KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Berbagai terobosan dan produk layanan Digital Branch Bank NTT yang dilakukan selama ini menjadi perhatian serius berbagai pihak. Bahkan, terobosan itu memantik rasa kagum dan terpukau sehingga menjadi materi pembelajaran bagi BPD lain di Indonesia.
BPD Sulselbar pada Rabu (9/2/2022) melakukan studi banding tentang layanan Smart Branch Systemย (SBS) jenis layananย hybrid, atau perpaduan konvensional dengan digital. โSama sekali saya tidak menyangka, Bank NTT luar biasa sekali, bahkan di luar ekspektasi saya bahwa Bank NTT sudah sangat maju. Dari luar kita masuk sudah lihat Smart Branch Systemย (SBS)nya, pegawainya sangat sedikit, ini menggambarkan Bank NTT sudah modern,โ sebut Plt. Pemimpin Divisi Digitalisasi dan Layanan BPD Sulselbar, Andriany ketika memimpin rombongan BPD Sulselbar melakukan studi banding di Bank NTT.
Disebutkan Andriany, kedatangan tim BPS Sulselbar untuk mempelajari inovasi digitalisasi yang dicapai oleh Bank NTT dalam menerapkan layananย smart branch system. โKami dikirim manajemen kesini untuk mempelajari smart branch systemย yang sudah diterapkan oleh Bank NTT yang sukses. Kami mau belajar, apa tahapannya, apa saja fasilitas yang diberikan kepada nasabah serta peruntukannya kepada pihak mana saja. Juga selama berjalan ini, apakah memenuhi target atau bagaimnya,โ sebut Andriany.
Setelah menggelar diskusi, BPD Sulselbar tidak hanya terpukau dengan layanan digital Bank NTT namun sejumlah inovasi yang dipelopori Bank NTT menjadi materi studi. Sejumlah inovasi yang digapai selama Bank kebanggan masyarakat NTT itu dipimpin oleh Dirut Harry Aleksander Riwu Kaho semisal Festival Desa Binaan yang kini akan ada Festival PAD.
โKami sangat terpukau dan tertarik mau belajar. Kami belajar tentang apa saja kriterianya festival ini, supporting apa yang diberikan bank untuk membangun desa-desa ini. Sama seperti arahan manajemen kami, untuk menghadirkan satu desa percontohan yang di dalamnya sudah ada pemberdyaaan UMKM, desa digital. Bank NTT sungguh keren, luar biasa, kami mau belajar dari Bank NTT,โ sebutnya.

Kepala Devisi Rencorsec Bank NTT, Endri Wardono dengan karyawan KCU Bank NTT pose bersama Tim BPD Sulselbar yang melakukan studi banding di Kantor Cabang Utama Bank NTT , Rabu (/2/2022). Foto: SelatanIndonesia.com/Laurens Leba Tukan
Kenapa Bank NTT yang dipilih BPD Sulselbar sebagao lokasi studi banding, Andriany menyebutkan, dalam diskusinya dengan direktur operasional BPD Sulselbat, sempat muncul pertanyaan, kenapa tidak di bank lain di Jawa atau bank swasta lainnya tetapi harus Bank NTT. โRupanya sejak tahun lalu, dalam arahan Dirut kami, beliau katakan bahwa, coba kamu bawa tim ke NTT dan belajarย digital bankย disana. Kami lalu mempelajari berbagai artikel, dan ternyata di Bank NTT sangat majuย digital banknya,โ ujarnya.
Disamping itu, alasan lain yang memperkuat keputusan untuk menjadikan Bank NTT sebagai lokasi studi banding adalah dari profil bank sama dengan Bank NTT yaitu BPD, juga usia bank sama serta memiliki buku yang sama, yakni Buku 2. โApalagi modal dan asset kita tidak terlau jauh berbeda. Itulah alasannya kami memilik Bank NTT sebagai tempat untuk studi banding,โ kata Andriany.
Dijelsakan Andriany, kendati sejak tahun 2019 Bank Sulsebar sudah berstatus sebagai Bank Devisa namun bagi mereka, sangatlah penting untuk mempelajari aspek digital yang selama ini diterapkan di Bank NTT. โKami sangat terbantu dengan pengetahuan yang diperoleh di Bank NTT dengan segala kemajuan dan inovasinya ini dan akan menjadi bekal kami untuk diterapkan di BPD Sulselbar,โ ujarnya.
Kepala Devisi Rencorsec Bank NTT, Endri Wardono mengaku bangga karena Bank NTT dipilih oleh BPD Sumselbar sebagai lokasi untuk studi banding tentang layanan digital smart bank. โKita meresponsnya dengan sangat bersyukur sekaligus bangga karena kita di NTT yang sering dibilang minus, ternyata ada hal baru mengenai digitalisisi dan teknologi yang ternyata menurut daerah lain, kita lebih maju,โ sebutnya.
Diakui Endri Wardono, manajemen dibawah kepemimpinan Dirut Harry Aleksander Riwu Kaho, Bank NTT punya visi digital yang berbeda serta visi pengembangan perekonomian kerakyatan yang berbeda pula. โBahkan bulan ini kita akan launching Festival PAD. Kalau dulu ada Festival Desa Binaan, sekarang kita punya Festival PAD, sehingga semua desa berpacu dalam memberikan kontribusi untuk pemerintah melalui pajak. Dan desa yang juara akan kita support dengan memberikan pembinaan mulai Bumdes dan digitalisasi desa serta pengembangan UMKM desa,โ ujarnya.

Kepala Devisi Rencorsec Bank NTT, Endri Wardono ketika mendampingi Tim BPD Sulselbar yang melakukan studi banding di Gedung Arsip Bank NTT, Rabu (/2/2022). Foto: SelatanIndonesia.com/Laurens Leba Tukan
Disebutkan Endri, meski Bank NTT dipercayakan sebagi lokasi untuk studi banding tentang digitalisasi, namun pihaknya tidak lalu lengah dan terbuai. โKita akan terus bersuaha agar menjadi digital murni. Kita akan berhadapan langsung dengan mesin. Kita bukan mengabaikan pelayanan langsung oleh orang tetapi SDM yang ada kita akan alihkan untuk menjadi pembina mikro dan kerdit sehingga bias memberikan evek ekonomi yang lebih besar,โ katanya.
Tim dari BPD Sulselbar yang melakukan studi banding itu dipimpin oleh Andriany selaku Plt. Pemimpin Divisi Digitalisasi & Laynan dan beranggotakan Amri Mahmud Pemimpin Dept. Pengembangan Organisasi Divisi SIMO, Mawardi Pemimpin Dept. APU-PPT Divisi Kepatuhan, Adhitya Grimaldy Divisi Digitalisasi & Layanan, Adnan Rahman Divisi Umum dan Zainal Basri Divisi Teknologi Informasi.
Selain melihat langsung layanan Smart Branch Systemย (SBS) di Kantor Cabang Khusus (KCK) Bank NTT, tim BPD Sulselbar juga meninjau layanan yang sama di Kantor Cabang Utama Bank NTT serta meninjau Gedung Arsip Bank NTT. Tampak mereka sangat terpukau dengan menyaksikan langsung kemajuan layanan teknologi yang dijalankan Bank NTT.***Laurens Leba Tukan













Komentar