70 Orang Meninggal, 1000 Lebih Pengungsi Adonara Butuh Sembako, Obat-Obatan dan Selimut

473
Wakil Bupati Flotim, Agus Payong Boli (topi kuning) ketika bersama warga Desa Nele Lamadike, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flotim melakukan evakuasi jenasah korban tanah longsor, Senin (5/4/2021). Foto: Dok. BungAB

ADONARA,SELATANINDONESIA.COM – Banjir bandang dan tanah longsor yang menimpa sejumlah desa di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Provinsi NTT, Selasa (4/4/2021) lalu menelan korban jiwa sebanyak 70 orang. Diperkirakan ada 7 orang yang masih dalam pencarian dan sebanyak 1000 lebih pengungsi yang kini tertampung disejumlah titik penampungan. Para pengungsi kini sangat membutuhkan bantuan bahan makanan, obat-obatan, selimut, pakian dan air bersih.

Wakil Bupati Flores Timur, Agus Payong Boli mengatakan itu ketika dihubungi SelatanIndonesia.com, rabu (7/4/2021). “Di Desa Nele Lamadike, Kecamatan Ile Boleng sudah dievakuasi korban meninggal sebanyak 55 orang, masih sisa satu yang beklum ditemukan. Di Waiwerang, Kecamatan Adonara Timur yang berhasil dievakuasi sebanyak 13 orang meninggal dan masih dicari empat orang. Desa Oyang Barang yang sudah dievakusia 1 jenasah dan masih dalam pencarian ada 2 orang sedangkan di Desa Mewet satu meninggal dunia,” sebut Wabup Agus Boli.

Dijelaskan, penanganan pengungsi kini terus dilakukan dengan pendistribusian bantuan kini berjalan baik. “Ada beberapa titik konsntrasi pengungsian yaitu di Kelurahan Waiwerang, Waiburak dan Nele Lamadike. Sudah tersedia Dapur Umum, ada juga Posko dan sudara-saudari kita kini sedang tertampung di sejumlah tempat umum seperti Gereja dan Sekolah,” sebutnya.

Wabup Agus Boli mengatakan, meski dalam situasi darurat bencana, penanganan pengungsi yang bertepatan dengan pandemi Covid-19, tetap dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Ia menambahkan, terkait rencana kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke lokasi bencana, pihak Pemda Flotim sudah mendapatkan informasi tersebut. “Memang sudah ada jadwal yang kita terima, dan kita berharap agar tidak ada pergeseran waktu kunjungan bapak Presiden ke Adonara. Kita harap agar tidak ada perubahan dari jadwal kunjungan Bapak Presiden,” ujarnya.

Disebutkan Wabup Agus Boli, total 70 orang yang meninggal dunia dan telah dilakukan evakuasi, masih bisa bertambah. “Total korban meninggal yang sduah dievakuasi dan dikuburkan ini masih bisa berubah, khususnya di Kelurahan waiwerang dan waiburak karena banyak penduduk. Sedangkan di desa-desa tidak berubah karena semua penduduk saling mengenal satu sama lainnya,” ujar Agus Boli.***Laurens Leba Tukan

Center Align Buttons in Bootstrap