57 Tahun Golkar, Perempuan dalam Posisi Tampan di Pucuk Beringin NTT

297
Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dan Sekretaris Dr. Inche DP. Sayuna beserta jajaran pengurus dalam forum Musda DPD I Golkar NTT, Senin (2/3/2020) Foto: SelatanIndonesia.com/Laurens Leba Tukan

Oleh: Laurens Leba Tukan

Partai Golkar Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang kini dinakhodai politisi muda Emanuel Melkiades Laka Lena dan Inche Sayuna menempatkan kaum perempuan dalam posisi sangat strategis. Betapa tidak! Dari 8 Program Strategis Partai Golkar NTT, satu di antaranya khusus mendorong pelibatan dan pemberdayaan kaum perempuan agar berdaya secara ekonomi, juga dalam berpolitik. Program khusus dimaksud adalah Pemberdayaan Perempuan Produktif.

Selain itu, sejumlah kader perempuan pun mendapat posisi tampan di legislatif. Contohnya, Inche Sayuna yang adalah Sekretaris Golkar NTT, juga sebagai Wakil Ketua DPRD NTT. Contoh lainnya Osi Gandut kini sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Manggarai.

Ide dasar Partai Golkar NTT menempatkan Program Pemberdayaan Perempuan Produktif menjadi salah satu dari Delapan Program Strategis, lantaran masih minimnya keterlibatan perempuan dalam ranah politik di Indonesia. Sejumlah faktor penyebab yang kerap ditemui di antaranya tidak banyak sosok perempuan potensial untuk terjun ke politik, baik dilihat dari latar belakang pendidikan, kepiawaian dalam kehidupan sosial, terampil dalam berkomunikasi verbal dan non verbal serta penguasaan informasi tentang politik dan pemerintahan, bahkan perubahan perspektif gender pada khalayak juga masih menjadi elemen penyebab.

Sosok perempuan yang potensial bukan tidak mungkin diberi ruang untuk berkiprah dalam politik. Dukungan maksimal dari sisi finansial melalui pemberdayaan ekonomi bagi figur perempuan dan pengembangan kapasitas melalui pendidikan politik menjadi salah satu solusi yang ditempuh Golkar NTT. Perempuan diperkuat ekonominya untuk masuk ke dalam dunia politik, baik di jalur legislatif maupun eksekutif.

Para perempuan penenun yang didampingi oleh Partai Golkar di Kabupaten Flores Timur

Program Pemberdayaan Perempuan Produktif Golkar NTT dikoordinir oleh tiga aktivis perempuan yang sudah lama berkiprah di dunia advokasi hak-hak perempuan NTT yaitu Libby Sinlaeloe, Maria Goreti Tokan, dan Debi Angkasa. Roh utama dari program ini adalah perkuat ekonomi perempuan untuk terjun masuk di dunia politik.

Berbagai desain pelatihan pendidikan keterampilan telah dibuat dengan frekuensi yang lebih sering dan variatif dengan tema pemberdayaan ekonomi khusus perempuan di antaranya tenun, kuliner berbahan lokal, fashion, dan asesoris. Bahkan, untuk memaksimalkan kapasitas diri para perempuan NTT di dunia politik, Partai Golkar NTT yang memiliki lembaga pendidikan kader yang bernama Golkar Academy akan menampung lebih banyak perempuan untuk dididik menjadi politisi yang handal.

Di Golkar Academy, para perempuan potensial bakal mendapatkan pelatihan, pendidikan politik dan public speaking serta peningkatan pengetahuan dan keterampilan sebagai politisi perempuan di bidang politik, berkomunikasi yang baik. Juga diberikan bimtek untuk menahami tugas anggota legislatif dan kepala daerah. Ini dimaksudkan untuk memberi bobot perempuan politik di Golkar Academy.

Langkah konkrit yang tengah dilakukan untuk mewujudkan program ini dimulai dengan mengidentifikasi perempuan potensial di bidang pendidikan, politik, ekonomi dan sosial budaya serta mengidentifikasi tokoh masyarakat dan tokoh adat yang mempunyai perspektif perempuan. Target yang hendak dicapai adalah terbentuknya 23 kelompok perempuan yang memahami tentang sosial dan budaya di Provinsi dan kabupaten/kota.

Tidak hanya itu, kolaborasi intens juga disinergikan dengan program lainnya yaitu UMKM dan Ekonomi Kreatif serta Petani Milenial untuk membentuk dan mengembangkan ekonomi perempuan produktif di NTT khususnya para bacaleg perempuan untuk mendukung kontestasi politik tahun 2024 yang akan datang. Pelatihan keterampilan lainnya yang bakal dilakukan berupa pelatihan digital marketing, tata boga, tata busana dan kecantikan, pelatihan dan distribusi hasil tenun, asesoris lokal, suvenir juga pertanian dan peternakan yang dilead oleh perempuan.

“Kita mesti membangun sinergi antara penguatan ekonomi dan penguatan politik. Tujuan Golkar adalah mendorong partisipasi perempuan dalam politik, tetapi supaya bisa survive dia mesti memperkuat ekonominya,” sebut salah satu Koordinator Program Pemberdayaan Perempuan Produktif DPD Golkar NTT, Maria Goreti Tokan, kepada SelatanIndonesia.com, Minggu (17/10/2021).

Menurut Maria Goreti Tokan perempuan banyak berkiprah di sektor ekonomi kecil dan menengah sehingga perlu diberdayakan aspek ekonominya melalui penguatan ekonomi. “Kita perlu memfasilitasi mereka dengan membuka akses permodalan di lembaga keuangan agar menggairahkan UMKMnya. Selain mendapatkan keuntungan ekonomi, mereka juga bisa membangun jejaring dengan akar rumput,” katanya.

Pegiat dan aktivis perempuan NTT lainnya, Libby Sinlaeloe, merasakan betul keberpihakan Partai Golkar NTT untuk kaumnya di pentas politik. Bagi pendiri Rumah Perempuan NTT ini, urgensinya adalah kondisi politik dewasa ini yang mulai melibatkan perempuan dalam skala yang lebih luas setelah melihat kontribusi nyata perempuan melalui tindakan dan sumbangsih pemikiran terhadap permasalahan sosial telah memperlihatkan banyak perubahan ke arah yang lebih baik. Namun, mencari sosok perempuan potensial sangatlah sulit sehingga kehadiran Golkar NTT yang memposisikan perempuan pada ruang yang strategis bertujuan agar perempuan lebih sistematis dan tepat sasaran menjalankan perjuangannya.

Ketua Himpunan Wanita Karya (HWK) NTT, Maria Goreti Tokan bersama para perempuan yang tergabung dalam kelompk UBSP Titehena di Kelurahan Sarotari Timur, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur.

Aksi nyata yang telah dan terus dilakukan untuk menyukseskan ruang pergerakan perempuan di Golkar NTT adalah mengumpulkan data perempuan-perempuan potensial yang bisa diajak berbagi dan bekerja bersama terkait politik, kesehatan, pendidikan dan ekonomi.

Melalui Orsap dan Ormas perempuan mulai bersama mencari bantuan dana dan sumber daya lain guna mendukung usaha-usaha yang sudah dilakukan perempuan yang sudah terjaring sebagai bacaleg untuk mempromosikan dan memasarkan hasil produksinya,” sebut Libby Sinlaeloe.

Debby Angkasa, salah satu aktivis perempuan di Golkar NTT mengungkapkan kendala paling utama yang dihadapi kaumnya dalam berkiprah di pentas politik adalah masalah finansial. “Punya potensi yang maksimal, mampu bekerja dengan cepat dan tepat namun ruang gerak terbatas karena minimnya dukungan finansial. Juga, kondisi kultur NTT yang patriarki masih belum banyak membebaskan kaum perempuan untuk berkespresi khusunya dijalur politik. Kaum perempuan secara tidak langsung dibatasi melaui regulasi yang cenderung berat sebelah,” kata Debby.

Meski demikian, para aktivis perempuan ini menaruh hormat kepada DPD I Golkar NTT di bawah kepemimpinan Melki Laka Lena dan Inche Sayuna yang memberikan banyak ruang gerak bagi perempuan terlebih ketika salah satu dari 8 Program Strategis adalah Pemberdayaan Perempuan Produktif.

Menurut para aktivis perempuan ini, adalah kabar baik bagi bacaleg, bacakada yang telah dijaring Golkar untuk mulai merancang dan kemudian melakukan aksi-aksi guna memberdayakan potensi perempuan secara maksimal.

Mereka memberikan apresiasi kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto, Wakil Ketua Umum DPP Golkar yang juga tokoh senior Golkar dari NTT, Melchias Markus Mekeng, yang telah memberi kesempatan kepada para aktivis perempuan untuk berkreasi dan berinovasi membesarkan Partai Golkar. (*) Penulis adalah Wasek Bidang Media dan Penggalangan Opini DPD Golkar NTT

Baca Juga:  Laka Lena dan Nae Soi, Dua Nama yang Dirindu Jadi Cagub NTT dari Golkar
Center Align Buttons in Bootstrap