Dikunjungi Melki Laka Lena dan Dirjen Nakes Kemenkes, RSUP dr. Ben Mboi Siap Jadi Penyelenggara Hospital Based

135
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI yang juga Ketua DPD I Golkar NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena (keempat dari kiri) bersama rombongan Kemenkes RI ketika meninjau RSUP dr. Ben Mboi Kupang, Kamis (14/9/2023) malam. Foto:Edy Naga

KUPANG,SELATANINDONESIA.COM –  Wakil Ketua Komisi IX DPR RI yang juga Ketua DPD I Partai Golkar NTT, Emanuel Melkiadaes Laka Lena bersama Direktur Jenderal (Dirjen) Tenaga Kesehatan, Kementrian Kesehatan RI drg, Arianti Anaya, MKM meninjau langsung RSUP dr. Ben Mboi di Kelurahan Manulai 2, Kota Kupang, Kamis (14/9/2023) malam.

Kunjngan tersebut selain untuk melihat sarana dan prasarana RSUP dr. Ben Mboi, juga sekaligus melihat potensi sumber daya manusia berkaitan dengan peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat. “Juga persiapan untuk menjadi jejaring salah satu program pendidikan dokter spesialis berbasis hospital base atau kolegium base,” sebut Direktur Utama RSUP dr. Ben Mboi, dr. Annas Ahmad kepada SelatanIndonesia.com, Jumat (15/9/2023).

Dijelaskan dr. Annas, pada prinsipnya pihak RSUP dr. Ben Mboi sangat siap untuk menjadi penyelenggara ataupun jejaring PPDS berbasis hospital based. “Saya kira kita perlu menunggu regulasi dan review dari Kemenkes, apakah kami sudah memenuhi syarat atau belum, jika sudah memenuhi syarat, maka pada prinsipnya kami siap,” ujar dr. Annas.

Ia menambahkan, dalam kunjungan semalam, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena dan Dirjend Nakes meninjau beberapa unit pelayanan. “Diantaranya loket pendaftaran rawat jalan, IGD, ruang perawatan kelas 3, intensive care dan kamar operasi. Ibu Dorjend terkesan dengan sarana dan prasarana yang ada dan mengatakan bahwa RSUP Dr. Ben Mboi (RSBM) adalah rumah sakit yang berstandar hotel. Diharapkan dengan adanya alat-alat canggih di RSBM, selanjutnya akan menjadi pusat rujukan pelayanan kesehatan apalagi RSBM telah bekerjasama dengan BPJS sejak tanggal 1 Juni 2023,” katanya.

Kepada Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena dan Dirjend Nakes Kemenkes, dr. Annas menyampaikan aspirasi bahwa jika dalam rekruitmen tenaga kesehatan di wilayah NTT perlu menjadikan putra daerah sebagai prioritas. “Ini penting agar berdampak bagi daerah sendiri, Juga bisa mengisi kebutuhan tenaga kesehatan dibeberapa daerah yang masih belum merata. Termasuk membawa dokter-dokter spesialis dan subspesialis untuk mengabdi di RSUP Dr. Ben Mboi Kupang sebagai salah satu rumah sakit tujuan rujukan di NTT,” katanya.

Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Ben Mboi yang terletak di Kelurahan Manulai II, Kota Kupang bakal dijadikan sebagai hospital based atau menerapkan pendidikan  dokter spesialis dan dokter sub spesialis berbasis kolegium. Hal itu sejalan dengan perintah UU Kesehatan yang baru, dengan tujuan agar Rumah Sakit di daerah bisa menyelenggarakan pendidikan dokter spesialis dan sub spesialis untuk memenuhi kebutuhan dokter yang masih kurang di berbagai daerah.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI yang juga Ketua DPD I Partai Golkar NTT, Emanuel Melkiadaes Laka Lena mengatakan itu ketika bersama Direktur Jenderal (Dirjen) Tenaga Kesehatan, Kementrian Kesehatan RI drg, Arianti Anaya, MKM meninjau langsung RSUP dr. Ben Mboi di Kelurahan Manulai 2, Kota Kupang, Kamis (14/9/2023) malam.

Melki Laka Lena mengatakan, setelah meninjau RSUP dr. Ben Mboi, ia mendapat gambaran bahwa fasilitas di RSUP dr. Ben Mboi makin lama makin komplit dan akan terus dilengkapi sejak diresmikan oleh Menteri Kesehatan RI. “Bahkan, suah ada kerja sama dengan BPJS juga berjalan baik. Dan tadi kami menyaksikan sendiri di ruangan kelas 3,  fasilitasnya sangat baik, ruang operasi, kemudian berbagai ruangan pelayanan Kesehatan juga bagus. Alatnya komplit dan bersih. Menurut Ibu Dirjen dan teman-teman dari Kemenkes RI, RSUP dr. Ben Mboi ini seperti hotel,” sebut Melki Laka Lena yang dihubungi SelatanIndonesia.com.

Menurutnya, dari pengakuan Dirjen Tenaga Kesehatan Kemenkes RI, menggambarkan bahwa RSUP dr. Ben Mboi sudah sangat memadai dari segi fasilitas untuk bisa melayani dengan sangat baik kepada masyarakat di NTT, bahkan dari daerah-daerah lain termasuk daerah Timor Leste.

“Tentu salah satu yang masih harus dibenahi adalah menambahkan secara memadai dari kualitas maupun jumlah baik itu dokter-dokter spesialis, dan dokter sub spesialis. Juga tenaga kesehatan yang dibutuhkan seperti bidan, perawat dan farmasis serta lain-lain sesuai dengan kompetensi yang diinginkan,” katanya.

Melki Laka Lena menyebut, dalam proses yang berjalan, dalam setahun ke depan misalnya RSUP dr. Ben Mboi sudah menjadi Badan Layanan Umum (BLU) dan membuat proses keuangan sendiri yang tidak lagi bergantung pada pemerintah pusat, tentu akan membantu pengembangan RSUP dr. Ben Mboi lebih cepat lagi ke depan.

“Dan yang pasti, memang dengan fasilitas yang luar biasa ini dan terus berbenah dari waktu ke waktu. Alat-alatnya juga diisi dengan komplit termasuk dokter dan juga berbagai tenaga kesehatan yang dibutuhkan juga makin komplit maka kami harapkan agar pelayanan RSUP dr. Ben Mboi ini mampu membuat seluruh kebutuhan kesehatan di NTT bisa tertangani di RSUP dr. Ben Mboi ini,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Melki Laka Lena menjelaskan, termasuk juga selain untuk urusan Kesehatan, RSUP dr. Ben Mboi juga menjadi salah satu yang disiapkan untuk bisa menyelenggarakan pendidikan dokter spesialis dan dokter sub spesialis dengan pola hosapital based.

“Kami tadi dengan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Dekan Fakultas Kedokteran Undana, dan Undana juga karena belum punya sehingga Undana didorong juga mengembangkan pendidikan dokter spesialis dan dokter sub spesialis. Saat yang sama RSUP dr. Ben Mboi juga saatnya nanti bisa melaksanakan pendidikan untuk dokter spesialisa dan doketer sub spesialis. Jadi pola hospital based yang kami hasilkan dari UU Kesehatan yang baru ini bisa diterapkan di RSUP dr. Ben Mboi,” jelas Melki Laka Lena.***Laurens Leba Tukan

Center Align Buttons in Bootstrap