Sukses Kerja Kolaboratif, Menanga Menuju Kampung Edukasi Stunting di Flotim

186
Dari Kiri: Camat Solor Timur Abdul Wahid Bapa Ana, Ketua BPD Menanga Stanis Ile Uran dan Kades Menanga Alfons Niron dalam acara Rembuk Stunting di Desa Menanga, Kecamatan Solor Timur, Kabupaten Flores Timur, Selasa (28/6/2022).

SOLOR,SELATANINDONESIA,COM – Desa Menanga, Kecamatan Solor Timur, Kabupaten Flores Timur tengah berbenah menuju Kampung Edukasi Stunting. Semangat kerja kolaboratif yang digagas Kepala Desa Menanga, Alfons Samin Niron dengan seluruh elemen masuarakat di desa itu berhasil menurunkan angka stunting.

Pada akhir Desember 2021, jumlah kasus stunting di desa itu sebanyak 15 Baduta Stunting. Namun hingga kini, jumlah kasus yang menjadi perhatian nasional itu tinggal 8 kasus. “Stunting merupakan isu Nasional dan menjadi perhatian sangat serius dari Bapak Presiden Joko Widodo dan Bapak Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat serta Penjabat Bupati Flotim Bapak Doris Rihi. Untuk penangannnya perlu kerja kolaborasi semua stakeholder untuk menurunkan angkanya,” sebut Kades Menanga, Alfons Niron usai Rembuk Stunating di desanya, Selasa (28/6/2022).

Disebutkan Alfons Niron, desa Menanga punya potensi lokal yang sangat banyak, namun belum dikelola secara baik. “Kita juga belum punya komitmen bersama dalam mengolah potensi lokal kita untuk dijadikan sumber gizi dan makanan untuk menurunkan angka stunting di desa kita,” sebutnya.

Baca Juga:  Richard Odja, Wakil Rakyat Penyumbang Ikan Segar untuk Warga Terdampak Covid

Kendati jumlah kasus di desanya mengalami penurunan dari 15 kasus menjadi 8 kasus, namun bagi dia kerja kolaboratif tidak bisa berhenti disitu. “Memang ini pencapaian yang cukup baik, namun kita tidak boleh  berhenti disini. Kerja ekstra semua stakeholder desa perlu terus dilakukan,” ujarnya.

Mantan aktifis mahasiswa di Kupang ini menjelaskan, dalam rembuk stunting yang dilakukan di desanya, pada sesi diskusi kelompok, dilakukan pemetaan masalah dan intervensi kegiatan untuk menyelesaikan masalah berdasarkan 16 indikator dari 5 aspek layanan konvergensi stunting.

“Dari hasil diskusi tersebut, peserta rapat menyepakati bahwa kedepan akan dibangun kerjasama dengan pihak Puskesmas Menanga untuk menjadikan Menanga sebagai kampung edukasi stunting. Untuk mencapai itu, pemerintah desa Menanga tidak saja fokus pada pemberian makanan tambahan, tetapi lebih kepada memberikan penyadaran kepada masyarakat melalui konseling gizi bukan saja kepada ibu-ibu tetapi juga kepada bapak-bapak,” jelas Kades Alfons.

Baca Juga:  Agus Ririmase Jadi Asisten, Balina Oey Pimpin BKAD

Ia menambahkan, aneka tindakan dan aksi nyata itu dilakukan pasca ditetapkannya Keputusan Bupati Flotim Nomor 69 Tahun 2022 tentang Penetapan Desa/Kelurahan lokus stunting di Kabupaten Flores Timur Tahun 2023 pada 16/2/2022 silam. “Desa Menanga merupakan salah satu desa yang menjadi lokus stunting tahun 2023. Sehingga Pemdes Menanga menggelar rembuk stunting untuk membahas akar masalah dan langkah strategis yang akan dilakukan di tahun 2023 mendatang,” ujarnya.

Kegiatan rembuk stunting itu dipimpin langsung oleh ketua BPD Menanga, Stanislaus Ile Uran yang dihadiri oleh Camat Solor Timur, Abdul Wahid Bapa Ana. Hadir pula Kepala Puskesmas Menanga, Koordinator PL KB Kecanatan Solor Timur, kepala BP Ile Napo, Petugas Gisi Nusantara Sehat,  Bidan Desa, Kader Pembangunan Manusia (KPM),  ketua TP PKK Desa,  para kader posyandu,  Guru Paud, para ibu hamil,  orang tua sasaran anak balita.

Baca Juga:  Golkar Minta Gubernur Laiskodat Bangun Pabrik Pakan Ternak di KI Bolok, Bukan di Lili

Ketua BPD Stanis Ile Uran mengatakan, menyelesaikan masalah stunting tidak mudah karena berkaitan erat dengan perubahan pola perilaku. “Hari ini tidak ada anak stunting, tapi belum tentu besok mashi ada dan sebaliknya. Sehingga semua stakeholdes desa haru serius melakukan pendampingan. Juga harus ada komitmen masyarakat secara utuh untuk sama-sama berjuang menurunkan angka anak stunting di Desa Menanga,” katanya.***Laurens Leba Tukan

 

Center Align Buttons in Bootstrap