BAJAWA,SELATANINDONESIA.COM – Untuk mengembangkan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) di Mataloko, PT PLN (Persero) melalui unitnya yakni PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara, saat ini sedang menyiapkan PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi) Mataloko yang berkapasitas 20 MW.
PLTP Mataloko yang berlokasi di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur di rencanakan akan memanfaatkan lahan seluas 210.700 meter persegi, yang terbagi menjadi 6 area, yakni Area Wellpad sejumlah 4 tiik, Laydown Area, dan Access Road.
Gregorius Adi, Senior Manager Perizinan, Pertanahan dan Komunikasi, Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara mengatakan, tahapan yang sedang berlangsung saat ini adalah tahap Prakonstruksi. Tahapan ini berupa tahapan persiapan pengadaan lahan dan pengurusan izin – izin yang diperlukan. “Sesuai dengan ketentuan, aturan, dan undang – undang yang berlaku, saat ini kami sedang melaksanakan proses pengajuan izin Penetapan Lokasi (Penlok) kepada pemerintah Provinsi NTT, dan progress sampai dengan saat ini masih on the track” sebut Gregorius dalam keterangan tertulis yang diterima SeatanIndonesia.com, Selasa (13/7/2021).
PLTP Mataloko merupakan program pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang termasuk kedalam program 35 MW pemerintah dan tentunya merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN). “Sejalan dengan rencana pemerintah untuk meningkatkan peran EBT pada bauran energi nasional yang ditargetkan mencapai 23% pada 2025, PLTP Mataloko merupakan salah satu wujud komitmen PLN dalam mendukung penerapan tersebut,” ujar Greg.
Menurutnya, salah satu cara mengurangi penggunaan energi fosil adalah dengan memanfaatkan sumber energi yang ramah lingkungan. “PLN melihat pengembangan energi panas bumi yang signifikan harus segera dimulai dan diwujudkan, sehingga kita mampu menciptakan ketahanan energi melalui renewable energy secara berkesinambungan, dan untuk wilayah NTT sendiri, pengembangan kedepan tidak hanya di Mataloko, tetapi PLN juga akan segera memulai persiapan untuk PLTP Ulumbu, dan PLTP Atadei,” katanya.
Untuk diketahui, tahapan proses pembangunan PLTP Mataloko telah mengantongi Izin Prinsip, Izin Kesesuain Tata Ruang (RTRW), UKL – UPL Eksplorasi & Izin Lingkungan Efektif dari pemerintah daerah.***Laurens Leba Tukan