, hingga maraknya tindak pidana perdagangan orang dan pekerja migran nonprosedural.
“Sinergi seluruh elemen sangat dibutuhkan agar kita mampu mendorong terwujudnya NTT yang maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan,” katanya.
Dalam suasana yang sarat kehangatan itu, Gubernur Melki juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polda NTT atas dedikasi mereka dalam menjaga keamanan selama perayaan Natal 2025 dan pergantian Tahun Baru 2026.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada Polda NTT yang telah bekerja dengan penuh tanggung jawab, sehingga seluruh rangkaian perayaan berlangsung aman dan kondusif,” ujarnya.
Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko menyampaikan bahwa nilai-nilai Natal sejalan dengan tugas Polri dalam melayani masyarakat. Menurutnya, Natal menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen pelayanan, sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah, dan masyarakat.
“Natal mengajak kita untuk menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis, serta menjadi teladan dalam cinta kasih dan damai sejahtera,” kata Rudi.
Pesan Natal juga disampaikan oleh perwakilan Uskup Agung Kupang, R.D. Longginus Bone, Pr. Ia menekankan bahwa kelahiran Yesus dari keluarga sederhana menegaskan pentingnya keluarga sebagai fondasi utama masyarakat dan cerminan kehadiran Allah yang berpihak pada keadilan.
“Keluarga adalah fondasi masyarakat. Dari sanalah nilai keadilan, cinta, dan kepedulian bertumbuh,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Perayaan Natal Bersama Polda NTT 2025 Kombes Pol Aldinan R.J. Hanter Manurung menjelaskan bahwa rangkaian Natal tidak hanya diisi ibadah, tetapi juga aksi sosial. Di antaranya bakti religi, penyerahan bantuan bagi rumah ibadah, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Melalui perayaan Natal ini, cahaya kasih diharapkan tidak berhenti di altar ibadah, tetapi menjelma menjadi kerja bersama—menjahit solidaritas dan harapan bagi masa depan Nusa Tenggara Timur.*/Fara Therik/llt












Komentar