Pimca Bank NTT Mbay dan Bupati Nagekeo Ikut Launching Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting di Aesesa

93
Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do didampingi Pimpinan Bank NTT Cabang Mbay Matias Tifaona, ketika memberikanan manan tambahan kepada baduta stunting di Kantor Camat Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Selasa (21/6/2022). Foto: Dokumen Bank NTT Cabang Mbay

MBAY,SELATANINDONESIA.COM – Aksi nyata Bank NTT dalam mendukung konvergensi percepatan penurunan stunting di seluruh NTT dilakukan serentak. Hari ini, resmi diluncurkan aksi sosial itu sebagai wujud kerja kolaboratif antara dunia usaha dengan Pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung percepatan penurunan prevelsni stunting.

Di Kabupaten Nagekeo, acara peluncuran dilakukan terpusat di Aua Kantor Camat Aesesa, Selasa (21/6/2022). Turut hadir Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do, Pimpinan Bank NTT Cabang Mbay Matias Tifaona, Ketua dan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Nagekeo, Camat Aesesa, para Kepala Desa, Kader Posyandu dan Tenaga Kesehatan Kabupaten Nagekeo.

Pimpinan Bank NTT Cabang Mbay, Matias Tifaona kepada selatanIndonesia.com mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan acara launching itu dengan baik bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo. “Kita koordinasi dengan Puskesmas Danga, Puskesmas Nagaroro, Puskesmas Boawae dan pihak Kecamatan Aesesa, dan hari ini berjalan lancer,” sebut Matias.

Baca Juga:  Gubernur Laiskodat Ajak Arsitek NTT Terlibat Desain Pariwisata

Dijelaskan, baduta (balita dua tahun) yang menjadi sasaran pelaksanaan kegiatan itu sebanyak 107 anak. Jumlah itu tersebar di Puskesmas Danga 44 anak, Puskesmas Boawae 52 anak, dan Puskesmas Nangaroro 10 anak.

Ia memberikan apresiasi yang tinggi kepada Bupati Nagekeo Jonaes Don Bosco Do yang bersedai hadir dalam acara launching tersebut. “Terima kasih kepada Bapak Bupati dan Pemda Nagekeo yang sangat menyambut positif dan mendukung secara penuh kegiatan ini. Walaupun di waktu bersamaan Bapa Bupati ada jadwal kegiatan yang lain tetapi beliau berkenan hadir langsung dan memberikan makan kepada bayi yang tergolong stunting,” sebutnya.

Diberitakan sebelumnya, sebagai bukti partisipasi mendukung Pemerintah Provinsi NTT yakni mengentaskan permasalahan stunting, maka Bank NTT berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi NTT dan pemerintah kabupaten/kota se-NTT, memberi makanan tambahan bagi anak gizi kurang. Program ini merupakan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting.

Baca Juga:  Bupati Sumba Tengah Sudah Bangun 558 Unit Rumah Mandiri untuk Warga Umbu Ratu Nggay

Sasarannya adalah 6.000 anak Baduta (bawah dua tahun) dengan usia 6 s.d. 23 bulan. Kegiatan ini berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi NTT dalam hal ini Pokja Percepatan Pencegahan dan Penanganan Stunting Provinsi NTT.

Aksi ini untuk merayakan HUT Bank NTT yang jatuh pada 17 Juli mendatang, dimana PT. Bank Pembangunan Dearah Nusa Tenggara Timur (PT. BPD NTT) akan genap berusia 60 tahun. Sudah menjadi komitmen pihak pengurus dan seluruh manajemen untuk tahun ini fokus pada upaya-upaya menekan angka stunting.

Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, Senin (20/6/2022) di Kupang menegaskan hal ini. “Dalam rangka merayakan HUT ke-60 maka Bank NTT bersama pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten dan  kota se-NTT bersama-sama menyelesaikan masalah stunting melalui pemberian makanan tambahan kepada enam ribu Baduta,”tegas Alex di Kupang. Masih menurutnya, aksi ini akan berlangsung di 23 cabang Bank NTT.

Baca Juga:  Bupati Belu Siapkan 13 Miliar Cegah Covid-19

Adapun program yang diberi nama ‘Bank NTT Peduli Stunting’ ini akan diluncurkan secara resmi oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat pada Selasa (21/6/2022) di Desa Sumlili, Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang.

Bentuk kegiatan dari program ini adalah Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada 6.000 anak usia di bawah dua tahun (Baduta) gizi kurang periode 1 bulan/30 hari pada setiap kabupaten/kota selama 30 hari dan akan berkelanjutan dengan program asuhan hingga Desember 2022. Bank NTT mengintervensi Gizi Buruk dan Gizi Kurang yang ada di NTT sebelum menjadi Stunting.

Sementara manfaat dari kegiatan ini antara lain peningkatan cakupan program gizi dalam rangka pencegahan stunting pada kelompok 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), mengoptimalkan  proses aksi konvergensi penanganan stunting dengan melibatkan Bank NTT sebagai unsur Pentahelix (kolaborasi berbagai pihak).***Laurens Leba Tukan

Center Align Buttons in Bootstrap