Gubernur Laiskodat Tetap Berlakukan Tarif Baru dan Pembatasan di TN Komodo Mulai Hari Ini untuk Konservasi

237
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat bersama para Forkopimda NTT ketika memberikan ketarangan kepada wartawan tentang pembatasan dan kenaikan tarif masuk Pulau Komodo dan Pulau Padar, Kabupaten Manggarai Barat di Kantor Gubernur NTT, Senin (1/8/2022). Foto: SelatanIndonesia.com/Adit Adu

KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Kendati mendapat penolakan dari berbagai kalangan terutama para pelaku usaha pariwisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat tetap pada pendirian memberlakukan tarif baru tiket masuk ke Pulau Komodo dan Pulau Padar serta pembatasan kunjungan.

Bahkan, kepada pihak-pihak yang bertindak berseberangan dan melakukan tindakan yang menimbulkan rasa tidak nyaman kepada wisatawan di Labuan Bajo, Manggarai Barat bakal ditindak tegas oleh aparat keamanan. “Kami sudah menggelar rapat bersama Forkopimda dan hasilnya bahwa perlu ada sosialisasi lebih serius, terhadap keputusan-keputusan Pemda. Terutama tentang Pulau Komdo dan Pulau Padar yang menjadi daerah konservasi dengan dilakukan pemabatasan baik jumlah maupun angka nominal untuk dapat masuk ke Taman Nasional Komodo dan Padar,” sebut Gubernur Laiskodat kepada wartawan usai menggelar rapat Fotkopimda di Gedung Sasando kantor Gubernur NTT, Senin (1/8/2022).

Baca Juga:  Gubernur Laiskodat Desak Fraksi Demokrat Buktikan Siapa yang Korupsi

Sedangkan untuk Pulau Rinca, Gubernur Laiskodat mengatakan, setelah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo maka Taman Nasional di Pulau Rinca dijadikan mest tourism yang didalamnya terdapat 1.300 ekor komodo. “Untuk menjaga ekosistem baik darat maupun laut di sekitar dua pulau itu Komodo dan Padar terjaga dengan baik dari pemboman ikan dan pencurian rusa sebagai makanan komodo dan dampaknya nanti pada  masalah terhadap keindahan bawah laut karena terus dibom maka kita perlu konservasi,” sebutnya.

Dikatakan Gubernur Laiskodat, hasil riset dari IPB Bogor dan berbagai Universitas lainnya menujukan bahwa kekayaan bahwah laut di pulau Komdodo dan Padar serta daerah sekitarnya itu mencapai Rp 24 Tiliun lebih sehingga perlu dijaga, kalua tidak maka semakin lama semakin habis.

Baca Juga:  Kepastian Presiden ke Adonara dan Lembata Ditentukan Besok

“Selain itu, komodo sebagai binatang langkah, dan kalau tanya saya pribadi maka semuanya ditutup, tetapi itu kan tidak boleh, harus dibuka sebagiannya untuk dilihat masyarakat. Bapak Presiden sudah sampaikan bahwa mukanya komodo di Pulau Rinca dengan mukanya komodo di Pulau Komodo dan Padar itu sama saja. Cukup lihat di Rinca yang jumlahnya mencapai 1300 ekor. Bahkan di Rinca sudah dibangun fasilitas yang memadai sehingga masyarakat bisa datang dan melihat indahnya pemandangan kawasan Nasional dengan binatang langkah itu beserta fasilitas lengkap yang bagus dan lengkap,” jelasnya.

Gubernur Laiskodat mengatakan, setelah melakukan rapat Forkopimda diketahui bahwa masalahnya ada pada persoalan sosialisasi yang kurang. Sehingga perlu dilakukan sosialisasi yang lebih luas. “Berikutnya kepada kelompok-kelompok yang tidak setuju dan melakukan intimidasi dan ancaman serta kekerasan dan menimbulkan rasa takut kepada wisatawan maka kami Forkopimda akan mengambil langkah tegas,” katanya.

Baca Juga:  Lonely Planet dan Gubernur Laiskodat Tentang Mendunianya Pariwisata NTT

Ia juga meminta kepada semua pihak tersamuk Bupati Manggarau Barat dan seluruh jajaran untuk mengambil langkah tegas. “Kami juga akan hadir di Labuian Bajo untuk melakukan langkah-langlah jika ada wisatawan yang terganggu. Kepada para hotel dan restoran agar tetap buka. Laporak ke Polisi jika ada masah, karena Bapak Kapolda sangat serius untuk ke Labian Bajo dan mengirimkan pasukan dari Ende untuk menjaga TNK serta Labuan Bajo sebagai kota pariwisata super premium akan berjalan baik,” tegasnya.*/)AditAdu

Editor: Laurens Leba Tukan

Center Align Buttons in Bootstrap