Dari Puncak HKAN 2021 di Lasiana, Komodo Harus Tetap Liar

35
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat ketika berbicara dalam acara puncak Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) di Lasiana, Kota Kupang, Rabu (24/11/2021). Foto: Meldo/BiroAP

KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menegaskan, konservasi adalah aspek penting dalam pembangunan. Bagi dia, konservasi adalah mansuia mengungkapkan cinta pada sang Ilahi dengan cara menjaga dan melestarikan alam.

Kita harus punya riset yang hebat. Misalnya kalau kita bangun Taman Nasional dan kelola dengan baik maka ekosistem alamnya akan kembali seperi dulu. Kalau kita cinta dan rawat kembali alam kita, maka alam akan recovery dengan sendirinya. Komodo, itu harus kita pertahankan naluri liarnya. Dia jangan dimanjakan dengan diberi makan terus karena bisa menjadi jinak. Harus ada riset agar dia tetap liar. Liar itulah yang punya nilai mahal,” sebut Gubernur Laiskodat ketika berbicara dalam acara puncak Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) di Lasiana, Kota Kupang, Rabu (24/11/2021).

Gubernur Laiskodat juga menyampaikan terima kasih kepada para ranger dan Kepala Balai TNK yang selama ini sudah memberikan kepedulian pada komodo. “Konservasi harus dipahami dengan baik oleh pemerintah dan masyarakat, bila tidak dipahami maka konservasi itu akan sia-sia,” ujarnya.

Menurut dia, NTT adalah bentangan surga yang bermetamorfosa sempurna dengan indah. “Hasil kajian saya dengan mengelilingi NTT, saya lihat bahwa NTT ini adalah salah satu daerah atau provinsi terkaya di Indonesia. Kekayaan alam, lautnya. Kini sedang kami kerjakan dan siapkan semua,” katanya. Gubernur Laiskodat juga memberikan apresiasi kepada Kementerian LHK yang memilih NTT sebagai tuan rumah peringatan HKAN tahun 2021.

Seluruh rangkaian acara dalam momentum HKAN 2021 itu bertujuan untuk memotivasi gerakan kolektif menjadikan konservasi sebagai gaya hidup. “Momentum ini sebagai gerakan kolektif kita bersama dan menjadikan konservasi sebagai gaya hidup generasi muda dan partnership dengan penghargaan bagi pihak yang melakukan upaya konservasi di bidang masing-masing,” sebut Wakil Menteri LHK Alue Dohong di acara puncak HAKN.

Menurut Wamen Alue, NTT memiliki kekayaan hebat dan dibutuhkan keseriusan untuk mengelolanya. “Harus lebih fokus. Kita dukung visi Provinsi ini harus maju secara ekonomi, dengan tata kelola alamnya yang baik, kemudia NTT juga maju secara sosial dan maju secara kultural,” tambahnya.

Wamen Alue mengatakan semua pihak harus bersyukur karena memiliki Presiden Jokowi yanh visioner dan tidak pernah lelah bekerja bagi negara dan terus memberikan motivasi bagi kita. “Presiden kita itu orang yamg hebat dan visioner, melalui pertemuan di Glasgow dihadapan selurh Kepala Negara dan Pemerintahan dari berbagai negara beliau menegaskan pada optimisme pembangunan sektor kehutanan dan tata guna lahan di Indonesia terus naik. Ini tentunya harus juga kita laksanakan dengan baik di tingakat daerah,” kata Wamen Alue.

Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK, Wiratno menjelaskan dalam HKAN 2021 tersebut dilaksanakan berbagai kegiatan diantaranya, jambore nasional, pembukaan festival Taman nasional dan taman wisata alam, pameran konservasi alam, talkshow harmoni alam dan budaya, pemutaran film, pemutaran film, bedah buku, senandung merdu, dan kunjungan pantai, dan pelepasan burung elang.

Dalam acara puncak itu dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman oleh Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK dengan Pemerintah Provinsi NTT. Kerja Sama tersebut mengenai Penguatan Fungsi Kawasana Konservasi Dan Konservasi Sumber Daya Alam Hayati Dan Ekosistemnya Secara Berkelanjutan Di Taman Nasional Komodo.

Ruang Lingkup Nota Kesepahaman ini meliputi Dukungan kerjasama penguatan kelembagaan melalui peningkatan kuantitas, kualitas dan kapasitas sumber daya manusia di Balai Taman Nasional Komodo; Dukungan kerjasama perlindungan, pengamanan, patroli daratan dan perairan kawasan Pulau Komodo dan Pulau Padar di Taman Nasional Komodo sebagai Warisan Alam Dunia; Dukungan kerjasama pemberdayaan masyarakat berbasis wisata alam, perikanan dan budaya di desa komodo; dan Dukungan kerjasama perencanaan dan pengembangan pariwisata alam, promosi dan edukasi di Pulau Komodo dan Pulau Padar di Taman Nasional Komodo sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas.*)Meldo/BiroAP

Editor: Laurens Leba Tukan


Baca Juga:  Biro PAP Gelar Pertemuan PLB Menjaga Keberlanjutan dan Kelangsungan Hidup
Center Align Buttons in Bootstrap