Wagub Nae Soi Kukuhkan Julie Laiskodat Jadi Bunda PAUD NTT

456
Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi ketika mengenakan slempang Bunda PAUD NTT kepada Ny. Julie Sutrisno Laiskodat dalam acara pengukuhan di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Jumat (7/8/2020). Foto: Abdy Humas NTT

KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi mengukuhkan Julie Sutrisno Laiskodat sebagai Bunda Pendidikan  Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi NTT. Pengukuhan Anggota Komisi IV DPR RI itu berlangsung di Aula Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur NTT, Jumat (7/8/2020).

Pengukuhan Julie Sutrisno Laiskodat berdasarkan SK Gubernur NTT Nomor 239/KEP/HK/2020. Dan, para Ketua Tim Penggerak PKK/Bunda PAUD Kabupaten/Kota se-NTT mengikuti acara pengukuhan ini secara virtual.

Wagub Nae Soi saat itu mengatakan, untuk membentuk sumberdaya manusia NTT yang berkualitas, dibutuhkan upaya  luar biasa. Harus dipersiapkan  sejak awal sehingga bisa menghasilkan manusia-manusia berkualitas.

“Kita harus melakukan suatu revolusi radikal. Ini harus dilakukan secara serius. Masalah pembentukan sumberdaya manusia di NTT tidak bisa kerja dengan cara-cara biasa, tapi dengan cara luar biasa. Merubah manusia NTT butuh inovasi terus-menerus,” sebut Wagub Nae Soi.

Ia mengutip pendapat psikolog besar Sigmund Freud tentang peranan alam bawah sadar yang sangat besar, Wagub menekankan, merubah karakter seseorang tidak mudah. Namun  kalau hal ini  dilakukan sejak dini, lebih khusus sejak dalam kandungan, maka  akan menghasilkan kualitas manusia yang mumpuni.

“Merubah orang harus dilakukan sejak usia dini bahkan harus dibentuk sejak dalam kandungan. Tak heran, bila ibu-ibu yang mengandung sering mengusap-usap kandungannya dan berbicara dengan janin sejak usia tiga bulan untuk membentuk alam bawah sadar anaknya,” jelas Wagub.

Politisi senior Partai Golkar ini mengatakan, peranan PAUD dalam membentuk dan memberi warna pada karakter anak sangatlah vital. Pendidikan harus dilakukan secara sadar dan terus-menerus dengan lakukan bimbingan, pengajaran dan latihan sehingga anak-anak bisa memiliki spiritualitas, akhlak dan kompetensi sejak kecil.

“Minimal ada enam karakter  yang bisa dibentuk sejak PAUD yakni kekuatan spiritual, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia dan keterampilan. Dan untuk tercapainya hal-hal ini, pendekatan dan hati seorang ibu sangat dibutuhkan,” ungkapnya.

Mantan Staf Khusus Menteri Hukum dan HAM itu, memberikan apresiasi dan penghargaan besar terhadap apa yang telah dilakukan oleh tim penggerak PKK dan para Bunda PAUD di Provinsi dan Kabupaten/Kota se-NTT  untuk menghasilkan generasi NTT yang lebih bermutu ke depannya.

“Ke depan, saya minta teman-teman di perangkat daerah agar cukup jadi regulator saja. Kita jangan sungkan-sungkan kolaborasi dengan PKK dan para Bunda  PAUD karena mereka memiliki cinta lebih dari kita. Cinta dalam arti care atau perhatian, fair atau keadilan, dan shared atau berbagi dengan tulus. Mereka kerja tanpa gaji dan selalu bersama dengan masyarakat dan anak-anak,” pungkas Wagub Nae Soi.

Bunda PAUD NTT, Ny. Julie Sutrisno Laiskodat. Foto: Abdy Humas NTT

Bunda PAUD NTT, Julie Sutrisno Laiskodat mengatakan, selama dua tahun PKK NTT telah menjalankan tugas untuk mengembangkan PAUD. Mengambil bagian dalam semangat membangun NTT dengan fokus pada pengembangan sumberdaya manusia.

“Kami, para perempuan dan wanita seluruh NTT ingin membantu pa Gub dan Wagub dalam pengembangan sumberdaya manusia. Kita memiliki  sekitar 3.236 desa di seluruh NTT, kami sadar belum mampu menjangkau semua. Karenanya kami sepakat memilih 22 desa model PKK selama dua tahun ini. Kami fokus di desa-desa ini. Dan di desa-desa ini, kami punya PAUD model,” kata Juli Sutrisno Laiskodat.

Julie mengatakan, cita-citanya sebagai koordinator para Bunda PAUD di NTT adalah mendorong semakin banyaknya PAUD di NTT terakreditasi. Karena menurut data dari UNICEF, di NTT banyak PAUD yang liar dan  tidak terakreditasi.

“Para orang tua umumnya berpikir PAUD hanya sebagai tempat penitipan anak. Padahal pendidikan harusnya dimulai dari masa ini. Di desa model, kami mengedukasi para orang tua tentang peranan penting PAUD sebagai tempat dimulainya dasar pembentukan sumberdaya manusia,” jelas ketua Dekranasda tersebut.

Julie Sutrisno mengharapkan dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi NTT untuk peningkatan sarana, prasarana dan alat-alat permainan. Fokus kerja ke depan adalah juga meningkatkan kompentensi dan sertifikasi guru-guru PAUD.

“Para Guru PAUD ini sebagian besar tidak digaji dan dibayar. Hanya karena mereka punya hati untuk mengajar dan berbagi. Karenanya kami meminta Pemerintah Provinsi khususnya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa agar memberikan masukan buat para Kepala Desa untuk memanfaatkan Dana Desa bagi pengembangan PAUD. Juga untuk memberikan insentif kepada para guru PAUD,” pungkas Julie Sutrisno.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut Wakil Ketua PKK NTT, Ibu Maria Fransisk Jogo, Kepala Balai PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) NTT Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Maria B. Advensia Salem, Kadis Kesehatan NTT, perwakilan organisasi perempuan, para mitra PAUD dan undangan lainnya.*)SipersAbdy

Editor: Laurens Leba Tukan

 

 

Center Align Buttons in Bootstrap