Panen Jagung Food Estate, Bupati Sumba Tengah Dorong Petani Percepat Olah Lahan dan Kejar Indeks Pertanaman

88
Bupati Sumba Tengah, Paulus S. K. Limu ketika bersama Wakil Bupati Ir. Daniel Landa dan masyarakat melakukan panen raya jagung di Desa Ole Dewa, Sabtu (26/2/2022). Foto: PKP-SumTeng

WAIBAKUL,SELATANINDONESIA.COM – Sektor pertanian merupakan sektor yang penting bagi masyarakat Sumba Tengah. Pasalnya, sebagian besar masyarakat miskin di wilayah itu menggantungkan hidupnya pada sektor tersebut.

Selain itu, sektor pertanian berfungsi sebagai penyedia bahan pangan untuk ketahanan pangan masyarakat, penyedia lapangan kerja dan sumber pendapatan masyarakat. Juga sektor pertanian telah berkontribusi nyata bagi masyarakat untuk keluar dari angka kemiskinan.

Bupati Sumba Tengah, Paulus S. K. Limu ketika bersama Wakil Bupati Ir. Daniel Landa dan masyarakat melakukan panen raya jagung di Desa Waimanu, Sabtu (26/2/2022). Foto: PKP-SumTeng

Menyadari betapa pentingnya peranan sektor pertanian ini, Bupati Sumba Tengah, Paulus S. L. Limu terus memotivasi masyarakat dengan semangat dan inovasi agar terus bekerja maksimla di sektor pertanian. “Suksesnya Food Estate di Sumba Tengah tidak saja bertumpu pada target peningkatan produktivitas dan indeks pertanaman, namun dibuktikan dengan semangat dalam diri untuk terus bekerja keras mengolah lahan-lahan produktif untuk ditanami aneka komoditi, ini yang harus diperhatikan,” sebut Bupati Paulus ketika bersama Wakil Bupati Ir. Daniel Landa dan masyarakat melakukan panen raya jagung pada 2 Desa yaitu Desa Waimanu dan Desa Ole Dewa, Sabtu (26/2/2022).

Baca Juga:  Sukses Food Estate di Sumba Tengah, Gubernur Laiskodat: Ke Presiden Saya Bilang Bupatinya Kerja Bagus

Disebutkan Bupati Paulus, Food Estate akan terus berlanjut di tahun 2023 hingga tahun 2024. Ini dikarenakan program Food Estate atau lumbung pangan Nasional dikerjakan secara serius untuk membantu masyarakat keluar dari kemiskinan. “Pemerintah pusat menaruh perhatian serius terhadap program Food Estate di Kabupaten Sumba Tengah yang dinilai  oleh pemerintah pusat bahwa para petani Sumba Tengah bekerja dengan sungguh-sungguh dari waktu ke waktu untuk bisa keluar dari kemiskinan. Food Estate akan terus berlanjut di tahun 2023 hingga tahun 2024,” ujarnya.

Baca Juga:  Gubernur Laiskodat Sambut Presiden di Tambolaka, Satu Pesawat ke Maumere

Untuk menjaga ketahanan pangan bagi masyarakat terus terpenuhi, Bupati Paulus mendorong para petani agar Indeks Pertanaman terus ditingkatkan sehingga peningkatan produktivitas semakin tinggi dari waktu ke waktu. “Habis panen harus siap lagi untuk olah lahan, kalau perlu olah lahan dimulai dari bulan Sgustus dan jangan hanya 1 Ha saja, tetapi harus 2 atau 3 ha dan bahkan lebih lagi, kami akan bantu traktor, benih, pupuk dan pendamping agar bapak ibu kelompok tani terus semangat untuk bekerja keras,” sebutnya.

Panen jagung itu dilakukan Bupati Paulus di Desa Ole Dewa, Kecamatan Mamboro pada kelompok tani Dewa Dara diperoleh hasil ubinan 10 ton per Ha diatas lahan seluas 2 Ha. Dan, di Desa Waimanu, Kecamatan Katiku Tana Selatan pada kelompok tani Suka Maju diatas lahan seluas 5 Ha diperoleh hasil ubinan jagung 9,6 ton per Ha.

Baca Juga:  Gubernur Viktor Bebaskan Warga Matim yang Terisolir

Metode ubinan adalah salah satu metode dalam dunia pertanian untuk mengetahui perkiraan dari jumlah hasil yang akan didapat pada saat panen. Pengubinan, istilah yang biasa dipakai penyuluh untuk menghitung secara cepat dan sederhana hasil panen tanaman pangan.

“Saya sangat mengapresiasi atas kerja keras yang dilakukan para petani kita dan ini sangat luar biasa, karena itu Saya minta kita terus kerja keras agar hasilnya terus meningkat dari waktu ke waktu, dengan demikikan kesejahteraan akan kita peroleh dam nikmati bersama dan kemiskinan bisa kita tekan turun,” kata Bupati Paulus.*/PKP-SumTeng

Editor: Laurens Leba Tukan

Center Align Buttons in Bootstrap