PT Adhi Karya Diduga Berhutang Rp 232 Juta Lebih pada Kontraktor Lembata

157
Logo Adhi Karya dan Perumahan relokasi di Podu, Kecamatan Ile Ape Kabupaten Lembata.

LEMBATA,SELATANINDONESIA.COM – PT Adhi Karya diduga punya hutang ratusan juta rupiah kepada kontraktor lokal di kabupaten Lembata. Totalnya mencapai Rp.232.946.934,64.

Informasi ini disampaikan Longginus Laga, admin dari kontraktor lokal Gabriel Kapitan ketika memberikan keterangan kepada media di Lewoleba, Rabu (3/8/2022) pagi.

Menurutnya, anggaran pengadaan batu dan pasir untuk proyek rumah relokasi di Tanah Merah sebesar Rp.3.017.345.000.

Proyek pengadaan material itu berlangsung mulai tanggal 2 Juni 2021 sampai 31 Juli 2022, akan tetapi masih ada sisa tagihan yang musti dibayar PT Adhi Karya.

Dia menjelaskan, sisa hutang sebelum dilakukan pemotongan senilai Rp.391.135.547,14. Namun setelah dilakukan pemotongan sebesar 5,25% dari total tagihan sebesar Rp. 3.017.345.000, maka sisa hutang yang musti dibayar oleh PT Adhi Karya sebesar Rp.232.946.934,64. “Jumlah pemotongan 5,25% sebanyak Rp.158.410.612,5,” ungkapnya.

Baca Juga:  Napasabok, Pelopor Desa Bebas Malaria

Ada dua jenis pembayaran yang selama ini dilakukan pihak PT. Adhi Karya yakni, pembayaran reguler dan SCF (supply chain financing). Jangka waktu pembayaran reguler mulai satu minggu sampai satu bulan, sementara untuk SCF dari tiga bulan hingga enam bulan.

Dari dua jenis pembayaran tersebut, awalnya berjalan mulus namun saat jatuh tempo pelunasan hutang, pihak PT Adhi Karya mala terkesan melakukan pembiaran dengan tidak membayar sisa utang yang menjadi kewajibannya.

Baca Juga:  Ombudsman NTT Dukung Gubernur Laiskodat Berhentikan Kadis Berkinerja Buruk

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan kantor PT Adhi Karya di Kupang, namun diminta agar kembali melakukan pencocokan data tagihan bersama admin keuangan PT Adhi Karya di Lembata sehingga sisa utang bisa dibayar.

“Kantor Adhi Karya di Kupang siap bayar tapi harus cocokan data dengan mereka punya admin bagian keuangan di Lembata,” terangnya.

Alasan lain yang menjadi penghambat sehingga utang ratusan juta rupiah itu belum dibayar sampai sekarang karena PT Adhi Karya selalu melakukan pergantian tenaga admin keuangan di lapangan.

“Sudah tujuh bulan mereka belum bayar, mereka juga selalu gonta ganti admin,” jelasnya.

Baca Juga:  Di RSUD Lewoleba, Keluarga Ambil Paksa Jenazah Covid-19

Dia meminta PT Adhi Karya segera melunasi sisa utang tersebut supaya bisa digunakan membayar batu dan pasir milik warga yang selama ini digunakan untuk mendukung pembangunan rumah relokasi di Tanah Merah.

Sementara itu Pa Eki, selaku Penanggung Jawab (PPM) PT Adhi Karya di Lembata menerangkan bahwa saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan kontraktor lokal terkait tagihan utang tersebut.

“Pak Gabriel sudah konfirmasi sama orang logistik dan keuangan saya juga pak,” klaimnya ketika dikonfirmasi media, Rabu (3/8/2022) sore.*/)Tedy Lagamaking

Editor: Laurens Leba Tukan

 

Center Align Buttons in Bootstrap