Hadir di Maumere, AFC Lifescience Dapat Respon Positif

2020
GM AFC Indonesia Nicola Rampisela (kiri) dan dr.Yudhi Winata saat ditemui di Kota Maumere,Kabupaten Sikka,NTT, Jumat (26/11/2021).Foto : Ebed de Rosary

MAUMERE,SELATANINDONESIA.COM – AFC Lifescience adalah perusahaan farmasi dari Jepang yang sudah berumur 53 tahun, perusahaan tertua dan terbesar di Jepang yang masuk ke Indonesia 3 tahun lalu.

GM AFC Indonesia Nicolas Rampisela saat ditemui di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (26/11/2021) malam mengakui baru merambah pangsa pasar NTT. “Kita sudah hadir di lebih dari 24 provinsi dan NTT baru selama 2 hari ini di Maumere, lalu ke Kupang dan Labuan Bajo. Selama 2 hari ini respon masyarakat sangat positif,” sebut Nicolas.

Nicolas mengatakan, selama 2 hari memperkenalkan produk mereka di Maumere hadir hampir 600 orang dan atusias dan respon warganya sangat bagus.

Ia menjelaskan, perusahaan farmasi ini masuk ke Indonessia lewat Multi Level Marketing (MLM) dan ada di 8 negara tapi di negara lain dijual secara retail. Sementara di Indonesia distribusinya network marketing atau multi level marketing sebab kalau ritel tidak bisa membantu siapa-siapa.

Ia menerangkan, ada 2 produk yang ditawarkan yakni Sop Subarashi yang berasal dari selaput telur Salmon yang bisa meregenerasi sel tubuh. Sementara produk Utsukushhii terbuat dari salmon DNA dimana hak patennya produk anti tumor.

“Produk kita farmasi dan ada patennya serta sudah masuk Indeks Bulanan Spesialisasi Medis (MIMS) ,uji klinis, terdaftar di BPOM dan hak paten sehingga dokter dan rumah sakit bisa memberikan rekomendasi,” terangnya.

Nicolas menambahkan, harga produknya Rp.1,65 sampai Rp1,75 juta untuk satu produknya. Dikatakan, untuk meregenerasi sel cuma produk AFC yang memiliki hak patennya.

Pihaknya menggunakan skema MLM tetapi memiliki kelebihan menjadi member yakni bisa mendistribusikan barangnya,tidak ada iuran wajib, biaya member, tidak ada tutup poin, tidak wajib beli barang,wajib omzet dan bonusnya dibayar per hari. “Kalau kita merekomendasikan orang dia mau, maka langsung mendapatkan bonus. Selama 3 tahun baru 900 ribu orang bergabung dengan AFC Indonesia.Saya mencoba di Aceh dan Papua sukses sehingga coba masuk di NTT,” ungkapnya.

Nicolas mengatakan, kalau komitmennya bagus, konsisten dan maksudnya baik maka ia yakin sukses. “Banyak multi level yang tipu-tipu orang dan kalau niatnya tipu maka pihaknya tidak datang dengan semua tim,” ujarnya.

Niatnya ingin bangun ekonomi masyarakat dan perusahaannya satu-satunya MLM di Indonesia yang mendapat rekor MURI untuk pembayaran bonus buat member terbesar yakni Rp 112 miliar. “Mudah-mudahan berjalan lancar di NTT.Kami sudah ada stokis agar pembeli bisa mudah mendapatkan produknya.Kita masuk lewat MLM karena bisa membantu ekonomi masyarakat yang menjadi member,” tuturnya.

Dokter Yudhi Winata menyebutkan, selama di Maumere dia melihat antusias masyarakat tinggi sebab produknya sudah melalui proses penelitian. Dijelaskan, sudah banyak warga yang sembuh sehingga produk yang mereka tawarkan cepat terjual.

Di Maumere, Kata dia, dalam beberapa hari sudah ada beberapa orang yang mengkonsumsi produk mereka dan merasakan manfaatnya sehingga banyak yang tertarik. “Saya bergabung karena produknya bagus apalagi saya seorang dokter.Setelah melihat produk dan hasil dari mengkonsumsi produknya serta testimoni dari orang yang pernah mengkonsumsinya saya tertarik. Ada 40 ribu dokter lebih bergabung dengan perusahaan kami,” pungkasnya.*)EbDr

Editor: Laurens Leba Tukan


Center Align Buttons in Bootstrap