KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – โPada mulanya adalah Firman. Firman itu bersama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah.โ Kalimat dari Injil Yohanes itu menjadi pembuka ucapan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, ketika menyampaikan selamat ulang tahun ke-150 untuk Kongregasi Societas Verbi Divini (SVD) โ Serikat Sabda Allah, Senin (8/9/2025).
Dari Steyl, Belanda, tempat Santo Arnold Janssen mendirikan SVD pada 1875, Sabda itu menjalar hingga ke pelosok dunia. Misi pertama Santo Yosef Freinademetz ke Tiongkok menandai perjalanan panjang, sebelum akhirnya misionaris SVD tiba di Lahurus, Belu, pada 1913. Dari tanah perbatasan itulah, cahaya Sabda memancar bersama pembangunan: sekolah, rumah sakit, jembatan, koperasi, seni budaya, hingga gerakan peduli lingkungan.
Dalam sejarah Indonesia, jejak SVD juga tertoreh. Bung Karno yang diasingkan ke Ende (1934โ1938) menemukan sahabat diskusi dari para misionaris SVD. Di ruang percakapan itulah lahir inspirasi nilai-nilai yang kelak menjadi Pancasila. Sejak itu, misi Sabda berpadu dengan semangat kebangsaan.
Tonggak lain lahir ketika Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero didirikan pada 1937. Dari sana, NTT menjelma menjadi lumbung misionaris dunia. Ratusan putra-putri Flores, Timor, dan Sumba diutus menyeberangi lautan, menjadi pewarta Sabda sekaligus duta budaya Indonesia. Kebanggaan kian mengental ketika Pater Paulus Budi Kleden, SVD, asal Flores Timur, NTT, dipercaya menjadi Superior General SVD Sedunia (2018โ2024), sebelum akhirnya ditahbiskan sebagai Uskup Agung Ende.
โPemerintah dan masyarakat NTT berterima kasih. SVD telah menghadirkan bukan hanya Sabda, tetapi juga pembangunan. Kami berharap SVD terus menjadi mitra strategis dalam pendidikan, ekonomi rakyat, hingga program One Village One Product. Biarlah rumah-rumah SVD juga menjadi etalase produk unggulan NTT,โ ujar Gubernur Melki Laka Lena.
Suasana syukur itu semakin hidup di Aula SVD Nenuk, Desa Naekasa, Kabupaten Belu, Senin (8/9/2025). Di bawah tema โBersaksi tentang Sang Terang dari segala penjuru bagi setiap orang menjadi murid yang kreatif di tengah dunia yang terlukaโ, ratusan imam konselebran berkumpul. Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr, bersama Uskup Tanjung Selor, Mgr. Paulinus Yan Olla, memimpin perayaan.
โKami dilahirkan dan dibesarkan dari jantung hati SVD. Dari sini lahir Seminari Lalian dan berbagai seminari lain yang menjadikan NTT pusat panggilan terbesar di Indonesia,โ ujar Uskup Domi dilansir dari Poskupang.com. Ia mengajak putra-putri Santo Arnoldus Janssen bergandengan tangan agar suara Kristus terus menggema di dunia.
Bagi Uskup Domi, tantangan SVD hari ini sama seperti dahulu: menjaga etos produktif, inovatif, sekaligus memastikan kesejahteraan umat. โMisi terbesar kita adalah kembali ke dalam diri, keluarga, dan masyarakat. Semua yang bergelut dalam pengelolaan bumi harus memastikan kesejahteraan umat Tuhan yang berakar pada Sabda Allah,โ katanya.
Hari syukur 150 tahun ini bukan sekadar nostalgia sejarah, melainkan momentum meneguhkan panggilan. SVD di NTT bukan hanya rumah iman, melainkan juga menara cahaya yang memandu pembangunan, persahabatan antarbangsa, hingga diplomasi budaya.
โBagi putra-putri NTT yang diutus ke seluruh dunia,โ tutup Melki, โjadilah garam dan terang dunia. Semoga Hati Yesus hidup dalam hati kita semua. Ayo Bangun SVD, Ayo Bangun NTT.โ*/Laurens Leba Tukan













Komentar