
LARANTUKA,SELATANINDONESIA.COM – Pemerintah Kabupaten Flores Timur melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Flores Timur menggelar pelatihan Pemandu Wisata Alam (Selam) secara komperhensif dan berjenjang. Sebanyak 15 orang dilatih untuk menjadi pemandu wisata khususnya selam.
Pasalnya, potensi kelautan di kabupaten Flores Timur sangat besar. “Hasil perikanan kita telah menjadi salah satu sumber pemasok kebutuhan akan ikan bagi kabupaten lain di NTT, bahkan juga dikirim keluar propinsi untuk diekspor keluar negeri. Di samping hasil perikanan, laut kita juga menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan pariwisata. Wisata bahari pun digadang-gadang menjadi salah satu sektor penting yang diharapkan dapat memberikan dampak yang positif terhadap peningkatan industri pariwisata dan pendapatan daerah,” sebut Penjabat Bupati Flores Timur, Doris Alexander Rihi dalam sambutan yang dibacakan oleh Plt. Asisten III Setda Flotim, Agus Ruing Ketika membuka acara pelatihan Pemandu Wisata Alam (selam) di Larantuka, Senin (12/6/2023).
Dijelaskan, di beberapa spot wisata, banyak potensi wisata bawah laut yang memiliki keanekaragaman hayati dan ekosistem laut yang patut dikembangkan dan diberi perhatian lebih agar tetap terjaga dan terlestarikan. Namun, untuk mengoptimalkan potensi itu, harus terlebih dahulu menyiapkan potensi sumber daya manusia yang ada. “Karena sektor ini tentunya juga membutuhkan keahlian dan standar tertentu dalam pemanfaatannya,” sebutnya.
Doris Rihi mengatakan, selama ini, pengelolaan pariwisata Flotim khususnya yang berfokus pada potensi bawah laut, sepertinya masih dikelola dan dijalankan secara konvensional dengan peralatan yang sederhana tanpa standar keamanan yang memadai dan bahkan berbahaya bagi keselamatan. “Para pelaku dan pegiat pariwisata serta pemandu wisata kita masih sangat terbatas dalam melakukan aktifitas bawah laut yang berbasis pariwisata, baik dari segi peralatan maupun pengetahuan,” ujarnya.
Oleh karena itu, Pemerintah Daerah memberikan apresiasi kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang telah berinisiatif melaksanan kegiatan Pelatihan Pemandu Wisata Alam/Selam ini sebagai bagian dari upaya mendorong pengembangan industri pariwisata di Flores Timur. “Terkhusus pengoptimalan potensi bawah laut dan peningkatan kapasitas pemandu wisata lokal. Saat ini, para pemandu wisata alam selam di Flores Timur, masih sangat terbatas jumlahnya, yakni sebanyak 20 penyelam yang berlisensi Open Water, Advance dan Rescue yang juga lahir dari kegiatan pelatihan ini pada tahun 2021 yang lalu,” jelasnya.
Itu pasalnya, untuk menjadi seorang pemandu wisata selam yang profesional dan diakui sesuai standar yang berlaku, dari kegiatan ini diharapkan akan menghadirkan pemandu wisata alam selam yang berlisensi Advance, Rescue dan Dive Master yang secara standar yang berlaku dapat menjadi pemandu wisata alam selam yang profesional dan menjadi sumber daya yang penting bagi pengembangan potensi wisata bahari di Flores Timur.
“Selaku Penjabat Bupati Flores Timur, saya berharap agar seluruh kegiatan ini dapat dioptimalkan secara baik, melalui materi pelatihan dan prakteknya di lapangan. Kepada para peserta pelatihan, saya mengajak untuk memanfaatkan kesempatan ini untuk fokus pada pelatihan dan pengetahuan yang disampaikan agar pada akhirnya dapat meningkatkan kapasitas diri sesuai yang diharapkan dari pelatihan ini,” katanya.
Ia berharap agar ada tindak lanjut dari kegiatan ini, yang menjadi wujud bahwa kegiatan pelatihan seperti ini perlu dilaksanakan dan ditingkatkan pada kesempatan-kesempatan mendatang. “Para pemandu wisata alam selam yang telah berlisensi sesuai standar yang berlaku, perlu terus didampingi, diwadahi dan diberi kesempatan untuk mengembangkan ilmu dan kemampuan mereka dalam setiap kegiatan yang berkaitan dengan aktifitas wisata bahari seperti penanaman terumbuh karang dan lain sebagainya,” ujar Doris Rihi.
Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flotim, Katarina Rin Riberu mengatakan, kegiatan pelatihan pemandu wisata alam tersebut berlangsung sejak 12-15 Juni 2023 yang diikuti sebanyak 15 orang. “Kegiatan ini menjadi sarana bagi pemandu wisata selam dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dasar selam serta meningkatkan pengetahuan tentang teknik kepemanduan selam sesuai dengan standar kompetensi kerja nasional,” katanya.
Selain itu, momentum pelatihan itu untuk mendapatkan tenaga pramuwisata pemandu wisata selam yang profesional dan bersertifikat (lisensi). Sehingga dapat memandu para wisatawan baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara yang hendak melakukan aktifitas snorkeling dan diving. “Semua peserta akan mendapat sertifikat pemandu wisata selam,” ujar Rin Riberu.***Laurens Leba Tukan