Gubernur Laiskodat Apresiasi Bank NTT yang Berkolaborasi dengan Pemda Tangani Stunting

75
Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho ketika memberi makan kepada anak baduta dalam acara launching Bank NTT Peduli Stunting di Desa Batulesa Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Senin (21/6/2022). Foto: Humas Bank NTT/Boy

KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Aksi nyata dari PT. Bank Pembangunan Daerah (BPD) Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menekan angka stunting, mendapat apersiasi dari Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat.

Bank NTT terlibat langsung membangun kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi NTT serta Pemkab/Pemkot di NTT untuk menurunkan angka stunting dengan cara memberi makanan tambahan untuk 6.000 bayi bawah dua tahun (Baduta) di seluruh NTT.

Apresiasi Gubernur Laiskodat itu, saat berbicara seusai kebaktian syukur panen dan panen perdana kebun bawang merah Gereja GMIT Aku Ada Batun, Desa Batulesa Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Senin (21/6/2022).

“Stunting ini tidak datang dari mana-mana melainkan datang dari kita sendiri. Karena itu saya harapkan semua kita untuk ikut berperan aktif. Ketika saya menjadi Gubernur, stunting kita 42 persen. Saya baru dapat laporan, sekarang sudah berada pada angka 22 persen,” sebut Gubernur Laiskodat.

Mantan Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR RI ini berharap, seluruh pasangan usia subur mengkonsumsi kelor sehingga memiliki kadar Hb (Hemoglobin) yang mencukupi.

“Kepada pasangan harus makan kelor. Khusus ibu-ibu agar hemoglobinnya baik. Kalau Hb tidak cukup maka keluar anaknya stunting. Saya ingin sebelum saya turun nanti, sudah ada pada angka 10 persen,” ujar Gubernur Laiskodat.

Baca Juga:  Gubernur Laiskodat Bakal Luncurkan TJPS di Sumba Tengah

Diakui bahwa untuk turun ke angka 10 bukan kerja bisa, melainkan kerja besar. Disebutkan, kabupaten yang msih harus didorong, yakni TTS, Kabupaten Kupang dan beberapa kabupaten lain karena mereka menghasilkan angka sunting yang tak sedikit.

Gubernur Laiskodat menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Bank NTT yang sudah berpartisipasi memberi makanan tambahan bagi anak-anak dibawah dua tahun usianya (Baduta).

“Terimakasih kepada Bank NTT dan ini diharapkan terus menerus dan tidak satu hari saja. Agar didampingi terus, diberi edukasi sampai anaknya jadi, dan bisa berdiri. Beri makanan tambahan dari sekelilingnya yang menjadi kekuatan pangan lokal yang juga tak kalah dari pangan lainnya,” ujarnya.

Untuk diketahui, menyambut ulang tahunnya yang ke-60 tanggal 17 Juli 2022 nanti, maka Bank NTT menggelar program pemberian makanan tambahan kepada 6.000 anak yang usianya di bawah dua tahun yang tersebar di 23 kabupaten/kota di NTT. Dan, Selasa (21/6/2022) hari ini, dilaunching serentak di seluruh kabupaten kota oleh setiap kepala daerah.

Baca Juga:  Dari Kampung Toleransi Naibonat, Gubernur Laiskodat Ajak Umat Islam Tampilkan Muslim Nusantara

Launching program pemberian makanan tambahan ini dilakukan di Batulesa, yang ditandai dengan disuapinya empat orang anak sebagai perwakilan dari ribuan anak-anak ini.

Empat pejabat yang diundang untuk memberi makan anak-anak ini yakni Koordinator Staf Khusus Gubernur, Prof. Daniel Kameo, Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, Bupati Kupang, Korinus Masneno dan Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe.

Hadir juga menyaksikan momen ini, selain Gubernur Viktor, Wakil Ketua Sinode GMIT Pdt. Gayus Polin, S.Th, serta Ketua Klasis Kupang Barat, Ketua Majelis Jemaat Aku Ada, Pdt. Vony Dolwala-Adoe, S.Th serta para tokoh masyarakat dan tokoh adat setempat.

Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho mengatakan, dalam rangka merayakan HUT ke-60, Bank NTT bersama pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten dan  kota se-NTT bersama-sama menyelesaikan masalah stunting melalui pemberian makanan tambahan kepada 6000 Baduta. Data-data ini menurutnya diperoleh dari Pemprov NTT melalui Pokja Percepatan Penurunan Stunting AKI (Angka Kematian Ibu) -AKB (angka kematian Bayi) Propinsi NTT.

Baca Juga:  Menag Kagum, Asrama Haji di Kupang Ditempati Mahasiswa Kristen Papua

Menurut Dirut Alex, aksi ini berlangsung di 23 cabang Bank NTT dan program ini diberi nama ‘Bank NTT Peduli Stunting’. Bentuk kegiatan dari program ini adalah Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada 6.000 anak usia di bawah dua tahun (Baduta) gizi kurang periode 1 bulan/30 hari pada setiap kabupaten/kota selama 30 hari dan akan berkelanjutan dengan program asuhan hingga Desember 2022. Bank NTT mengintervensi Gizi Buruk dan Gizi Kurang yang ada di NTT sebelum menjadi Stunting.

Dalam kegiatan ini, Bank NTT tidak saja berkolaborasi dengan seluruh fasilitas kesehatan dalam pemberian makanan tambahan, melainkan menggunakan berbagai alternatif media seperti pemutaran film tentang nasihat-nasihat gizi maupun materi lain yang berhubungan dengan kesehatan. Karena mencegah bayi stunting tidak saja tanggungjawab ibu dan bapak si anak melainkan seluruh keluarga, atau orang dekat seperti kakak, saudara, serta ayah dan ibu dari kedua orang tua. */)HUMAS BANK NTT/Boy

Editor: Laurens Leba Tukan

Center Align Buttons in Bootstrap