
JAKARTA,SELATANINDONESIA.COM – Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena tidak main-main dalam mendorong pembangunan daerahnya. Dalam langkah yang jarang terjadi, ia membawa seluruh bupati dan wali kota se-NTT ke Jakarta untuk menemui sejumlah kementerian dan lembaga. Salah satu agenda utamanya, mengamankan investasi jumbo Rp 8 triliun untuk tambak udang di Sumba Timur!
Langkah berani ini mendapat respons positif dari Menteri Kelautan dan Perikanan Wahyu Sakti Trenggono. Ia memastikan proyek ini akan selesai pada 2027 dan siap menyerap 5.000 tenaga kerja lokal.
“Kami tak hanya bicara investasi, tapi juga membangun ekosistem industri perikanan yang berkelanjutan di NTT. Negara harus hadir lebih dulu, swasta akan menyusul,” tegas Trenggono dalam pertemuan yang berlangsung penuh optimism itu Jakarta, Senin (17/3/2025).
NTT Bersatu, Rebut Perhatian Pusat
Kunjungan besar-besaran para kepala daerah NTT ke Jakarta ini bukan sekadar seremoni. Mereka menemui berbagai kementerian untuk memperjuangkan program pembangunan lainnya, termasuk pengembangan garam dan rumput laut sebagai sektor andalan baru.
“Kami tidak ingin hanya menjadi penonton. NTT punya potensi besar, dan kami siap untuk mendukung investasi yang masuk,” ujar Gubernur Melki Laka Lena.
Para bupati dan wali kota se-NTT kompak menyuarakan aspirasi rakyat mereka, meminta dukungan penuh dari pemerintah pusat agar pembangunan tidak hanya terpusat di Jawa.
Siap Jadi Pusat Ekonomi Maritim!
Investasi tambak udang di Sumba Timur bukan sekadar proyek biasa. Ini adalah sinyal bahwa NTT siap menjadi pusat ekonomi maritim nasional. Jika berjalan sukses, model ini bisa direplikasi ke berbagai daerah pesisir lainnya.
Pemerintah pusat pun berjanji akan mempermudah regulasi dan membantu dalam pendanaan. “Kami ingin udang, garam, dan rumput laut dari NTT menjadi primadona nasional dan ekspor,” kata Trenggono.
Dengan semangat dan strategi besar ini, NTT sedang menatap masa depan yang pada akhirnya akan keluar dari bayang-bayang ketertinggalan dan menjelma menjadi raksasa ekonomi maritim Indonesia.*/)gt/llt