Polisi Periksa Lima Saksi Kasus Percobaan Pembunuhan Wartawan Fabi Latuan

622
Kepala Polres Kota Kupang Komisaris Besar Rishian Krisna ketika masih menjadi Kabid Humas Polda NTT menerima pernyataan sikap Forum Wartwan NTT usai aksi unjuk rasa di Mapolda NTT, Rabu (27/4/2020). Foto: SelatanIndonesia.com/Laurens Leba Tukan

KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Kepolisian Resort Kota Kupang sudah memeriksa lima ornag saksi terkait kasus percobaan pembunuhan terhadap wartwan dan Pimpinan Redaksi Suaraflobamora.com, Fabianus Latuan.

Kepala Polres Kota Kupang Komisaris Besar Rishian Krisna berjanji akan menangkap pelaku dan mengungkap aktor intelektual di balik aksi premanisme yang bertujuan untuk membungkam kerja jurnalistik itu.

“Sudah ada lima orang yang dimintai keterangan terkait kasus penganiayaan itu. Kami masih terus mendalaminya, termasuk apakah akan meminta keterangan dari orang lain untuk memperkuat informasi dan data-data yang diperlukan,” sebut Kapolresta Kupang Kota, seperti dilansir dari Kompas.id, Minggu (1/5)2022).

Baca Juga:  APD dan Sembako Tanda Cinta IIPG NTT untuk 37 KK dan Pemulung di Alak

Kombes Krisna mengatakan, polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara di kantor Perusahaan Daerah Flobamor di Kelurahan Naikolan, Kota Kupang. Kamera pemantauan di sekitar kantor tersebut serta barang bukti lain yang mengarah ke jejak-jejak pelaku juga sudah diamankan petugas.

Baca Juga:  Sop Saudara Tirosa, Menu Khas Makassar yang Bikin Ketagihan Warga Kupang

Krisna berjanji, polisi akan menangkap komplotan pelaku hingga mengungkap auktor intelektualis yang menjadi dalang penganiayaan dan ancaman pembunuhan terhadap Fabianus. Oleh karena itu, ia berharap masyarakat bersabar menunggu hasil penyelidikan polisi. “Kami tidak menetapkan target kapan akan terungkap, lihat saja ke depan, ” ujarnya.

Baca Juga:  Biaya Operasi Bayi Bocor Jantung di Marombok Ditanggung Pemda Mabar

Upaya pengungkapan kasus tersebut, lanjut Krisna, sebagai bentuk dukungan polisi terhadap kerja jurnalistik di Kota Kupang. Keberadaan jurnalis sebagai bagian dari pilar demokrasi wajib dilindungi. Di sisi lain, ia juga menegaskan akan memberantas aksi premanisme dalam bentuk apa pun.***Laurens Leba Tukan

Center Align Buttons in Bootstrap