Pertumbuhan Ekonomi NTT pada Tw III-2022

56
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wagub Josef A. Nae Soi

Kinerja perekonomian NTT pada Tw. III-2022 tercatat tumbuh sebesar 3,35% (yoy), meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 3,11% (yoy). Hasil karya/kerja semua elemen masyarakat dan daerah di bawah pimpinan Gubernur NTT, Dr. Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur Drs. Joseph A. Nae Soi, MM.

Tulisan ini berdasarkan laporan dari Bank Indonesia Kantor Perwakilan Nusa Tenggara Timur yang sebelum melanjutkan tulisan ini kami sampaikan terima kasih.

Dari sisi Lapangan Usaha, akselerasi pertumbuhan ekonomi Provinsi NTT bersumber dari kinerja LU Utama yakni LU Pertanian, LU Administrasi Pemerintahan, serta LU Perdagangan Besar dan Eceran. Pertumbuhan LU Pertanian ditopang oleh kinerja produktivitas tanaman pangan yang tumbuh meningkat seiring dengan curah hujan yang kondusif pada musim tanam, penanganan wabah PMK pada ternak besar (sapi dan kerbau) yang sangat baik terkonfirmasi dari zero case kasus PMK di Provinsi NTT dan ditetapkan sebagai zona hijau, serta penanganan ASF pada ternak babi yang terus berlanjut.

Pemulihan kinerja LU Administrasi Pemerintahan disebabkan oleh meningkatnya realisasi belanja barang dan jasa pemerintah, serta penyaluran tunjangan gaji ke-13 pada bulan Juli 2022 yang mendorong realisasi belanja pegawai. Disamping itu, akselerasi LU Perdagangan terjadi selaras dengan meningkatnya mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat ditengah pelonggaran kebijakan pembatasan.

Dari sisi Pengeluaran, pertumbuhan terutama bersumber dari meningkatnya Konsumsi Swasta dan Konsumsi Pemerintah. Pertumbuhan Konsumsi Rumah Tangga sejalan dengan aktivitas masyarakat yang terus membaik pasca pelonggaran kebijakan pembatasan ditengah penyaluran tunjangan gaji ke-13 ASN dan tahun ajaran baru pada bulan Juli 2022.

Adapun Konsumsi Pemerintah yang meningkat terutama disebabkan oleh meningkatnya kinerja komponen belanja pegawai dan belanja barang jasa. Akan tetapi, kinerja PMTDB tercatat melambat sejalan dengan menurunnya aktivitas konstruksi dan realisasi belanja modal pemerintah yang terkontraksi dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Struktur PDRB NTT Tw. III-2022 menurut Lapangan Usaha

                          %

  1. Pertanian 29,27
  2. Adm. Pemerintahan 13,15
  3. Perdagangan 12,16
  4. Konstruksi 10,30
  5. Jasa Pendidikan 9,09
  6. Lainnya 26,04

Lapangan Usaha dengan Pertumbuhan Tertinggi Tw. III-2022 (yoy)

                      %yoy

  1. Akmamin 30,47
  2. Pengadaan Listrik, Gas 7,77
  3. Perdagangan 7,35
  4. Adm. Pemerintahan 6,75
  5. TransGud 5,44

Struktur PDRB NTT Tw. III-2022 dari sisi Pengeluaran

                           %

  1. Konsumsi RT 69,72
  2. PMTDB 43,91
  3. Konsumsi Pemerintah 22,37
  4. Ekspor 5,93
  5. Konsumsi LNPRT 3,59
  6. Impor -46,48

Kelompok Pengeluaran dengan Pertumbuhan Tertinggi Tw. III-2022 (yoy)

                         %yoy

  1. Ekspor 21,01
  2. Konsumsi LNPRT 15,68
  3. Konsumsi RT 3,95
  4. Konsumsi Pemerintah 3,34
  5. Impor -5,16
  6. PMTDB -9,48

Demikian pertumbuhan ekonomi NTT yang menunjukkan peningkatan dari 3,11 persen menjadi 3,35 persen. Optimis angka ini akan terus meningkat dengan semangat kerja atau karya kolaborasi, sinerji dan dalam semangat ekosistem seperti yang telah dilaksanakan di bidang pertanian dan peternakan melalui program Tanam Jagung Panen Sapi/Ternak (TJPS/T) yang akan berkembang ke sector lainnya.*/)Karo Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT, Dr. Lery Rupidara, M.Si

Center Align Buttons in Bootstrap