Golkar Alor Desak Pemda Serius Kembangkan Potensi Kelautan dan Pariwisata

80
Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Alor, Maxensius Andereas Lelang (berdiri) ketika membacakan Pendapat Akhir Fraksi Golkar terhadap RAPBD Kabupaten Alor Tahun 2022 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dalam Sidang Paripurna, Senin (29/11/2021).

KALABAHI,SELATANINDONESIA.COM – Pemerintah Kabupaten Alor didesak untuk lebih serius lagi mengembangkan sektor Kelautan dan Pariwisata, terutama keberpihakan pada sapek kebijakan anggaran. Pasalnya, kedua sektor ini walau terdampak akibat pandemi Covid-19 tetapi tampaknya mempunyai daya tahan yang cukup baik.

Pada sektor Kelautan, fokus kita adalah bagaimana melengkapi kelengkapan nelayan kita dan bagaimana menyelamatkan hasil tangkapnya sehingga mampu menjaga kualitas hasil tangkapan guna memenuhi permintaan pasar baik dalam maupun luar daerah. Fraksi Golkar meyakini, bila ada keberpihakan kebijakan maka sektor Kelautan ini akan mampu menopang PAD kita kelak,” sebut Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Alor, Maxensius Andereas Lelang ketika membacakan Pendapat Akhir Fraksi Golkar terhadap RAPBD Kabupaten Alor Tahun 2022 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dalam Sidang Paripurna, Senin (29/11/2021).

Baca Juga:  Di Rote Ndao, APBD I Prioritaskan Pariwisata

Maxensius mengatakan, sama halnya dengan sektor pariwisata. “Kita tidak bisa menutup mata dari apa yang telah dilakukan pemerintah dengan memberikan dukungan terhadap terselenggaranya Expo yang telah mempunyai jadwal tetap cukup membawa dampak pada ekonomi masyarakat UMKM terutama besaran transaksi yang mencapai Rp 1 milyar pada setiap penyelenggaraan,” sebutnya.

Juga, Festival Tenun Ikat yang dilaksanakan pada bulan Februari lalu mampu menghasilkan transaksi mencapai Rp 1 milyar hanya dalam tempo 3 hari pemyelenggaraan. “Ini merupakan potensi yang luar biasa untuk didukung berkelanjutannya,” ujar Maxensius.

Ia menambahkan, kegiatan dan festival lainnya berupa Makan Baru (Bampalola), Dugong, Al Quran Tua, Situs Masjid Tua Lerabain, Keindahan Pantai dan Taman Laut serta terakhir Festival Paralayang perlu dimanage lebih baik lagi. Bahkan Fraksi Golkar meminta agar diaktualisasikan serta didigitalisasi informasi pariwisatanya sehingga bisa dicanangkan pada tahun 2022 sebagai tahun kunjungan wisata ke Alor yang punya sejuta pesona kekayaan alam. “Suksesnya kegiatan Festival Paralayang perlu ditangkap momentumnya untuk mempersiapkan lagi dengan baik lokasi penyelenggaraannya serta infrastruktur akses transportasi masuk dan keluar arena kegiatan untuk memenuhi kelayakan sebuah festival internasional,” ujarnya.

Baca Juga:  Penambahan Tersangka Kasus Landscape, Tergantung Petunjuk Jaksa

Fraksi Golkar juga menyoroti Pasar Rakyat yang perlu ditangani dengan lebih baik, terutama pada pedagang yang berjualan barang segar dan basah seperti ikan, daging, sayur mayur dan buah. “Jenis dagangan ini berkaitan dengan daya tahan dan kualitas yang tidak bertahan lama, sehingga tidak sedikit pedagang kita yang kemudian merugi sehingga perlu ada perhatian kita guna menempatkan coldstorage pada tempat yang strategis di pasar sehingga bisa membantu menyelamatkan daya tahan dan kualitas barang dagang dari pedang kecil kita di pasar,” ujar Maxensius.

Baca Juga:  Ketua DPRD Alor Sisihkan Seluruh Gaji untuk Sembako dan Masker

Rapat Pripurna tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Alor Enny Anggrek, dan dua Wakil Ketua yaitu Sulaiman Singhs dan Yulius Mantaon serta dihadiri Bupati Alor Amon Djobo dan pimpinan OPD Kabupaten Alor. ***Laurens Leba Tukan

Center Align Buttons in Bootstrap