Amankan Instruksi Presiden dan Gubernur Laiskodat, Doris Rihi Pastikan 5 Ha Lahan Kelor di Waibalun

173
Penjabat Bupati Flotim, Doris Alexander Rihi ketika meninjau kebun kelor milik warga di Kelurahan Waibalun, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flotim, Jumat (16/9/2022) Foto: ProkopimFlotim

LARANTUKA,SELATANINDONESIA.COM – Ancaman krisis pangan sebagai akibat dari pandemi Covid 19 dan konflik Rusia – Ukraina menjadi perhatian serius Pemerintah Pusat. Presiden RI Joko Widodo mengarahkan pemerintah daerah di tingkat propinsi dan kabupaten/kota untuk mempersiapkan berbagai upaya untuk menghadapi situasi ini.

Presiden Jokowi, dalam arahannya ketika memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) mengenai Antisipasi Krisis Pangan dan Energi, di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/6/2022) menegaskan sejumlah hal penting. Diantaranya, peningkatan produksi besar-besaran baik itu dari petani, korporasi, dan BUMN. Juga penanaman komoditas secara besar-besaran yang disesuaikan dengan karakter masing-masing daerah Dan, memastikan offtaker yang akan menampung hasil peningkatan produksi besar-besaran tersebut, dan pentingnya pendistribusian komoditas pangan yang telah diproduksi secara besar-besaran tersebut, sehingga stok tidak menumpuk atau kualitasnya menurun bahkan membusuk.

Terbaru, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengingatkan hal yang sama dalam Rapat Kerja bersama Bupati Flotim, Forkopimda, Pimpinan SKPD, Camat dan seluruh kepala desa/lurah se Kabupaten Flores Timur di Pantai Ina Burak, Desa Nihaone, Kecamatan Ile BOleng, Sabtu (10/9/2022). Menurut Gubernur Laiskodat, Presiden telah memerintahkan kepada seluruh gubernur untuk melakukan konsolidasi bersama Bupati, Camat, Kepala Desa, seluruh Forkopimda dan SKPD untuk mampu memastikan semua dapat diantisipasi secara baik, sehingga saat krisis datang, bangsa Indonesia dan Provinsi NTT baik-baik saja.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Penjabat Bupati Flores Timur, Drs. Doris Alexander Rihi, M.Si meninjau lahan Kelor di kelurahan Waibalun Kecamatan Larantuka. Turut hadir pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Flores Timur Sebast Sina Kleden, SP berserta staf, dan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Flores Timur, Yohanes Ibi Hurint, S.Sos, dan Lurah Waibalun Alfonsus Tadon Tukan Bethan, S.STP., M.M., Jumad (16/9/2022).

Kepada Kadis Perkebunan dan Pertanian, Doris Rihi memastikan terpenuhinya semua kebutuhan sehingga tanaman kelor dapat tumbuh subur dan terawat dengan baik termasuk ketersedian air. Ia menginstrusikan agar disekeliling lahan kelor ini harus dibangun pagar agar dapat melindungi tanaman kelor dan juga dapat menjaga aset daerah ini. “Segera dibangun pagar agar tanaman kelor bisa terjaga dengan baik,” sebut Doris Rihi.

Ia juga menginstruksikan kepada seluruh Lurah dan Kepala Desa se Kabupaten Flores Timur untuk mengembangkan tiga komoditi yaitu jagung, sorgum dan kelor. “Saat ini sudah ada ekosistem pola kemitraan antara petani dengan Bank NTT dan offtaker sehingga banyak kemudahan bagi para petani,” sebutnya.

Kadis Perkebunan dan Pertanian, Sebast Kleden menjelaskan bahwa lokasi lahan kelor yang terletak di Kelurahan Waibalun Kecamatan Larantuka ini memiliki luas lahan sebesar 5 Ha. Komoditi kelor atau moringa oleifera ini sudah mulai ditanam pada bulan Desember 2020 dengan umur tanam 1,9 thn.

“Luas kebun tanaman ini aadalah 2.6 Ha, dengan jarak antar tanam 1.5 x 1.5 meter. Dengan jumlah populasi saat ini sebanyak 3000 pohon, maka diperkirakan dapat memproduksi 600 kg daun segar yang dipanen setiap bulannya, dengan asumsi 5 pohon menghasilkan 1 kg daun kelor segar. Dengan masa panen dalam satu tahun sebanyak 12 kali, maka bisa menghasilkan 7.200 kg atau 7.2 ton,” jelasnya.

Menurut Sebast Kleden, untuk harga pasar daun kelor segar saat ini adalah 5000 per kilo, dengan perkiraan setiap bulan dapat menghasilkan 600 kilo daun kelor, maka menurutnya hasil pemasaran kelor dalam satu tahun masa panen akan menghasilkan 36 juta rupiah.

“Teknik pemeliharaan lahan kelor ini adalah dengan menggunakan pupuk organik dan pemberian air irigasi tetes sederhana menggunakan botol bekas air kemasan,” jelasnya.*/)ProkopimFlotim

Editor: Laurens Leba Tukan

Center Align Buttons in Bootstrap