GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Olahraga Sumba Tengah
Beranda / Berita Hari Ini NTT / Sumba Tengah / Lapangan Kampung Menuju Mimpi Besar Sepak Bola Sumba Tengah

Lapangan Kampung Menuju Mimpi Besar Sepak Bola Sumba Tengah

Wakil Bupati Sumba Tengah M. Umbu Djoka, S.Hut., M.Si ketika membuka Turnamen Sepak Bola U-13 Gailar Cup 2025 di Lapangan Ratiwoya, Desa Makatakeri, Kabupaten Sumba Tengah, Selasa (12/8/2025). Foto: ProkopimSTeng

Dari Ratiwoya, bakat-bakat muda mulai menendang harapan ke masa depan

WAIBAKUL,SELATANINDONESIA.COM – Rumput di Lapangan Ratiwoya, Desa Makatakeri, tak sepenuhnya rata. Di beberapa sudut, tanah kering berdebu menyembul di antara bilah-bilah hijau. Tapi sore itu, tak ada yang peduli. Anak-anak berseragam bola warna-warni berlari kecil, mengatur barisan, sementara suara tambur dan teriakan warga mengisi udara.

Di tengah lingkaran lapangan, Wakil Bupati Sumba Tengah M. Umbu Djoka, S.Hut., M.Si berdiri dengan bola di kakinya. “Event ini adalah langkah positif memajukan sepak bola di Sumba Tengah. Tahun depan, akan kita buat lebih meriah,” ujarnya sebelum menendang bola perdana, tanda dimulainya Turnamen Sepak Bola U-13 Gailar Cup 2025.

Sebanyak 28 tim dari berbagai penjuru kabupaten siap bertanding hingga 23 Agustus. Di antara mereka, ada yang datang menumpang truk sayur, ada yang berangkat subuh dari kampungnya, membawa tas kecil berisi sepatu bola yang warnanya sudah pudar. Semua dengan mimpi yang sama: menjadi juara dan membuka jalan ke panggung yang lebih besar.

Ketua ASKAB PSSI Sumba Tengah, Robertus U. Tayi, ST, tahu betul arti turnamen ini. “Ini ajang pembinaan. Dari sini kita cari pemain yang bisa bersaing di El Tari Cup atau Soeratin Cup, bahkan tingkat nasional,” katanya. Baginya, sepak bola tak hanya soal menang dan kalah, tapi juga sarana memupuk persatuan, persaudaraan, dan percaya diri anak-anak kampung.

Gubernur Melki dan FOHG Australia: Harapan Baru Pasien Kanker di NTT

Janji Wakil Bupati membuat suasana makin hangat. Pemerintah daerah, katanya, sedang menyiapkan pembangunan stadion olahraga. “Kita ingin talenta ini punya rumah yang layak,” ucapnya. Di tepian lapangan, para orang tua saling berdesakan, sebagian membawa kamera ponsel, merekam momen anak-anak mereka yang tengah berlari mengejar bola di tengah sorak-sorai.

Ketika peluit wasit dibunyikan, bola bergulir cepat di tanah Ratiwoya. Teriakan “shoot!” terdengar dari pinggir lapangan, bercampur tawa dan tepuk tangan. Di bawah langit sore, mimpi-mimpi kecil itu mulai berlari, menyusuri lapangan kampung, menuju masa depan yang tak pernah berhenti mereka bayangkan.*/ProkopimSTeng/Laurens Leba Tukan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement