Gubernur Laiskodat Siap Teruskan Aspirasi Warga NTT untuk Presiden Jokowi Tiga Periode

255
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat didampingi Wagub Josef Nae Soi ketika menerima aspirasi masyarakat NTT yang tergabung dalam Komite Penyelenggara Referendum Konstitusi untuk Presiden Jokowi Tiga Periode dari Ketua Komite Pius Rengka, Selasa (19/7/2022). Foto: SelatanIndonesia.com/Laurens Leba Tukan

KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Ratusan masyarakat Nusa Tenggara Timur yang tergabung dalam Komite Penyelenggara Referendum Konstitusi mendatangi Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, Selasa (19/7/2022). Mereka mendesak Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wagub Josef A. Nae Soi agar segera meneruskan aspirasi masyarakat NTT yang menghendaki Joko Widodo menjadi Presiden RI periode ke tiga.

Gubernur Laiskodat dan Wagub Nae Soi menerima aspirasi warga yang dipimpin Ketua Komite Penyelenggara Referendum Konstitusi, Pius Rengka di halaman depan Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT.

Gubernur Laiskodat mengatakan, semangat menghendaki Jokowi tiga periode bukan saja datang dari segelintir orang tetapi datang dari seluruh rayat NTT. “Setiap kunjungan saya ke desa-desa di NTT, saya didesak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi warga NTT agar Bapak Jokowi melanjutkan kepemimpinan sebagai Presiden untuk tiga periode,” sebut Gubernur Laiskodat ketika menemui masyarakat yang memadati Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT.

Baca Juga:  Sikap Kritis Fraksi Golkar, Wujud Cinta untuk Bank NTT

Menurutnya, aspirasi tersebut tentunya akan berhadapan dengan konstitusi yang perlu dirubah. “Sebagai Pemerintah Provinsi NTT, saya dan Pak Wagub Josef Nae Soi akan beretmu Bapak Presiden yang semoga akan datang di Labuan Bajo pada tanggal 21 Juli 2022 yang akan datang dan dismapiakn langsung aspirasi ini,” sebutnya.

Tidak hanya itu, salah satu pendiri Partai NasDem itu akan meneruskan aspirasi itu kepada Pimpinan Partai Politik. “Tanggapan Parpol seperti apa, itu urusan Parpol. Tetapi sebagai pemerintah, bahwa aspirasi ini datang dari rakyat NTT yang mencintai Persiden Jokowi maka tentunya saya sebagai Gubernur dan pak Wagub Josef Nae Soi berkewajiban untuk melanjutkan apsirasi itu kepada tingkat yang lebih tinggi juga kepada Piminan Parpaol yang mempunyai kewenangan untuk melakukan langkah-langkah politik selanjutnya,” jelas Gubernur Laiskodat.

Baca Juga:  Dirut Bank NTT Ukir Prestasi Nasional, Raih Penghargaan Digital Banking Awards 2022

Ketua Komite Penyelenggara Referendum Konstitusi, Pius Rengka menyampaikan terimakasih kepada Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wagub NTT Josef A. Nae Soi yang sudah mau mendengar, menerima dan mau melanjutkan asirasi masyarakat NTT. “Kami menyerahkan aspirasi masyarakat NTT ini untuk selanjutkan diteruskan kepada Bapak Presiden dan Pimpinan Parpol. Ini wujud cinta kami masyarakat NTT terhadap Bapak Presiden Joko Widodo,” ujar Pius Rengka ketika menyerahkan naskah aspirasi masyarakat NTT kepada Gubernur dan Wagub NTT.

Sebelumnya, dihadapan ratusan masyarakat NTT, Pius Rengka mengatakan, alasan mendasar aspirasi Presiden Jokowi Tiga Periode itu muncul lantaran selain perhatian dan cintanya untuk masyarakat Indonesia Timur khususnya NTT, juga Jokowi telah mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia di mata dunia.

Selain itu, di dalam peta global juga Jokowi telah menjadi salah satu tokoh di Asia Tenggara dan apalagi dari Indonesia yang sangat popular dan tidak memiliki cacat social yang merisaukan. “Kami juga mendorong agar pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta menuju Kalimantan Timur harus dikonktirkan dan perlu ada yang merawat. Dan orang yang paling tahu merawat, kami percaya hanya Jokowi yang bisa melakukan,” sebut Pius Rengka.

Baca Juga:  Orang Rote Punya Kemampuan untuk Buat Lahan Baru

Ia menambahkan, Ketua Komite Penyelenggara Referendum Konstitusi hanya menuntut agar kedaulatan rakyat dipegang kembali. “Apa kedaulatan kita, kedaulatan kita adalah untuk menetukan siapa yang akan memimpin Indonesia, dan itu adaah Jokowi. Dan caranya hanya satu yatu Referendum terhadap UUD 1945, Pasal 7 Ayat 2 yang menentukan bahwa Presiden Indonesia dipilih untuk lima tahun dan dapat diilih kembali. Cukup sampai disitu,” sebut Pius Regka.***Laurens Leba Tukan

 

Center Align Buttons in Bootstrap