PDP yang Dirawat di RSUD Lewoleba Dinyatakan Negatif

845
Konferensi Perss di Kuma Resort- Waijarang oleh Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur, didampingi Sekda Lembata Paskalis Ola Tapobali, Kadis Kesehatan dr. Lucia Chandra, Kepala RSUD dr. Bernard Yosep Beda. Foto:Humas Pemda Lembata

LEWOLEBA,SELATANINDONESIA.COM – Satu orang Pasien Dalam Pantauan (PDP) di Lembata yang datang dari Jakarta belum lama ini dan sedang dirawat di RSUD Lewoleba, dinyatakan negatif setelah dilakukan rapid test pada 4 hari lalu tepatnya tanggal 29 Maret 2020.

Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur mengatakan itu ketika menggelar konferensi pers di Kuma Resort, Waijarang, Lembata, Kamis (02/04/20). Menurut Sunur, 1 orang PDP tersebut mempunyai riwayat penyakit bawaan yaitu menderita sakit jantung yang kini membengkak dan juga terdapat gangguan pada paru-paru.

Walau demikian, Eliaser mengatakan PDP dimaksud akan kembali menjalani test 6 hari ke depan, tepatnya tanggal 8 April mendatang untuk menguji kembali, karena rapid test tidak bersifat final.

“Kecuali dengan Swab baru bisa mengetahui pasti. Sedangkan Rapid Test tidak bersifat final sehingga kita berdoa saja semoga yang bersangkutan bisa cepat sembuh”, ujar Yentji.

Tes SWAB merupakan pengambilan sampel spesimen lendir di saluran pernapasan yang kemudian diuji di laboratorium Balitbangkes Kemenkes untuk mengetahui apakah mengandung virus corona atau tidak, pungkasnya.

Yentji membeberkan, hingga tanggal 2 April pukul 13.00 WITA, jumlah ODP di Lembata sebanyak 44 orang, jumlah PDP, 1 orang, Positif nol dan jumlah yang meninggal juga nol.

Bupati, Kadis Kesehatan dan Kepala RSUD Jalani Karantina Mandiri

Sementara Pelaku Perjalanan Dalam Pemantauan (PPDP) berjumlah 373 orang, termasuk Bupati Yentji sendiri, Kadis Kesehatan, dr. Lusia Chandra dan Kepala RSUD, dr. Bernard Yosep Beda yang baru pulang dari Jakarta pekan lalu.

Yentji mengatakan, mesti sedang menjalankan karantina mandiri, namun terdapat hal-hal penting yang perlu diinformasikan ke publik sehingga digelar Konpers dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.)*Lagamaking

Editor: Laurens Leba Tukan

Center Align Buttons in Bootstrap