
KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Angkatan Muda Adonara (AMA) – Kupang mendesak Pemerintah Kabupaten Flores Timur untuk mengambil sikap yang bijak dan tegas menjelang perayaan prosesi Semana Santa di tengah penyebaran virus corona yang kian menyeramkan.
“Pemkab Flotim mesti bijak dan tegas. Prosesi Semana Santa adalah event religius dalam skala besar, bahkan tak hanya mencakup level nasional, tapi juga global. Beberapa pekan ke depan, Semana Santa akan diberlangsungkan, tapi apakah Pemkab Flotim dapat menjamin bahwa para peziarah tersebut terbebas dari potensi penyebaran dan penularan virus corona?” ujar Ketua Umum AMA-Kupang, Katarina Kewa Sabon Lamablawa dalam keterangan tertulis yang diterima SelatanIndonesia.com, Senin (16/3/2020).
Dikatakan Katarina, AMA-Kupang sedang tidak membatasi para calon peziarah untuk mengikuti prosesi Semana Santa, namun pihaknya berharap bahwa Pemkab Flotim memiliki langkah antisipatif untuk menjamin kelancaran prosesi tersebut, terutama dari sisi kesehatan.
“Kami tidak sedang merenggut hak setiap orang untuk beribadah, namun melihat situasi penyebaran virus corona yang hari ini semakin ganas, tentunya harus membuat kita waspada. Pemerintah Pusat bahkan telah meminta masyarakat untuk mulai membatasi diri terhadap akses ke ruang publik untuk sementara waktu. Beberapa penayangan film internasional juga sudah ditunda. Seruan-seruan kemanusiaan telah menggema dimana-mana. Kita harus menjaga kondusivitas prosesi yang sakral tersebut,” ujar Katarina.
Dikatakannya, jika memungkinkan, Pemkab Flotim dapat mengeluarkan seruan kepada para calon peziarah, terutama mereka yang memiliki masalah kesehatan tertentu, untuk tidak terlibat dalam prosesi Semana Santa tahun ini. Juga menyediakan fasilitas kesehatan yang memadai serta tenaga medis yang selalu stand by, serta kebijakan strategis lainnya, dengan tidak menghilangkan nilai-nilai religiusitas dari prosesi yang telah berlangsung selama lebih dari 500 tahun tersebut.*)Vian Kewohon
Editor: Laurens Leba Tukan