Pegawai Bank NTT Sisihkan Gaji Puluhan Juta Tangani 60 Anak Stunting di Ende

148
Hidangan makanan tambahan dari Bank NTT Ende untukanak-anak stunting di Kabupaten Ende.

ENDE,SELATANINDONESIA.COM – Aksi sosial seluruh karyawan Bank NTT Cabang Ende patut diapresiasi. Mereka secara spontan menyisihkan sebagian gajinya untuk menangani 60 anak stunting yang tersebar di lima Puskesmas di Kabupaten Ende.

Lima Puskesmas itu menyebar di Puskesmas Loboniki di Kecamatan Kota Baru, Puskesmas Peibenga di Kecamatan Lepembusu Kelisoke, Puskesmas Maukaro dan Puskesmas Wolojita dan Puskesmas Rukun Lima di Kota Ende.

Sekretaris Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Ende, drg. Muna Fatma Ngasu, M.Kes mengatakan, untuk mengintvensi stunting di Kabupaten Ende pihaknya mendapatkan bantuan berupa uang sebesar Rp 30 Juta yang diserahkan secara langsung Bank NTT Cabang Ende melalui Bupati Ende, Drs Djafar Achmad.

“Bantuan tersebut diteruskan ke Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Ended an oleh tim diteruskan Puskesmas yang merupakan leading sektor dalam pengendalian stunting. Bantuan ini untuk menurukan angka stunting. Karena diperlukan dukungan dan peran serta dari semua pihak termasuk Bank NTT yang mau peduli dengan memberikan bantuan uang untuk menurukan stunting di Kabupaten Ende,” sebut drg. Muna Fatma Ngasu, M.Kes kepada wartawan di Ende, Jumat (20/1/2023).

Muna Fatma yang juga adalah Kepala Dinas (Kadis) Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Ende menyebut, bantuan yang ada diserahkan ke pihak Puskesmas karena secara tehknis pihak Puskesmas yang lebih mengetahui keadaan stunting di masing-masing wilayah kerja.

“Secara tehknis operasional pihak Puskesmas yang mengatur bantuan itu apa mau dibelanjakan makanan tambahan secara langsung dan baru diberikan kepada penderita stunting. Atau masing-masing keluarga diberikan uang dan keluarga sendiri yang membelanjakan makanan tambahan untuk anak penderita stunting,” ujarnya.

Dijelaskan Muna Fatma, masing-masing Puskesmas mendapatkan bantuan sebesar Rp 5 Juta dan nantinnya akan dipergunakan untuk membeli makanan tambahan. “Targetnya setiap Puskesmas akan mengintervensi stunting untuk 12 anak selama 30 hari,” katanya.

Muna Fatma juga menjelaskan bahwa berdasarkan  data hasil penimbangan kedua tahun 2022 pada Bulan Agustus tercatat sebanyak 1.749 atau 8,9 persen anak di Kabupaten Ende menderita stunting dan jumlah yang paling tinggi  di Kecamatan Maukoro. “Diharapkan pada tahun 2023 turun menjadi 5,3 yang sesuai dengan target Pemda Ende,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan karyawan Bank NTT Cabang Ende memberikan bantuan kepada Pemda Ende sebesar Rp 30 Juta guna mengatasi kasus stunting yang terjadi di daerah itu.

Penyerahan bantuan dilakukan oleh Pjs Pimpinan Bank NTT Cabang Ende,  Theodora Lawotan kepada Bupati Ende, Drs. H. Djafar H.Achmad dan dihadiri oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Ende, Dahlan, S.Ip, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Ende, Drs.Derson Duka dan Kadis BKKBN Kabupaten Ende, dr Muna Fatma serta para pimpinan OPD Kabupaten Ende.

Saat menyerahkan bantuan tersebut Pjs Pimpinan Bank NTT Cabang Ende, Theodora Lawotan mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dari para pegawai Bank NTT akan kasus stunting yang terjadi di Kabupaten Ende.

Bantuan yang dikenal dengan sebutan kakak asuh tersebut berasal dari para karyawan Bank NTT sebagai bentuk ungkapan kepedulian akan stunting dengan harapan agar kasus stunting di Kabupaten Ende bisa menurun dari waktu ke waktu.

Kadis BKKBN Kabupaten Ende, dr Muna Fatma dalam kesempatan itu mengatakan bahwa bantuan yang diserahkan dari Bank NTT akan diteruskan kepada kelompok sasaran terutama pada warga atau anak balita yang mengalami stunting.

Pihaknya menaruh apresiasi kepada Bank NTT yang telah menaruh kepedulian akan kasus stunting di Kabupaten Ende. “Semoga dengan adanya bantuan tersebut setidaknya bisa menekan atau menurunkan kasus stunting yang terjadi di Kabupaten Ende,” katanya.

Bupati Ende, Drs Djafar Achmad dalam kesempatan itu mengatakan bahwa bantuan yang diberikan oleh Bank NTT sebesar Rp 30 Juta adalah suatu yang luar biasa untuk ukuran Kabupaten Ende karena tentu tidak semua lembaga atau orang bisa mau menaruh kepedulian akan stunting dengan langsung memberikan bantuan.

Oleh karena itu pihaknya menggugah pihak BUMN lainnya seperti Perbankan yang ada di Kabupaten Ende untuk ikut juga menaruh kepedulian sama seperti yang dilakukan oleh Bank NTT.

Bupati Djafar juga mendorong ASN di Lingkup Pemkab Ende untuk ikut menaruh kepedulian akan stuting dengan memberikan bantuan sebagimana yang telah dilakukan oleh Bank NTT. “Bantuan yang diberikan oleh Bank NTT berasal dari sumbangan para pegawainya. Hal itu tentu bisa dicontoh oleh ASN kita,”kata Bupati Djafar.

Atas kepeduliannya tersebut, Bupati Djafar mengatakan, sebagai pemerintah pihaknya menyampaikan terima kasih kepada Bank NTT dan diharapkan dengan bantuan tersebut bisa menekan stunting yang terjadi di Kabupaten Ende dan diharapkan juga kasus stunting tidak lagi terjadi.***Laurens Leba Tukan

Center Align Buttons in Bootstrap