RUPS LB Bank NTT dan Optimisme Modal Inti Mencapai 2 Triliun di Akhir 2021

130
Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho dan jajaran Direksi dalam jumpa pers usai RUPS LB Bank NTT di Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, Selasa (19/10/2021). Foto: AB/kn

KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – PT. Bank NTT menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB), Senin (18/102021), di Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT. RUPS LB tersebut dihadiri Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat selaku pemegang saham pengendali, para pemegang saham, serta Komisaris dan Direksi Bank NTT.

Bank kebanggan masyarakat NTT saat ini sudah mencapai Rp 1,9 Triliun dan ada optimisme dari jajaran komisasri dan direksi Bank NTT bahwa pada akhir tahun 2021 modal inti harus mencapai Rp 2 Triliun. “Kita masih membutuhkan Rp 104 Miliar, dan dalam RUPS tadi dalam tiga bulan ke depan ada penambahan Rp 47 Miliar. Sehingga pada tahun 2021, kita optimis menenuhi ketentuan modal inti minimum Rp 2 Triliun,” sebut Direktur Utama Bank BTT, Harry Alexander Riwu Kaho.

Disebutkan, sejauh ini ada sejumlah Kabupaten yang sudah menetapkan Peraturan Daerah (Perda) penyertaan modal inti kepada Bank NTT. Daerah yang sudah menetapkan Perda penyertaan modal kepada Bank NTT diantaranya Kabupaten Kupang, Belu, Malaka, Sumba Timur, Sumba Barat, Sumba Tengah, Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Lembata, Alor, Sabu Raijua dan Rote Ndao. “Sisa Rp 47 Miliar akan disetor dari Kabupaten TTU, TTS, Sumba Timur, Sikka, Sumba Tengah, dan Flores Timur,” sebut Direktur Kepatuhan, Hilarius Minggu.

RUPS LB tersebut membahas lima agenda utama, diantaranya perubahan nomenklatur Direksi, disesuaikan dengan POJK Nomor 12 Tahun 2021. Agenda lainnya adalah laporan Direktur Kepatuhan terkait perkembangan pemenuhan modal inti Bank NTT dan usulan perubahan dan penambahan modal dasar saham seri A dan seri B.

RUPS LB juga membahas laporan Ketua KRN terkait hasil fit and proper test Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, dan usulan penambahan persentase jasa produksi pengurus dan karyawan Bank NTT.

Terkait pergantian nomenklatur Direksi, Direktur Utama (Dirut) Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho menjelaskan, nomenklatur Direktur Pemasaran Dana berubah menjadi Direktur Dana dan Treasury, Direktur Umum menjadi Direktur Teknologi Informasi dan Operasional, Direktur Pemasaran Kredit menjadi Direktur Kredit. Sedangkan nomenklatur Direktur Utama dan Direktur Kepatuhan tetap atau tidak berubah.

Perubahan nomenklatur ini juga menyebabkan Direktur Pemasaran Dana Bank NTT hasil fit and proper test tidak jadi dilantik, dan Direktur Umum Yohanis Landu Praing digeser untuk mengisi jabatan tersebut.

“Nomenklatur Direktur Pemasaran Dana berganti menjadi Direktur Dana dan Treasury dan dijabat oleh Pak Yohanis Landu Praing. Ada pergeseran,” kata Dirut Alex Riwu Kaho dalam jumpa Pers bersama wartawan usai RUPS LB.*)AB/kn

Editor: Laurens Leba Tukan

Baca Juga:  Bank NTT dan BI Hadirkan Taman Baca untuk Warga Naikliu, Diresmikan Gubernur Laiskodat
Center Align Buttons in Bootstrap