Gatal Buta Tuli Oknum Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lembata, Ditangkap Selingkuh di Kamar Mandi

3945
Ilustrasi bercinta di kamar mandi

LEMBATA,SELTANINDONESIA.COM – Kasus perselingkuhan dengan menyeret pejabat di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali terjadi. Kali ini oknum anggota DPRD di Kabupaten Lembata yang menjadi aktornya.

Adalah MGPR, anggota DPRD dari PDI Perjuangan kepergok berselingkuh dengan Mawar (bukan nama sebenarnya) warga Kota Lewoleba. Aksi tukar lendir itu berawal dari MGPR menemui Mawar di rumahnya di kelurahan Lewoleba Tengah sekitar pukul 01.30 Wita. Setelah tiba, Raring memaksa Mawar ke kamar mandi untuk melecutkan birahinya.

Gejala ini pun membuat curiga DW, suami sah Mawar yang pada saat itu berada di rumah. Tanpa sadar, DW membuntuti Mawar sampai pada akhirnya berhasil dipergoki.

“Dia (istri) bilang perut sakit dan buang air, tapi firasat saya tidak enak makanya saya ikut, lalu saya tunggu di luar kan lama lalu karena saya lihat ada kaki dan bunyi air ini siram jalan terus dan saya tambah curiga, tidak lama sekitar 30 menit begitu dia (istri) keluar dan saat itu saya lihat MGPR didalam kamar mandi,” ungkap DW kepada wartawan, Kamis (25/11/2021).

Melihat Politisi PDIP Lembata itu di dalam kamar mandi milik mereka, DW langsung meluapkan amarahnya. Dia menghajar oknum wakil rakyat itu dengan pukulan sebagai bentuk kecewa dan sakit hati serta rasa malu.

Merasa malu, sakit hati serta kecewa, DW yang dalam keadaan air mata itu pun berteriak dan menghujat perlakuan tidak beretika dari politisi tersebut. Bahkan, DW juga sempat ke rumah orang tua MGPR dan rumah pribadi politisi asal Lebatukan tersebut untuk mencari sekaligus menanyakan secara langsung apa motif dari perbuatan tak senonoh itu.

“Saya tidak habis pikir kenapa bisa terjadi begini untuk keluarga saya, dari malam sampai pagi saya hanya menangis dan tidak bisa tidur,” ujar DW dengan mata berkaca-kaca.

DW pun menjelaskan, akibat dari perilaku gatal buta tuli politisi tersebut, dirinya dan seluruh keluarga besarnya termasuk semua orang yang ada di kompleks pun hilang simpati.

DW yang adalah ASN di Pemkab Lembata itu pun berencana akan melaporkan peristiwa tukar lendir itu ke Polres Lembata. “Setelah saya bicara baik-baik dengan istri, maka saya akan lapor ke Polres Lembata untuk ditindaklanjuti dengan serius,” beber DW.

Sementara itu, MGPR ketika ditemui wartawan di rumahnya pun tidak berada ditempat dengan alasan ke kampungnya di Lewoeleng. “Dia tidak ada di sini (rumah.red), dia ke kampung tadi pagi, saya sendiri saja disini,” terang Melati (bukan nama sebenarnya) yang adalah istri dari MGPR.


Isterinya juga mengakui bahwa tadi malam DW bersama istrinya sempat datang mencari MGPR namun politisi yang terkenal getol di lembaga DPRD Lembata itu ternyata memilih kabur. “Iya tadi malam, Ka DW dan kaka Mawar datang kesini, marah-marah dan penuh emosi. Mobil disini juga kaca spionnya pecah, patah kena parang dan batang kayu merungge,” pungkas Melati kepada wartawan, Kamis (25/11/2021).

Lanjutnya, Melati pun sempat meminta bantuan kakak iparnya untuk bertemu dengan DW dan Mawar di rumahnya tadi pagi. Hasil pertemuan itu, kata Melati, DW menjelaskan secara terang benderang kejadian itu di dalam kamar mandi. “Tadi malam saya tidak mengerti, saya shock, dan tadi pagi saya minta kaka Ipar ke rumah cari tahu di Ka DW dan kaka ibu dan tanya ada apa. Saya minta Ka DW cerita dan dia cerita begitu. Dan saya mewakili dia (suami saya) saya minta maaf,” tandas Melati dengan wajah muram.*)Tedy Lagamaking

Editor: Laurens Leba Tukan

Baca Juga:  PDI Perjuangan Geser Herman Hery dari Ketua Komisi III ke Anggota Komisi VII
Center Align Buttons in Bootstrap