
JAKARTA,SELATANINDONESIA.COM – Dia baru berusia 15 tahun, namun prestasinya di dunia balap sudah banyak ditorehkan. Ia punya obsesi menjadi drifter nomor satu Nasional. Dia adalah, Umbu Gilberth Kabunang.
Putra sulung Pengacara beken Umbu Rudy Kabunang ini baru saja tampil memukau di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Indonesia Drift Series (IDS) putaran kedua di J99Maxx Drift Circuit, Karawaci, Tangerang, belum lama ini.
Dilansir dari detikSport, Umbu jadi salah satu dari banyak drifter muda yang turun di ajang tersebut. Memang kejurnas tersebut diadakan untuk menghadirkan banyak drifter muda. Umbu sendiri memperkuat Alpha Rules Black Speed Racing Team.
“Kejurnas IDS diharapkan dapat menghadirkan generasi baru yang berkualitas dan dapat bersaing,” ujar Ketua IDS Muhammaf Sofyan.
Sebagai drifter termuda, Umbu sudah memikat perhatian sejak putaran pertama di mana dia finis posisi ketiga pada kelas Pro 2. Ini sejalan dengan keinginannya untuk terus memikat publik otomotif nasional.
Sebab Umbu mau menjadikan drifter sebagai profesinya di masa depan karena merasa Motorsport adalah kegiatan yang sangat menarik, terutama memancing adrenalinnya.
“Mungkin saat ini racer belum menjadi profesi yang banyak peminat nya di Indonesia, tetapi lebih baik melatih dan mempersiapkan skill saya se-dini mungkin sehingga saya bisa menjadi professional racer di masa depan” ujar Umbu dalam perbincangan dengan detikSport di lokasi balapan.
“Berbeda dari yang lain, drifting memerlukan skill tertentu sehingga kita dapat mengendalikan mobil yang sedang-sideways, dibutuhkan ketekunan dan feeling yang kuat agar mobil tetap dalam kendali kita. Sehingga drifting dapat terlihat bagus bagi penonton dan judge drifting,” sambungnya.
Terkait prestasi Umbu, sejauh ini dia sudah meraih juara 1 GamasalaDrift Battle (GDB) Round 2 di bulan Maret 2022. Lalu juara 1 kategori Pro di Edutown Drift Prix (EDP) Round 1 bulan Maret 2022 dan sederet prestasi lainnya.
Sayangnya, dewi fortuna belum berpihak kepada Umbu pada putaran kedua ini. Meski dia meraih posisi pertama pada sesi kualifikasi, dia cuma sampai babak perempatfinal pada ronde final karena persoalan pada mesin sehingga mobilnya terpelintir.
Alhasil, Umbu Gillberth cuma berada di posisi delapan besar kelas Pro 2. Hasilnya memang mengecewakan, tapi Umbu tak mau patah arang dan menjadikan ini sebagai pembelajaran untuk putaran ketiga di Semarang bulan depan.
“Ya memang hasil mengecewakan karena gagal ke final. Tapi ini bakal jadi pelecut semangat buat bangkit dan menang di putaran ketiga. Doakan saja ya,” ujar Umbu Gillberth.***Laurens Leba Tukan