Digitalisasi Bank NTT Lewat E-Retribsui Tembus 22 Pasar di Ujung Terselatan NKRI

100
Penjabat Bupati Rote Ndao, Oder Maks Sombu didampingi Pimpinan Bank NTT Cabang Rote Ndao Ade Roni Oematan ketika meluncurkan Digitalisasi Bank NTT melalaui E-Retribusi di Pasar Busalangga, Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao, Rabu (22/5/2024). Foto: Bidkom_DKISP Rote Ndao/Prokopim

BAA,SELATANINDONESIA.COM – Bank NTT Rote Ndao, dalam semangat kolaborasi dan sinergisitas dengan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao mulai menerapkan pembayaran Retribusi Pasar secara online. Kini, sebanyak 22 Pasar di Kabupaten paling Selatan dalam gugusan NKRI itu telah resmi menerapkan digitalisasi E-Retribusi pasar.

Sebuah terobosan dalam digitalisasi pasar untuk mempemudah layanan termasuk pembayaran retribusi pasar. Kebijakan ini sebagai langkah konkrit Digitalisasi Pasar merujuk ketentuan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2023 tentang  Percepatan Transformasi Digital Dan Keterpaduan Layanan Digital Nasional.

Penjabat Bupati Rote Ndao Oder Maks Sombu, SH,MA,MH secara resmi melaunching Penerapan Digitalisasi E-Retribusi Pasar di Kabupaten Rote Ndao, Rabu (22/05/2024) di Pasar Busalangga, Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao. Hadir bersama, Forkompimda Kabupaten Rote Ndao, Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao Drs. Jonas M. Selly, MM, Kepala Badan Pendapatan Diksel Haning, SE dan Pimpinan Bank NTT Cabang Rote Ndao, Ade Roni Oematan.

Kendati dilakukan terpusat di Pasar Busalangga, acara launching E-Retribusi Pasar itu dengan sendirinya berlaku di 22 Pasar yang berada di Kabupaten Rote Ndao. “Dengan penerapan E-retribusi Pasar, kualitas pengelolaan retribusi dapat ditingkatkan karena lebih akuntabel, transparan dan efisen. Penerapan E-Retribusi Pasar merupakan wujud percepatan Perluasan Digitalisasi di Kabupaten Rote Ndao. E-Retribusi Pasar bermanfaat dalam mempercepat dan mempermudah pengguna jasa ketika melakukan pembayaran retribusi,” sebut Penjabat Bupati Oder Maks Sombu.

Disebutkan, melalui penerapan E-Retribusi Pasar, setiap transaksi yang dilakukan akan tercatat secara digital serta dapat meminimalisir terjadinya penyalahgunaan uang hasil retribusi.

Saat melaunching E-Retribusi Pasar, Pj. Bupati Oder Maks Sombu bersama Sekda Jonas M. Selly dan Forkompimda juga menyerahkan mesin gesek atau Electronic Data Capture (EDC) kepada 5 UPTB Pasar, masing-masing UPTB Wilayah l yang mencakup Kecamatan Rote Timur dan Landuleko; UPTB Wilayah lI untuk Kecamatan Pantai Baru, UPTB Wilayah lII meliputi Kecamatan Lobalain dan Rote Selatan; UPTB Wilayah lV meliputi Kecamatan Rote Barat Laut dan Loaholu serta UPTB Wilayah V meliputi Kecamatan Rote Barat Daya dan Rote Barat.

Penerapan E-Retribusi Pasar mulai dilakukan setelah dilaunching oleh Pj. Bupati Rote Ndao Oder Maks Sombu. E-Retribusi Pasar merupakan kerja sama Pemkab Rote Ndao dengan Bank NTT Cabang Rote Ndao. Usai melaunching, Pj. Bupati Oder Maks Sombu bersama Sekda Jonas M. Selly dan Forkompimda mengunjungi lapak pedagang dan menyaksikan proses pembayaran melalui mesin EDC.

Apresiasi untuk Bank NTT

Penjabat Bupati Oder Maks Sombu terpukau dengan terobosan yang dilakukan oleh Bank NTT yang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Rote dalam hal menerapkan digitalisasi e-retribusi Pasar. “Kita lihat, tentu ini yang pertama kali, tujuannya untuk meningkatkan PAD Kabupaten Rote Ndao. Selanjutnya bahwa memang pengelolaan retribusi pasar secara digital sudah tiba saatnya untuk dilakukan, kita tinggalkan pemungutan retribusi secara tunai,” katanya.

Disebutkan Penjabat Bupati Oder Maks Sombu, kemajuan teknologi, tentu akan meminimalisir penyimpangan-penyimpangan saat pemungutan di pasar. “Saya harap, karena semua pedagang di pasar sudah bisa menggunakan digitalisasi e-retribusi, bahkan di seluruh UPT Pasar yang ada di Kabupaten Rote Ndao maka dengan demikian PAD bisa meningkat. Kita juga lihat, selama ini memang bisa saja terjadi juga hal yang mungkin tidak kita inginkan, karena memegang uang tunai itu. Pola-pola model begini yang harus kita tinggalkan. Terobosan digital ini saya rasa sangat berguna sekali,” ujarnya.

“Bank NTT merupakan kesayangan orang NTT. Kemudian Bank NTT juga mendukung Pemerintah Nusa Tenggara Timur dan juga lebih khusus Pemerintah Kabupaten Rote Ndao. “Hari ini kita menyaksikan bersama dengan bapak Kapolres, bapak Sekda, Forkopimda dan juga bapak yang membidangi retribusi ini, saya apresiasi terobosan-terobosan yang sudah dibuat,” katanya dilansir dari PosKupang.com

Pimpinan Bank NTT Cabang Rote Ndao, Ade Roni Oematan menjelaskan soal layanan Digitalisasi E-Retribusi Pasar. “Kita membaginya dalam tiga metode penerapan. Pertama, pedagang bisa membayar retribusi pasar melalui cash jika belum mempunyai mobile banking atau kartu kredit. Kedua, pedagang bisa menggunakan kartu debit untuk membayar melalui mesin retribusi dan ketiga, pedagang yang mempunyai mobile banking bisa menggunakan QRIS Bank NTT atau Bank lainnya,” sebut Ade Roni.

“Tentu kita sebagai bank pembangunan daerah, sudah pasti mendukung kemajuan daerah, salah satunya hari ini dengan peluncuran Digitalisasi E-Retribusi Pasar,” katanya menambahkan.*/)Bidkom_DKISP Rote Ndao/Prokopim

Center Align Buttons in Bootstrap